HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Kesalahpahaman.


__ADS_3

"Halo..." jawab Reika yang mengangkat telepon.


"Halo Reika. Ini ibu Rei.. Reika, ayah nak.. Ayah" terdengar suara seorang wanita yang sedang menangis sambil berbicara di telepon.


"Ayah kenapa bu?" tanya Reika dengan nada khawatir dan takut.


"Ayah di vonis menderita kanker stadium 4 nak. Ayah tidak tahu kondisinya. Ibu tidak tahu bagaimana cara memberitahu ayah tentang kabar ini." jawab wanita di dalam telepon.


Reika hanya terdiam tanpa dapat berkata apa-apa setelah mendapatkan berita ini. Dia terduduk lemas di lantai dengan pandangan kosong.


Karasu yang awalnya berniat mengambil arwah Reika tetapi dia mengurungkan niatnya setelah tidak sengaja mendengar percakapan Reika dengan sang ibu.


"Sebaiknya saya cari gadis yang lain." gumam Karasu yang pergi meninggalkan Reika sendirian.


Beberapa bulan berlalu sejak kejadian tersebut. Karasu bahkan sudah melupakan masalah Reika. Suatu ketika Karasu seperti biasa berkeliling mencari arwah gadis untuk Omura Oni lagi. Tanpa dia sadari, gadis yang dia ikuti adalah Reika. Kali ini wajah Reika sangat kusam dan kelihatan murung. Karasu mengikuti Reika ke tempat kerjanya yaitu kebun binatang tokyo dengan menjadi bayangannya lagi.


Pada saat Reika sedang bersiap bekerja, seorang rekan Reika masuk dan mengobrol dengannya.


"Reika, apakah kamu mendengar gosip semalam?" tanya temannya tersebut.


"Gosip apa? Saya tidak punya waktu untuk bergosip." tegas Reika.


"Banyak yang mengatakan bahwa di kebun binatang ini terdapat hantu dan siluman. beberapa hewan telah menghilang. Bahkan seekor harimau jantan telah menghilang semalam." ujar temannya memberitahu Reika.


"Benarkah? Jika seperti ini terus maka kebun binatang ini bisa mengalami kerugian yang besar." ujar Reika membalas gosip temannya.


"Iya. Ada kemungkinan kebun binatang ini akan memecat beberapa karyawan di karenakan hewan yang terus menghilang dan kondisi keuangan yang sulit." balas temannya melanjutkan gosip.


Setelah mereka selesai bergosip. Teman Reika keluar duluan dari kamar ganti. Sekarang hanya tinggal Reika sendirian dan Karasu siap merengut nyawanya kembali. Tetapi lagi-lagi sebuah telepon berbunyi.


"Trett... Trett.. Trett..." bunyi telepon Reika tanda ada yang menghubungi.

__ADS_1


"Halo.. Ibu? Ada apa?" tanya Reika kepada ibunya.


"Reika.. Apakah kamu sudah mendapatkan uang? Ayah mau melanjutkan terapinya." ujar ibu dari telepon Reika.


"Sabar ya bu. Akan Reika usahakan untuk mencari uang. Sebentar lagi ayah pasti bisa melanjutkan lagi terapinya." jawab Reika.


Karasu kembali mengurungkan niatnya setelah mendengarkan percakapan Reika tersebut. Tetapi Karasu masih tetap bersama Reika. Seusai menerima telepon. Reika segera pergi bekerja. Reika masuk di kandang gajah, harimau dan bahkan singa. Semua hewan di kebun binatang sangat akrab dengan Reika. Saat Reika sedang bekerja ada manager kebun binatang yang memanggilnya.


"Reika.." panggil manager melambaikan tangannya menginstruksikan Reika menemuinya.


"Ada apa pak?" tanya Reika kepada manager yang memanggilnya.


"Reika, hari ini Kawashi yang bertugas mengurus hewan pada malam hari tidak hadir karena sakit. Maukah kamu menggantikannya? Akan ada uang lembur untukmu." ujar manager kepada Reika.


Mendengar hal ini, pikiran Reika langsung membayangkan ayahnya yang sakit dan membutuhkan biaya.


"Saya bersedia pak. Akan kugantikan Kawashi malam ini." ucap Reika menyetujui permintaan manager.


Malam pun telah tiba. Reika sendirian bersama hewan-hewan di kebun binatang. Karasu masih bersembunyi di dalam bayangan Reika. Sepertinya Karasu merasa simpati terhadap Reika. Reika berpatroli kebun binatang memastikan kondisi kandang dan hewan baik-baik saja.


