Hadiah Universary

Hadiah Universary
17


__ADS_3

Bab 17


Hari ini Reno akan kembali berusaha untuk berkeliling mencari pekerjaan. Kemampuan yang dia miliki masih bisa di gunakan dengan baik jika untuk bekerja di kantoran.


Meski hatinya kesal dan dongkol karena ulah Clara, dia harus bisa berhasil mendapatkan pekerjaan yang baru. Selain tuntutan dari wanita itu, dia juga sudah bosan ke sana kemari yang selalu kekurangan uang.


Dalam perjalanannya mencari pekerjaan, Reno tak sengaja menemukan sebuah brosur yang tertempel di tiang listrik. Karena dia belum ingin membacanya maka di simpan di balik saku celananya.


Reno berhenti di setiap gedung kantor yang dia lewati untuk menanyakan lowongan. Namun nasib baik belum berpihak pada pria itu. Akhirnya dia menuju ke arah selatan di mana di sana ada sebuah gedung baru yang dulu pernah menjadi tempat perencanaan pembangunan oleh timnya.


Sebuah gedung yang dari luarnya tampak sederhana. Pria itu pun mengarahkan langkahnya ke tempat tersebut. Reno membaca papan nama perusahaan tersebut yang sangat tidak asing baginya. Lalu dia mencocokkan dengan sebuah nama yang tertulis di selembar brosur yang di ambilnya saat dalam perjalanan.


Nama yang pernah di rencanakan bersama Hanum saat mereka masih bersama. Ya, nama perusahaan yang mereka ambil dari bagian nama asli mereka.

__ADS_1


Akan tetapi, Reno mencoba mengenyahkan pikirannya tentang masa lalu. Dia terus melangkah hingga tiba di bagian lobby perusahaan tersebut.


Baru saja Reno hendak bertanya pada sang scurity, salah satu staff yang melihat kedatangan Reno langsung segera menghampiri. Ada beberapa orang dari kantor pusat yang memang sengaja di pindah tugas untuk mengembangkan kantor baru ini.


"Selamat siang Pak Reno," sapa pria itu. Ia adalah salah satu dari beberapa orang yang memang belum mengetahui status terbaru Reno.


Sedikit tersentak saat seseorang tengah menyapa dan langsung menyebutkan namanya. Reno langsung berbalik badan untuk melihat siapa seseorang yang telah mengenali dirinya begitu baru pertama kali masuk ke dalam gedung ini.


Reno tampak mengerutkan alis sejenak untuk mengingat nama dan juga bagian dari tugas pria yang saat ini berada di hadapannya.


"Apa kau—" Reno menatap name tag yang ada di bagian depab pria itu dan Reno langsung ingat.


"Iya, Pak. Baru tadi rapat di adakan di kantor sini. Seandainya Bapak datang lebih cepat, maka Bapak bisa bertemu dengan ibu Hanum tadi," ujar pria yang di ketahui bernama Rahman tersebut.

__ADS_1


"Tapi tujuan saya datang ke sini bukan untuk bertemu dengan Hanum. Melainkan untuk—"


Reno tak jadi melanjutkan ucapan. Rasanya dia tidak yakin jika harus mengatakan niat yang sejujur-jujurnya jika dia ingin mencari lowongan. Yang memang kebetulan di kantor tersebut sedang membutuhkan cleaning servis.


Reno belum membaca rincian yang sedang di cari untuk kualifikasi bagian dari lowongan tersebut. Reno ingin membuka sekali lagi lembaran brosur tersebut akan tetapi dia merasa sungkan.


"Mari Pak, silahkan duduk dulu." tawar Raman pada Reno yang sejak tadi hanya bisa memperhatikan gerak geriknya. Lalu Reno mengikuti perintah Rahman dan duduk di kursi sofa.


Banyak muncul pertanyaan dalam pikiran Rahman begitu mereka tengah duduk dengan saling berhadapan.


"Maaf, Bapak lagi pegang apa?"


Tanya Rahaman sembari melirik ke genggaman Reno. Dia seperfi kenal

__ADS_1


__ADS_2