Hadiah Universary

Hadiah Universary
bab 13


__ADS_3

Bab 13


Hanum hanya bisa menebak-nebak ada siapa di dalam rumahnya. Pasalnya, dia tidak pernah menerima tamu sejak pertemuan keluarganya waktu itu.


Wanita itu melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu rumah setelah selesai memasukkan mobilnya ke garasi.


Belum tiba Hanum ke ambang pintu, sang asisten rumah tangganya langsung datang menghampiri Hanum.


"Non, maafkan Bibik. Ada tamu yang memaksa bertamu dan Bibik tidak bisa mengusirnya." Bi Mimi tertunduk merasa bersalah karena menerima tamu tanpa ijin dari tuannya.


"Memangnya ada siapa, Bi?" tanya Hanum heran.


"Itu, Non." Bi Mimi menunjuk ke arah seorang wanita yang tengah berdiri di depan jendela ruang tamu. Pintu jendela itu memang terbuka lebar menyebabkan angin dari luar berhembus masuk ke dalam rumah. Lalu membuat tubuh seseorang yang tengah berdiri menatap ke luar itu rambutnya brkibar-kibar.

__ADS_1


Kedua mata Hanum tampak menyipit untuk memastikan penglihatannya. Seseorang yang di bencinya kenapa bisa ada di dalam rumahnya. Kenapa sang penjaga tidak mengusirnya saja.


Hanum melangkahkan kakinya dengan malas untuk menghampiri wanita itu. Karena suara dari hal sepatu yang Hanum kenakan terdengar jelas di ruangan itu, seseorang itu pun langsung membalikkan badan dengan tangan yang bersedekap dan langsung menurunkannya ketika sosok Hanum yang ia dapati.


"Bu Hanum, akhirnya Ibu pulang juga," ucap Clara.


"Siapa yang mengijinkan kau menginjak rumahku?" tanya Hanum dengan sinis.


"Bu Hanum, kedatangan saya ke sini ingin meminta maaf pada Ibu." Clara langsung bersimpuh di bawah kaki Hanum.


"Tidak ada gunanya kau bersujud di kakiku. Pergi!" bentak Hanum dengan keras. Clara mulai menangis.


"Bu, maafkan saya yang baru datang untuk meminta maaf secara langsung. Saya tahu kesalahan saya sulit untuk di maafkan. Tapi saya memang sengaja baru meminta maaf sekarang karena saya tahu Ibu butuh waktu untuk tenang," ujar Clara panjang kali lebar. Dia masih setia bersimpuh meski Hanum sudah bergeser dari posisinya.

__ADS_1


Clara terus meneteskan air matanya menyesali perbuatannya. Panjang lebar dia membuka semua perbuatannya di depan Hanum tanpa ada yang di tutupinya sedikitpun.


"Saya tahu ibu sangat membenci saya, tapi saat ini saya butuh bantuan Ibu," ucap Clara.


Hanum tak lagi bersuara, tapi telinganya terus mendengar kalimat demi kalimat yang Clara lontarkan padanya.


Karena lelah seharian di kantor, Hanum pun memilih duduk di sofa lalu di susul oleh Clara.


"Bu, saya mohon maafkan kesalahan saya, karena perbuatan mas Reno telah membuat saya jadi hamil. Maka saya meminta pertanggungjawaban darinya, ibu tentu tahu kan kalau saya ini hanya sebatang kara dan tak memiliki sanak saudara,"


Clara masih terus menjelaskan apa saja yang ada di kepalanya. Meski Hanum tak merespon sama sekali, Tapi Clara tidak menyerah sama sekali.


Dia harus berusaha dengan keras agar misinya bisa berhasil. Suasana ruang tamu itu hening sejenak karena Clara berhenti ngomong.

__ADS_1


"Sudah selesai kau berbicara? Pergilah, aku tidak ingin melihat tampangmu di sini." Hanum memanggil bi Mimi dan memerintahkan agar Clara segera di usir daei rumahnya.


"Hanum, aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi," pinta Clara dengan sisa tangisnya.


__ADS_2