
Diketahui raja malaikat yang bernama Hades. raja malaikat Hades mengenal raja iblis Omura Oni.
"Omura Oni juga sama sepertimu. Dulu dia adalah seorang malaikat maut." ungkap Hades menceritakan tentang Omura Oni.
"Joy, ayo kita mundur dulu hari ini." perintah Hades kepada pengawal pribadinya.
"Baik raja." jawab Joy
"Tunggu dulu raja malaikat. Apa maksud kamu?" tanya Lin yang terlihat binggung.
"Sampai jumpa Lin." ujar raja malaikat Hades disertai terbukanya sebuah portal.
Hades dan Joy segera masuk ke dalam portal. Portal menutup dan seketika dua sosok tersebut menghilang di hadapan mereka semua.
"Saya mau kamu jelaskan maksud semua ini." ucap Lin kepada Omura Oni.
"Tenanglah Sean. Akan kuceritakan semua. Untuk sementara ayo kita perbaiki dulu kerusakan yang ada disini." jelas Omura Oni kepada Lin.
"Iya. Bagaimana saya menjelaskan kepada ibu. Rumah telah hancur. Dimana saya harus tinggal?" tanya Ying yang meratapi sisa-sisa rumah kayunya yang telah hancur akibat ulah Sean.
Lin pun menahan dirinya.
"Ayo kita perbaiki segera." ucap Lin yang bergegas mengambil kayu-kayu bekas rumah Ying yang terbang berserakan.
Lin, Karasu dan Omura Oni segera memperbaiki rumah Ying seperti semula. Karena mereka adalah makhluk supranatural. Kemampuan mereka memperbaiki bangunan lebih cepat daripada manusia biasa. Hanya dalam beberapa jam, rumah Ying kembali seperti biasa.
"Wahhhh kalian hebat. Kalau begini kenapa kalian tidak membangun rumahku menjadi lebih bagus lagi?" tanya Ying yang takjub dengan kecepatan mereka membangun rumah.
"Rahasiakan semua ini dari ibumu. Jadi kami tidak dapat membangun rumahmu menjadi lebih bagus atau nanti ibumu akan curiga. Ketika ibumu sadar dari tidurnya, bersikaplah tidak terjadi apa-apa. kamu mengerti?" jelas Lin kepada Ying untuk merahasiakan semua ini.
"Baiklah." jawab Ying yang tidak jadi mendapat rumah yang lebih bagus.
Tak selang beberapa lama, ibu Ying dan Hitomi sadar. Mereka telah berada di ruang tamu rumah Ying.
"Ada apa ini? Ying, apa yang terjadi? Kenapa tadi ibu melihat semua papan kayu rumah kita terbang berserakan ya?" ucap ibu yang baru sadar dari tidurnya akibat disihir Karasu.
"Kenapa saya disini?" sambung Hitomi yang juga tersadar dari pingsannya.
"Papan terbang? Apa yang ibu katakan? Dari tadi tidak terjadi apa-apa. Ibu hanya tertidur dari tadi. Mungkin saja tadi ibu bermimpi." jelas Ying yang mencoba mengelabui ibunya.
"Hitomi, tadi kamu mampir ke rumah saya setelah itu kamu tertidur karena kelelahan. Ayo ikut saya ke kamar." ajak Ying yang segera mengandeng dan menarik tangan Hitomi masuk ke dalam kamar.
"Sepertinya saya sudah terlalu tua." gumam ibu Ying yang masih linglung sendirian duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Ketika Hitomi dan Ying masuk ke kamar, disana sudah ada 3 pria yang menunggu mereka. mereka adalah Lin, Karasu dan Omura Oni.
"Hai..." Sahut ketiganya sekaligus sambil melambaikan tangan.
"huffft.. Kalian sungguh laki-laki yang tidak sopan. Masuk dan menunggu sesukanya di kamar seorang gadis." ujar Ying memarahi semuanya.
Hitomi dapat melihat Lin karena dia sedang bersentuhan dengan Ying.
"Hai... Lin." balas Hitomi yang tersipu malu melihat pesona Lin.
Tiba-tiba Hitomi tersadar. "Oya.. Saya baru ingat. Ada Sean yang mencariku dan mencoba mengejar kalian semua. Kalian semua harus lari." ujar Hitomi panik.
Tetapi semua tetap duduk santai menghiraukan peringatan Hitomi.
