
Omura Oni menjadi akrab dengan Rose semenjak kejadian Omura Oni yang tidak sengaja menjatuhkan kalungnya dan diambil lalu dipakai oleh Rose. Omura Oni sering mampir bertemu Rose.
Sampai suatu ketika...
Suatu siang di akhirat. Omura Oni bertemu dengan Hades.
"Hades, kamu mau pergi kemana?" tanya Omura Oni.
"Kita mendapat tugas dari raja. Ayo kita ke dunia manusia. Ada nyawa yang harus kita jemput." jawab Hades sambil menarik tangan Omura Oni.
"Siapa yang harus kita bawa?" tanya Omura Oni sambil berjalan dengan Hades menuju dunia manusia.
"Kamu masih ingat janda tua dan sakit-sakitan yang kita cabut nyawanya?" tanya Hades kembali.
"Tentu saja saya masih ingat. Bukankah dia sudah bereinkarnasi. Untuk apa lagi kita mengingatnya." jawab Omura Oni yang masih kebinggungan.
"Nah... Bukan janda tua itu yang akan kita bahas. Hari ini kita akan menjemput anaknya. Yang waktu itu memeluk jasad ibunya." beritahu Hades kepada Omura Oni.
Mendengar hal tersebut, Omura Oni sangat tercegang. Dia hanya bisa diam seribu bahasa, tidak dapat berkata apa-apa.
Akhirnya mereka berdua tiba di kediaman Rose. Tampaknya Rose masih belum pulang, keadaan rumahnya kosong.
"Sepertinya gadis itu sedang keluar." ucap Hades kepada Omura Oni.
Melihat Omura Oni yang terdiam dari awal, Hades sedikit kebinggungan dan penasaran.
"Tidak apa-apa." jawab Omura Oni dengan wajah murungnya.
"Krekkk" bunyi suara pintu terbuka.
"Sepertinya gadis itu sudah pulang." ucap Hades.
"Heii Omura, ayo cepat kita selesaikan pekerjaan kita sebagai biasa." kata Hades yang bersiap ke tempat Rose.
Rose yang berjalan masuk melihat Omura Oni tetapi tidak dapat melihat Hades.
"Hai.. Omura, ada perlu apa kamu datang hari ini?" tanya Rose yang melihat ke arah Omura Oni.
Hades seketika kaget. Hades yang berdiri di antara Omura Oni dan Rose terus melihat ke kiri dan kanan. Hades sangat binggung kenapa Omura Oni dapat terlihat oleh gadis ini.
__ADS_1
"Hei.. Omura, kenapa kamu dapat terlihat oleh dia? Apa maksud semua ini?" tanya Hades yang akhirnya menetapkan pandangannya ke arah Omura Oni.
Rose melihat wajah Omura Oni yang sangat sedih dan murung.
"Kamu kenapa hari ini Omura?" tanya Rose yang hendak berjalan ke arah Omura Oni.
"BERHENTI!! JANGAN KE SINI!" bentak Omura oni.
Rose kaget dan tidak jadi melangkahkan kakinya.
"Ada apa? Apakah saya telah berbuat salah kepadamu?" tanya Rose dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisan.
"Ternyata kamu mempunyai hubungan dengan manusia ini Omura. Saya tidak meyangka kamu akan bisa akrab dengan manusia. Masalah ini akan saya lupakan dan pura-pura tidak terjadi apa-apa karena kamu sahabatku. Sekarang ayo kita selesaikan tugas kita." ujar Hades yang bersiap mencabut nyawa Rose.
Tangan Hades segera menuju bahu Rose untuk mengeluarkan jiwanya. Belum sempat bahu Rose tersentuh...
"BRUAKKK" suara hantaman tubuh Hades ke dinding rumah Rose karena terkena pukulan Omura Oni di perutnya. Tubuh Hades terbang menghantam dinding.
"ROSE, AYO LARI!!!" ucap Omura Oni yang segera meraih tangan Rose dan membawa Rose kabur.
Rose kebingungan dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Akan kujelaskan nanti." jawab Omura Oni yang akhirnya terbang mengendong Rose.
Sementara itu Hades bangkit dari reruntuhan dinding.
"B*NGSAT KAU OMURA. BERANINYA KAU MEMUKULKU DAN MEMILIH GADIS ITU. AKAN KUBERITAHU RAJA." ucap Hades yang sangat marah.