"Astaga!! Siapa yang melakukan hal ini?" teriak Reika ketakutan.


Reika segera mengambil telepon gengamnya untuk menghubungi seseorang. Tetapi sinyal di sekitarnya sangat kacau. Kemudian...


"WUSHHH" sebuah bayangan hitam melesat cepat di hadapan Reika.


"Kyahhh.. Apa itu?" teriak Reika yang semakin ketakutan.


lalu gumpalan hitam besar mendekati dan mengelilingi Reika. Seketika Reika terjatuh pingsan.


Karasu yang bersembunyi menjadi bayangan Reika segera muncul. Terlihat gumpalan besar hitam tersebut adalah para kelelawar.

__ADS_1


"Kenapa banyak sekali kelelawar disini?" ucap Karasu yang berbicara sendiri.


"Sepertinya ada monster lain di sini. Khe.. Khe.. Khe.." ucap seseorang yang muncul dari gumpalan hitam tersebut.


"Siapa kamu?" tanya Karasu melihat ke arah sosok tersebut. Dia memiliki kedua sayap seperti kelelawar raksasa, mata merah dan juga taring untuk menghisap darah. Terdapat juga cakar di telapak kakinya yang sangat tajam seperti elang.


"Khe.. Khe.. Khe.. Saya Draculia, iblis kelelawar. Akan kuhisap darah gadis itu sampai kering." ujar iblis Draculia melihat ke arah Reika.


"Pergilah. Saya akan mengampunimu." ancam Karasu.


"Khe.. Khe.. Khe.. Jangan sombong gagak jelek. Kamu juga belum tentu tandinganku." balas iblis Draculia.


Draculia memerintahkan para kelelawar menghabisi Karasu.


"Anak-anak, habisi dulu gagak jelek itu lalu kita berpesta minum darah gadis muda itu. Khe.. Khe..khe.." perintah Draculia kepada para kelelawar.


Karasu juga memerintahkan para gagak menahan para kelelawar tersebut. Bentrokan pun terjadi. Para gagak dan kelelawar bertarung dengan sengit. Karasu dan Draculia juga saling baku hantam, Draculia menggepakkan sayapnya dan muncul bayangan hitam berbentuk dirinya. Karasu lalu menggunakan cakar tajamnya menghancurkan semua bayangan hitam tersebut. Karasu lalu menjadi bayangan dan menyelinap di belakang Draculia. Dengan cakar tajamnya, Karasu mencabik tubuh Draculia dari belakang dan merobek daging dan hatinya.


Draculia kritis. Karasu mengira Draculia akan segera mati. Karasu mencoba mengecek keadaan Reika dengan melihat ke posisi Reika pingsan. Ternyata Reika sudah tidak ada di sana. Sekelompok kelelawar membawa Reika ke tempat Draculia. Draculia yang sekarat mengigit leher Reika. Dan menghisap sedikit darah Reika. Perlahan-lahan luka di tubuh Draculia sembuh.


"Sekarang akan kujadikan dia bonekaku. Akan kusisakan darah dalam tubuhnya." ucap Draculia melepaskan gigitannya.


Draculia lalu membacakan mantra. Seketika Reika membuka matanya. Pupilnya menjadi merah dan gigi taring Reika tumbuh menjadi panjang. Kini Reika menjadi seorang vampir.


"Serang dia sayang." ujar Draculia memberi perintah.


Reika yang masih di bawah kendali Draculia mencoba menyerang Karasu. Serangan demi serangan di lancarkan oleh vampir Reika. Tetapi Karasu hanya memilih menghindarinya. Sampai ketika Reika menyerang dengan serangan penuh. Tubuh Reika menerjang dengan sekuat tenaga. Karasu mencoba memposisikan dirinya untuk bertahan.


"Jlebbb" tubuh Reika tertusuk oleh kuku Karasu. Tangan Karasu tidak sengaja menancap di jantung Reika. Gerakan refleks Karasu membuat Reika kritis. Di saat kritis tersebut, Reika mendapatkan kesadarannya kembali.


"Si.. Siapa kau? Kenapa kau melakukan ini padaku?" ujar Reika yang melihat Karasu di hadapannya dengan mulut penuh darah. Karasu tak dapat berkata apa-apa. Reika mati juga saat itu di tangan Karasu.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih teman-teman telah membaca novel saya. Mohon like dan comentnya ya. Sampai jumpa di chapter berikutnya. 🙏


__ADS_2