HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Masa lalu Ying.


__ADS_3

"Anak ini akan kuberikan nama Ryoku." ujar sang suami kepada istrinya.


Dengan segera mereka meninggalkan dasar lembah yang dingin tersebut. Omura Oni yang mendengar percakapan sepasang suami istri barusan akhirnya mengetahui nama anaknya pada kehidupan lalu.


"Ryoku... Nama yang cukup bagus." gumam Omura Oni kepada dirinya sendiri.


Setelah semua kejadian ini, tiba-tiba hal aneh terjadi lagi. Kali ini giliran suasana dan pemandangan di sekitar Omura Oni meleleh dan menghilang. Semua sirna begitu saja, hingga tampak sebuah cermin di hadapannya yang juga telah berdiri Hitomi dan Lin di samping cermin.


"Hai..." sapa Lin kepada Omura Oni.


"Dimana ini??" tanya Omura Oni yang masih belum mengerti apa yang terjadi.


Terlihat pula Ying yang belum sadarkan diri dari tidurnya yang panjang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara yang terakhir adalah Ying. Tampak seorang anak kecil yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


"Yunaaaaa!" jerit seorang wanita dari luar ruangan kamar tempat sang gadis kecil tertidur.


"Hoammmm..." sang gadis kecil bangun dari tidurnya yang lelap dengan dua tangan diangkat ke atas tinggi-tinggi.


Mata gadis kecil itu masih tampak sembab. Kantung hitam di bawah mata masih tampak sangat tebal. Dengan rambut yang berantakan gadis tersebut beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan mengeser pintu untuk membukanya.


"Ada apa bu?" tanya gadis kecil tersebut yang ternyata adalah Yuna kecil di ingatan Hitomi sebelumnya.


"Kamu tidak berangkat ke sekolah? hari ini kamu akan kesiangan lagi. Ayo cepat segera bergegas!" teriak ibu dari ruang dapur.


Berselang beberapa waktu kemudian sang ibu datang mengambil sebuah rotan panjang nan besar.


"Dasar babi pemalas!!! Kamu tinggal memilih, mau rotan ini membekas di pantatmu atau kamu mandi dan bersiap sekarang juga???" tanya sang ibu sambil mengayun-ngayunkan rotan besar di telapak tangannya.


Dengan naluri tajamnya, Yuna langsung beranjak dan keluar dari kamar untuk mandi. Tak lupa sebuah senyuman ditunjukkan kepada sang ibu yang sedang memegang rotan. Setelah Yuna pergi keluar kamar untuk mandi, sang ibu pun menghela napas panjang.


"Hhmmm... Dasar anak nakal." gumam sang ibu sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Yuna terlihat berendam di sebuah tong kayu berisi air hangat. Keindahan tubuhnya memang sudah terlihat semenjak remaja.


"Sepertinya semalam saya bermimpi sesuatu, tapi apa ya?" Yuna mencoba mengingat-ingat apa yang dimimpikannya.


Setelah selesai mandi, Yuna segera bersiap berangkat ke sekolah. Tak lupa dia mengambil kotak bekal yang telah disiapkan oleh ibunya.


"Bu, Yuna pergi dulu." panggil Yuna yang segera berlari menuju pintu keluar.


Baru saja berlari dan membuka pintu...


"Bruk" suara Yuna menabrak sesuatu dan jatuh terduduk di lantai.


"Astaga Yuna... kamu ceroboh sekali! Lagi-lagi kamu tidak memperhatikan jalan dan menabrakku. Kalau kamu ceroboh seperti ini, tidak akan laki-laki yang mau menjadikanmu calon istri mereka. bahkan jika saja kamu di lelang juga tidak akan ada yang datang ke pelelangan dirimu." ujar seorang laki-laki di hadapan Yuna.


Laki-laki tersebut menjulurkan tangannya menawarkan bantuan kepada Yuna untuk berdiri.


"Kak Ryoku.. Kata-katamu sungguh kejam. Apakah kamu tidak takut melukai hati seorang wanita lembut ini. Sungguh terlaluuuu!!" ucap Yuna yang cemberut sembari menerima bantuan dari laki-laki tersebut yang ternyata adalah Ryoku.

__ADS_1


__ADS_2