Rose dan Omura Oni terbang ke sebuah hutan di kaki gunung.
"Sepertinya Hades tidak mengejar kita sampai ke sini." ujar Omura Oni.
"Hades?? Siapa Hades?" tanya Rose.
"Rose, akan kuceritakan semua. Kamu dengarkan baik-baik." kata Omura yang menurunkan Rose dari gendongannya.
"Pertama adalah alasan kamu bisa melihatku adalah ketika kamu menyentuh kalungku." ucap Omura Oni yang menunjuk ke arah kalung yang dipakai Rose.
"Kalungmu? Bukankah kamu mengatakan ini bukan kalung milikmu?" ucap Rose sambil menyentuh kalung di lehernya.
__ADS_1
"Saya berbohong. Itu adalah kalung milik saya. Dan kalung itu adalah benda berharga bagi saya. Sepertinya kamu dapat melihat sosok saya ketika kamu menyentuh barang yang saya anggap berharga bagi saya sendiri." jelas Omura Oni.
Rose hanya diam mendengar penjelasan Omura Oni dan terus memegang kalung di lehernya.
"Itu adalah kalung pemberian ibu saya ketika saya masih menjadi manusia." lanjut Omura Oni.
"Kenapa kamu berbohong kepada saya? Bukankah kalung ini pemberian ibumu yang berharga? Kenapa kamu memberikan ini kepada saya?" tanya Rose dengan sedikit merasa bersalah.
"Karena kamu lebih berharga dari kalung itu. Saya ingin kamu selalu bisa melihatku. Ketika kamu tidak dapat melihatku. Entah kenapa saya merasa sangat kacau dan tidak bersemangat." ucap Omura Oni.
Mendengar pernyataan Omura Oni. Wajah Rose memerah.
"Lain kali kamu tidak usah berbohong. dan apa maksudmu saya ini lebih berharga?" tanya Rose.
"Saya mencintaimu Rose." ungkap Omura Oni mengutarakan perasaannya kepada Rose.
Wajah Rose makin merah merona seperti tomat. Dia segera memegang kedua pipinya yang merah dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Rose merasakan panas di sekujur wajah dan tubuhnya.
"Sa.. Saya binggung harus menjawab apa? Ini pertama kalinya ada pria yang menyatakan cintanya ke saya." jawab Rose yang malu-malu kucing.
"Tidak apa-apa Rose. Saya hanya ingin memberitahumu. Sekarang ayo kita kembali ke masalah, raja malaikat maut telah memerintahkan Hades untuk menjemputmu ke akhirat. Ajalmu telah tiba. Tadi saya memukul Hades yang mencoba mencabut nyawamu." jelas Omura Oni menceritakan kronologi kejadian ketika di rumah Rose barusan.
"Kamu memukul rekanmu sendiri? Bagaimana kamu akan kembali menghadap raja malaikat?" ujar Rose yang mulai mencemaskan keadaan Omura Oni.
"Sepertinya saya tidak akan kembali ke akhirat lagi. Sekarang kita pasti akan diincar oleh Hades dan malaikat lainnya. Untuk sementara kamu akan tinggal di hutan ini. Saya akan membantu menjagamu dari ancaman Hades dan malaikat lainnya. Maaf sudah menyusahkanmu." ujar Omura Oni.
"Tidak apa-apa. Saya yang harus berterima kasih kepadamu karena sudah melindungiku. Saya juga senang bisa tinggal bersamamu. Mohon bantuannya tuan Omura." ucap Rose disertai senyuman bahagianya.
Omura Oni membuatkan sebuah gubuk sederhana dari kayu dan jerami. Langit sudah menampakkan senjanya tanda malam akan tiba.
"Saya membuatkan kamar untukmu. Pergilah beristirahat." ucap Omura Oni menunjukkan ruang kamar sederhana dalam gubuk yang dia buat.
"Kamu tidak tidur?" tanya Rose.
"Kami para malaikat tidak pernah tidur, karena kami tidak butuh tidur untuk beristirahat. Kamu tidurlah, saya akan berjaga di luar pintu kamarmu." ucap Omura Oni.
Bersambung...
Bagaimana kelanjutan hubungan Omura Oni dan Rose. Ayo teman-teman baca kelanjutan ceritanya ya. mohon like dan comentnya ya. terima kasih.
__ADS_1