
Lin menghisap racun bisa yang di keluarkan Corlina Cobra. Racun yang terhisap pertama kali memang tidak begitu terpengaruh kepada Lin. Tetapi karena racun bisa yang di keluarkan dalam jumlah besar. Perlahan-lahan racun tidak terhisap sempurna karena kuota racun yang begitu banyak. Akibatnya ada beberapa dari racun yang di hisap masuk ke sela-sela jaringan kulit Lin.
"Arghh" jerit Lin yang langsung berhenti menggunakan jurus black holenya dan menutupi telapak tangannya.
"Kenapa Lin?" tanya Omura Oni yang menyaksikan Lin merintih kesakitan.
Perlahan-lahan pula tubuh Lin yang semula berwarna putih pucat berubah menjadi merah keunguan.
"Gawat Lin! Sepertinya kamu terkena racun Corlina." ujar Reika yang melihat keadaan Lin.
"Corlina lepaskan mereka semua. Bukankah masalahmu hanya denganku? Kakakmu mati karena diriku!" sambung Reika yang berbicara kepada Corlina Cobra.
"Apaaaa??? Melepaskan mereka? Tentu saja TIDAK AKAN! Dan juga perlu kamu ketahui Reika! Mereka kesini untuk mengacaukan neraka. Apakah sebagai penjaga neraka kita harus melepaskan mereka begitu saja? Kenapa kamu menjadi berpihak kepada mereka? Apakah kamu berniat mencoba mengkhianati tuan Hades? Sepertinya kamu benar-benar pantas mati." ujar Corlina Cobra yang tidak menaruh rasa simpati kepada Lin dan yang lainnya.
"Sekarang kalian semua matilah!" sambung Corlina Cobra yang kali ini mengeluarkan racun yang lebih banyak dan lebih berbisa lagi ke arah Lin dan lainnya..
"Tidak akan kubiarkan!" ucap Lin yang berusaha membuka black jole di tangannya meskipun keadaannya sedang sakit keracunan.
Ketika Lin mencoba mengeluarkan jurus black holenya lagi, Omura Oni menahan tangan Lin. Omura Oni mengengam tangan Lin sebelum dia sempat mengeluarkan jurus tersebut.
"Jangan Lin.. Akan sangat berbahaya jika kamu menghisap racun tersebut. kamu akan mati sia-sia. Serahkan saja padaku." ujar Omura Oni.
"Hey... namamu Reika kan? Aku titip Lin sebentar. Akan kubereskan ular raksasa ini terlebih dahulu." ujar Omura Oni yang memasang wajah seriusnya.
Reika pergi ke tempat Lin yang keracunan dan melindungi Lin dari serangan yang tidak terduga di sana. Sedangkan Omura Oni mulai bertarung dengan Corlina Cobra lagi.
"Percuma saja kamu bertarung. 30 menit lagi racun itu akan menyebar ke jantung mereka masing-masing dan mereka akan mati. Kamu juga akan terkena racunku dan mati. Ha... Ha.." ujar Corlina Cobra yang terus menyemburkan bisa beracunnya kemana-mana.
__ADS_1
Omur Oni menciptakan perisai untuk menahan racun dari Corlina. Seketika racun yang mengenai perisai dari Omura Oni mampu melelehkan perisainya.
"Wah... Racunmu sangat kuat. Saya pasti bsa jadi tengkorak mati bila terkena racunmu." ujar Omura Oni setelah melihat keadaan perisainya.
Omura Oni lalu berlari mengelilingi tubuh Corlina Cobra agar tidak terkena semburan racunnya lagi. kini di tangannya ada sebuah pedang yang terbentuk dari energinya.
"Kulitnya sangat keras. Tetapi saya yakin dia pasti punya titik kelemahan dimana sisiknya lebih lunak dan bisa di tembus pedang ini." gumam Omura Oni.
Setelah berkeliling beberapa kali tubuh Corlina Cobra dengan kecepatan penuh. Omura Oni tidak sengaja melihat perut Corlina Cobra terdapat bekas luka tusukan pedang.
"Tusukan pedang? Kulitnya sangat keras? Kenapa bisa ada bekas luka pada perutnya? Apa jangan-jangan itu adalah titik kelemahannya? Sepertinya saya akan coba menyerang di titik tersebut." gumam Omura Oni yang sudah bersiap dengan pedangnya.
