
Dua ekor anjing di neraka terus mengikuti Ying dan Hitomi. Walaupun Ying dan Hitomi terus menghindari mereka, dua anjing tersebut sepertinya sangat jinak dan suka kepada Ying dan Hitomi.
Pada saat Ying dan Hitomi menghindar...
"ARGHHH" sejumlah penghuni neraka tingkat 3 menghampiri Ying dan Hitomi. Mereka hendak menyerang Ying dan Hitomi. Tampilan mereka mirip zombie mengerikan karena semua adalah arwah yang tersiksa. Ada yang bola matanya bergelantungan sebelah di pipi, ada yang wajahnya sudah kehabisan daging karena teriris habis dan tampilan mengerikan lainnya.
"Ying awas! Jangan sampai arwah mengerikan itu berhasil menangkapmu juga!" ucap Hitomi memperingati Ying.
Ketika para arwah mengerikan hendak menerkam Ying. Tiba-tiba saja anjing dengan ekor berapi yang mengikutinya berubah menjadi anjing raksasa dan di selimuti bulu api. Anjing raksasa tersebut melindungi Ying. Dia menyemburkan api dari mulutnya dan membakar habis semua arwah mengerikan yang menggangu Ying dan Hitomi. Kini para arwah lain yang melihat kejadian itu memilih tidak mendekati dan menganggu mereka lagi. Anjing raksasa pun kembali ke ukuran normalnya menjadi anjing kecil.
"Wahhh terima kasih teman kecil. Rupanya kamu bukan berniat menyakiti kami ya." ucap Ying sambil membelai kepala anjing api dan juga anjing dengan ekor es yang mengikuti mereka.
"Syukurlah Ying kita selamat. Sepertinya mereka menyukai kita. Bagaimana kalau kita bawa mereka bersama kita? Bisa saja mereka melindungi kita disini karena sekitar kita sangat berbahaya." saran Hitomi kepada Ying.
"Ide bagus Hitomi. Pertama-tama ayo kita berikan nama untuk mereka." ujar Ying.
"Yang ini akan kuberi nama Huoku karena dia sepertinya anjing tipe api." Lanjut Ying sambil menunjuk anjing berekor api di hadapannya.
"Kalau begitu yang satu lagi akan kuberikan nama Bingku karena sepertinya dia adalah tipe elemen es." ujar Hitomi yang menunjuk ke arah anjing berekor es.
Di sisi lain, kondisi Lin yang sedang menghadapi Joy tampaknya semakin terdesak. Lin masih tertimpa oleh puluhan pasukan manusia lava yang diciptakan oleh Joy. Panas lava mulai membakar tubuh serta sayapnya. "Sshhh" bunyi daging tubuh Lin yang terpanggang cairan lava.
__ADS_1
"Gawat! Jika begini terus saya akan kalah dan mati disini. Apa yang harus saya lakukan?" gumam Lin yang masih dalam tumpukan manusia lava.
Di sela-sela kesulitannya, Lin mengingat-ingat latihan yang dia pelajari dari Omura Oni saat di dunia paralel. Terlihat percakapan Lin dan Omura Oni.
"Lin, kemampuan energimu belum terpakai maksimal. Kamu memiliki potensi lebih untuk memanfaatkannya. Untuk saat ini kamu hanya mampu menciptakan senjata dan elemen. Tetapi suatu saat saya yakin kamu akan bisa menciptakan sesuatu yang lain selain senjata dan elemen." ujar Omura Oni kepada Lin.
"Menciptakan sesuatu yang lain?" tanya Lin yang sedikit kebinggungan.
"Ya.. Mungkin seperti diriku yang bisa menciptakan dimensi berbeda hingga tercipta sebuah dunia paralel ini. Dunia yang lain dari dunia manapun yaitu duniaku sendiri." ucap Omura Oni.
"Bagaimana saya bisa menjadi kuat seperti itu?" tanya Lin lagi kepada Omura Oni.
"Saya juga tidak dapat memastikannya. pastinya tergantung dari pengalaman latihan dan bertarungmu. Semua akan bisa bangkit dengan sendirinya jika saatnya tiba." jawab Omura Oni.