"Ada apa ini? Kenapa kalian tidak mendengarku? Ayo lari." Hitomi memperingati sekali lagi.
"Sean sudah mati Hitomi." beritahu Ying yang tersenyum kecil melihat kelucuan Hitomi.
"Mati? Jadi dia sudah mati? Kenapa malaikat maut juga bisa mati?" tanya Hitomi.
"Bukan mati. Lebih seperti arwahnya telah benar-benar sirna dari dunia ini. Tidak ada ingatan apapun dari yang telah sirna. benar-benar menghilang total dari dunia manapun." celutuk Omura Oni menjawab pertanyaan Hitomi.
,
"Kamu sungguh tidak sabaran ya Lin. Ha... Ha..." ucap Omura Oni.
"Baiklah... Akan kuceritakan dari awal." sambung Omura Oni.
Cerita kembali ke 1.000 tahun yang lalu.
Terlihat 2 orang malaikat maut bersama menjalankan tugasnya. Terlihat Hades muda dan Omura Oni yang sedang bersama.
"Ayo kamu bawa arwah dia." kata Hades kepada Omura Oni.
Mereka sedang ditugaskan mencabut seorang janda tua yang mempunyai seorang anak.
"Baiklah. Sepertinya dia juga sedang sakit parah." ucap Omura Oni memberitahu Hades.
Prosesi pencabutan nyawa pun di mulai. Baru saja Omura Oni hendak mengeluarkan arwah sang janda tua.
"Bu... Ibu..." Panggil seseorang dengan suara gadis mengejutkan 2 malaikat maut tersebut.
"Sepertinya anak janda ini perempuan." pikir Omura Oni yang terhenti melakukan pekerjaannya karena panggilan gadis tersebut.
__ADS_1
Omura Oni berencana melanjutkan kembali pekerjaannya. Tetapi belum sampai nyawa janda tua tersebut tercabut, sang gadis masuk ke dalam rumah menghampiri ibunya. Omura Oni terdiam sejenak. Gadis tersebut sangat cantik dengan kulit yang mulus, mata yang indah dan bibir merah merona.
"Hei... Omura Oni." panggil Hades.
"Oh.. Maaf." kejut Omura Oni.
"Apa yang kamu lakukan. Cepat selesaikan pekerjaan kita." perintah Hades yang ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya.
"Baiklah." jawab Omura Oni yang langsung mencabut nyawa sang janda tua.
Seketika janda tua tersebut langsung ambruk dan meninggal begitu saja.
Sang anak terkejut. "Bu.. ibu!!!" sahut anak panik melihat ibunya.
Sementara itu arwah janda tua sudah bersama Omura Oni dan Hades. Pada saat itu, arwah masih berwujud manusia. Belum berwujub bola arwah. Sehingga mereka masih bisa berkomunikasi dengan malaikat maut.
"Sepertinya ini adalah ajalku ya?" tanya janda tua kepada Omura Oni yang telah mengeluarkan jiwanya.
Omura oni belum sempat menjawab. Namun...
"Iya. Waktumu telah tiba. Ayo kita pergi!" seru Hades mengajak mereka.
Janda tua melihat ke arah anaknya yang menangis memeluk tubuh kakunya.
"Syukurlah Rose. Sekarang ibu tidak perlu merepotkanmu lagi." ujar janda tua tersebut yang menerima kematiannya dengan lapang dada.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan gadis itu sendirian dengan tubuh kaku sang janda tua tersebut.
Setelah mengantarkan arwah janda tua ke tempat reinkarnasi, Omura Oni langsung beranjak pergi.
"Omura.. Mau kemana kau?" tanya Hades yang melihat kepergian Omura Oni.
"Tidak kemana-mana. Hanya ingin beristirahat di dunia manusia." jelas Omura Oni.
Omura Oni kembali ke rumah janda tua tersebut. Terlihat rumah di penuhi orang-orang yang datang berkabung. Sang anak duduk di samping mayat ibunya. Menangis dan hanya terdiam.
"Yang sabar ya Rose. Ibumu sudah tenang." hibur salah satu pelayat.
"Jadi namanya Rose." gumam Omura Oni.
Bersambung...
Bagaimanakah masa lalu Omura Oni? Ayo teman-teman. Ikuti terus cerita HAI.. MALAIKAT MAUTKU. Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1