"Lin, apa kau masih bisa sedikit bergerak?" tanya Omura Oni kepada Lin yang masih berusaha bangkit dengan tergopoh-gopoh.
"Sepertinya masih bisa!" ujar Lin yang akhirnya berhasil bangkit kembali.
"Bantu saya mengalihkan perhatiannya." ujar Omura Oni mendekati Lin agar tidak terdengar oleh Corlina Cobra.
"Bi.. Bisa tuan." jawab Reika menyanggupi.
Mereka lalu berpencar ke tiga arah berbeda. Corlina Cobra menjadi kebinggungan mau mengejar yang mana. Akhirnya dia memutuskan mengejar Lin terlebih dahulu.
"Akan kuhabisi dulu malaikat yang terluka ini." gumam Corlina Cobra yang mengejar berada di belakang Lin.
Lin hampir terkejar karena tidak dapat bergerak dengan cepat akibat sedang terluka.
"Reika.. Tolong bakar tubuh bagian tengah ular ini!" jerit Omura Oni memerintahkan Reika.
__ADS_1
"Siappp!" jawab Reika sigap.
Reika membentuk api biru raksasa, kemudian di lemparkan ke bagian tubuh tengah Corlina Cobra. Karena Corlina Cobra sedang memfokuskan dirinya kepada Lin. Dia tidak sempat menghindari serangan Reika. Akhirnya api biru Reika berhasil membakar bagian tengah tubuh Corlina Cobra.
"Arghh! Panas!" teriak Corlina Cobra yang menggulingkan tubuh ularnya untuk memadamkan api biru Reika yang telah membakarnya.
"Ini kesempatanku!" gumam Omura Oni.
Dengan sigap dan kecepatan penuh, Omura Oni melesat ke perut ular Corlina Cobra. Dengan pedang di tangannya. Sebuah pedang menancap tepat pada bekas luka di tubuh ular wanita tersebut.
"ARGHHH.. SAKIT SEKALI!" teriak Corlina Cobra yang kesakitan.
Segera Corlina Cobra memukul mundur Omura Oni dengan ujung ekornya. Omura Oni terpental juga karena pukulan ekor ular tersebut. Corlina Cobra lalu memperhatikan pedang di perutnya. Dari bekas luka yang tertusuk mengalir cairan berwarna hijau yang telah diyakini sebagai darahnya. Pedang Omura Oni pun meleleh terkena cairan tersebut.
"Bahkan darahmu juga mengandung racun! Apa yang terjadi padamu sebenarnya?" tanya Omura Oni kepada Corlina Cobra.
"Kalian para malaikat.. Kenapa harus mengkhianati tuan Hades hanya karena manusia-manusia kejam di dunia sana? Mereka para manusia tidak pantas untuk hidup. Mereka kejam dan egois. Hanya memikirkan diri mereka sendiri." tanya Corlina Cobra.
Corlina Cobra lalu menceritakan sedikit masa lalunya...
Saya Corlina, seorang peneliti sains laboratorium di amerika. Keseharian saya adalah meneliti dan mengembangkan obat antibiotik dan juga serum untuk penawar racun khususya racun ular berbisa.
"Selamat pagi Corlina, bagaimana perkembangan hari ini?" tanya seorang pria peruh baya memakai jubah lab putih panjang.
"Pak Mark? Selamat pagi pak... Perkembangan serum hari ini untuk bisa King Cobra telah mengalami sedikit peningkatan pak! Meskipun belum bisa menetralkan sepenuhnya racun dari ular King Cobra tersebut, tetapi serum terbaru ini dapat bertahan terhadap racun tersebut selama 24 jam." lapor Corlina kepada pria tersebut yang dinyatakan bernama Mark.
"Bagus Corlina. Semoga serum ini dapat di sempurnakan agar kita dapat menolong para penderita di seluruh dunia yang tidak sengaja tergigit ular berbisa. Banyak kematian yang terjadi akibat kelalaian manusia ketika berada di alam liar. Para hewan sebenarnya tidak bersalah karena memang sudah insting mereka mengigit jika merasa adanya bahaya." ujar Mark selaku kepala lab disana.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dukungannya. mohon Like dan comentnya ya. Sampai jumpa di chapter berikutnya.🙏