Hadiah Universary

Hadiah Universary
20


__ADS_3

Bab 20


Reno mematikan ponselnya lalu beranjak dari sana. Langkah kaki yang lebar di ayunkan menuju ke tempat parkir kendaraannya tadi.


Tanpa ba bi bu lagi, Reno langsung saja tancap gas untuk pulang menuju ke rumahnya. Tak butuh waktu lama dia pun tiba di rumah dan alangkah terkejutnya Reno begitu membuka pintu, langsung melihat keadaan rumah yang berantakan seperti kapal pecah.


"Clara!" pekik Reno mencari keberadaan Clara. Pria itu menyingkirkan pakaian yang berhamburan di lantai agar tidak terinjak saat dia melangkah masuk.


Reno kembali mengulangi panggilannya terhadap wanita itu yang tak kunjung menyahut. Reno masuk ke dalam kamar ternyata istrinya itu tidak ada di sana.


"Kemana wanita itu, tadi nelponin terus. Giliran gue udah pulang dia yang menghilang!" sungut Reno kesal.


"Pulang juga kamu, Mas?" tanya Clara dengan sinis. Wanita itu menenteng sedompol buah mangga muda yang masih bertangkai dengan dua helai daun.


Reno menatap Clara dengan kening berkerut, lalu tatapannya menelisik penampilan Clara yang sedikit berantakan tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Clara.


"Kenapa?" tanya Clara yang merasa aneh dengan tatapan Reno pada dirinya.

__ADS_1


Reno menatap barang-barang yang berantakan dan berserakan di lantai lalu memindai kembali menatap ke arah Clara.


"Kamu apakan rumah ini, hmm?" tanya Reno kesal.


"Aku itu dari tadi nelponin kamu buat pulang cepet. Kemana aja kamu?" balas Clara sengit.


Tidak ada yang ingin mengalah di antara mereka, Reno tetap pada pertanyaannya begitu pun dengan Clara.


"Jawab pertanyaanku Clara!" tekan Reno.


"Kamu nggak suka rumah seperti ini ya, makanya buruan pulang makanya. Jangan kelayapan, nih kupasin mangga buat aku. Aku dari tadi pengen makan ini tapi kamu nggak pulang-pulang. Terpaksa deh aku pergi sendiri ke rumah di ujung sana, untung buahnya banyak." Cerocos Clara panjang lebar dan menyodorkan buah mangga di tangannya pada Reno.


"Buruan Mas, nunggu apa lagi. Anak kamu di dalem sini belom makan loh dari pagi, masih berbaik hati aku mau nyari makan sendiri," ketus Clara.


Tangan Reno terkepal kuat menggenggam buah mangga tersebut menahan emosi dari setiap kata yang dia dengar dari mulut Clara.


"Aku akan kupasin mangganya kalau kamu sudah beresin ini ruangan. Sakit mata liatnya," ujar Reno.

__ADS_1


"Kamu aja yang beresin, aku bukan pembantu," sahut Clara. Wanita itu duduk di sofa lalu menyilangkan kakinya menanti Reno untuk segera mengupas buah mangga yang membuat lidahnya sudah tidak sabar untuk segera mencicipnya.


Tak ingin memperpanjang perdebatan, Reno memilih untuk diam dan segera berlalu menuju ke dapur dan mencari pisau. Dia mencoba mengupas buah mangga muda itu yang terasa licin di tangannya.


Pernah dia melihat Hanum mengupas buah mangga masak dengan begitu mudahnya, tapi ini buah mangga mudanya terasa keras kulitnya untuk di kupas.


Akhirnya Reno mengambil talenan dan menumpukan buah tersebut agar lebih mudah. Getahnya nampak banyak sekali.


Reno pun membawa buah mangga yang sudah berhasil dia potong-potong lalu di berikan pada Clara.


"Nih!"


Clara menatap buah mangga itu dengan mata berbinar, tanpa menunggu lama dia pun segera menikmati buah tersebut tanpa merasakan masam sedikitpun. Sementara Reno malah merasakan ngilu pada giginya melihat Clara makan dengan begitu lahap.


"Jangan cuma liatin aku makan, Mas. Buruan beresin itu," tunjuk Clara pada barang-barang yang berserakan.


Reno berdecak dengan sangat kesal, ingin sekalu dia memaki wanita yang kini berstatus istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2