"Bagaimana ini? Saya harus menciptakan sesuatu yang berguna agar bisa menghadapi para manusia lava ini." gumam Lin
Beberapa saat setelah Lin bergumam, satu per satu manusia lava berkurang seperti tersedot sesuatu. Joy sedikit keheranan melihat kenapa pasukan lavanya menjadi semakin sedikit. dan tanpa dia sadari semua pasukan manusia lavanya telah hilang dan habis.
"Ke.. Kenapa bisa seperti ini? Kemana semua pasukanku?" tanya Joy yang berbicara kepada dirinya sendiri.
Tampak Lin dengan beberapa luka bakar berdiri dan membuka telapak tangannya di hadapan Joy. Terlihat ada sebuah lubang kecil di permukaan telapak tangan Lin, dan lubang kecil tersebut tampak menghisap semua benda-benda di sekitarnya seperti mesin penghisap debu.
__ADS_1
"Jurus apa itu??? Kenapa tanganmu bisa menghisap manusia lavaku?" ucap Joy yang terkejut melihat kekuatan baru Lin.
"Saya menciptakan gravitasi berlebihan di tangan saya. Kamu tahu? Ketika gravitasi yang ditambah terus menerus tanpa henti akan menghasilkan beban yang semakin berat dan semakin berat sampai titik dimana berat tersebut sudah tidak dapat di kategorikan lagi sehingga apapun benda di sekitar akan di tarik oleh gravitasi ke pusat gravitasi itu dan hancur begitu saja. Dan pada akhirnya akan tercipta sebuah lubang hitam dari pusat gravitasi tersebut. Ya... Lubang itu dinamakan black hole. Sebuah lubang hitam yang akan menarik apa saja disekitarnya dengan kekuatan gravitasi dan memberi tekanan sampai benda tersebut hancur tak bersisa sama sekali." ucap Lin yang mulai menggunakan jurus black holenya menghisap Joy ke dalam lubang.
"Ti.. Tidak. Jangan hisap saya. ARGHH.." ronta Joy sembari menahan tarikan black hole di tangan Lin.
Namun tarikan black hole Lin lebih kuat dari perlawanan Joy. Tubuh Joy perlahan-lahan terhisap sampai sudah mencapai setengah tubuhnya. Di sela-sela akhirnya Joy mengingat-ingat sedikit masa lalunya sebelum menjadi malaikat.
Saya Joy seorang anak dari boss gengster. Ayah saya boss gengster yang sadis dan kejam. Pembunuhan dan pembantaian adalah makanan sehari-hari saya. Saya tumbuh di lingkungan yang penuh perang dan menerapkan hukum rimba. Yaitu hukum yang menyatakan siapa yang kuat maka dialah yang menang. Itulah keadilan yang ditanamkan dari diri saya sejak dini. Saya tidak pernah mengenal arti dari kasih sayang dan juga bagaimana cara menyayangi. Saya hanya diajarkan cara membunuh dan membantai. Bahkan sampai akhir hidup saya sebagai manusia. Saya telah tewas ketika berperang melawan gengster lain. Selonsong peluru di senapan mesin menghujam tubuh saya.
Saya mengira itu adalah akhir dari perjalanan saya. Sampai ketika Hades merekrut saya untuk menjadi pengawal pribadinya dan menjaga neraka tingkat 3 miliknya. Jujur saja.. Saya sedikit penasaran bagaimana cara saya akan mati sesungguhnya nanti. Mungkin ada orang yang dapat membunuh saya dan menghilangkan rasa bosan saya akan dunia ini.
"Sepertinya saya akan benar-benar mati hari ini. Ha.. Ha.." gumam Joy yang terhisap masuk ke dalam black hole milik Lin.
Akhirnya Joy berhasil di kalahkan. Lin jatuh terduduk dengan nafas terengah-engah, tampaknya dia kelelahan. Tak selang beberapa lama kemudian Omura Oni, karasu dan Reika tiba disertai juga dengan Ying dan Hitomi. Kini mereka semua berkumpul kembali.
"Kamu tidak apa-apa Lin?" tanya Ying yang melihat Lin kelelahan.
"Tidak apa-apa. Ayo kita lanjutkan perjalanan!" tegas Lin.
Bersambung ...
__ADS_1
Terima kasih dukungan teman-teman. Mohon like dan comentnya ya. Sampai jumpa di chapter berikutnya. 🙏