HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Kalung Omura Oni.


__ADS_3

Omura Oni kehilangan kalungnya ketika berada di rumah seorang janda tua ketika dia memperhatikan anak dari janda tua tersebut yang bernama Rose. Ketika berusaha mencari kalung tersebut. Omura Oni akhirnya menemukan kalungnya sedang dipakai oleh Rose.


"Hei... Itu kalungku!" ujar Omura Oni yang langsung keluar dari tempat persembunyiannya di bawah meja.


Rose terkaget melihat Omura Oni yang keluar dari bawah meja.


"Kyahhhh. Bukankah kamu pencuri yang semalam? Ehh.. Bukan. Kamu hantu yang semalam! Jangan-jangan kamu hantu yang mencuri!" jerit Rose yang terkejut melihat sosok Omura Oni keluar dari bawah meja.


"Kamu ini!!! Sudah mencuri kalungku! Menuduhku pencuri! Menuduhku hantu! Seenaknya saja menuduhku seperti itu. Sungguh kejam tuduhanmu!" protes Omura Oni yang kesal dengan semua tuduhan yang diberikan kepadanya sambil menunjuk kalung yang dipakai Rose.


Mendengar perkataan Omura Oni. Rose menunduk dan melihat kalungnya. Dia kemudian memegang kalung yang dipakainya itu dengan tangannya.


"Ini kalung ibuku. Saya tidak mencurinya. Saya menemukannya dirumahku. Bagaimana bisa kamu berkata ini milikmu!" bantah Rose.


"Itu milikku nona. Kamu lihatlah huruf yang tergantung pada kalung tersebut. Tertulis huruf O pada kalung tersebut. Itu melambangkan namaku Omura Oni. Sini! Kembalikan padaku!" ujar Omura Oni membuka tangannya meminta kembali kalungnya.


"Terus kenapa ini bisa berada di rumahku? dan sebenarnya siapa kamu? Kenapa kamu bisa masuk ke rumah ku? Padahal kan ini di kunci." ucap Rose yang masih tidak mau menyerahkan kalungnya.


Melihat keras kepalanya gadis itu. Omura Oni sedikit kesal.


"Saya adalah seorang malaikat maut. Saya kesini untuk mencabut nyawa ibumu. Seharusnya kamu tidak dapat meihatku. Entah kenapa kamu malah bisa melihat sosokku. Sungguh sangat merepotkan." keluh Omura Oni.


Mendengar pengakuan Omura Oni yang telah mencabut nyawa sang ibu. Rose sangat marah.


"JADI KAMU TELAH MEMBUAT IBU SAYA MENINGGAL DUNIA!!! KAMU JAHAT!!! DASAR PEMBUNUH!!!" bentak Rose.


"Bu... Bukan seperti itu. Saya adalah malaikat maut. Sudah tugas saya mencabut nyawa orang." jelas Omura Oni yang berusaha menenangkan amarah Rose.


"Pergi kau!!! dasar pembunuh!!!" teriak Rose lagi disertai lemparan remote ke arah Omura Oni.

__ADS_1


Omura Oni sangat kesal mendapat perlakuan seperti ini dari Rose.


"KAMU NGERTI GAK SIH? SAYA MALAIKAT MAUT! SUDAH TUGAS SAYA MENCABUT NYAWA ORANG! LAGIAN IBUMU JUGA SUDAH SAKIT-SAKITAN! KAMU MAU DIA MENDERITA TERUS DISINI???" bentak balik dari Omura Oni yang sangat marah dan kesal.


Melihat Omura Oni yang marah dan membentaknya. Rose mulai melunak, dia menyadari bahwa dari tadi dia terus memojokkan Omura Oni.


"Sepertinya saya sudah keterlaluan menuduhnya dan memojokkannya." pikir Rose.


"Maaf, saya tadi terbawa emosi. Saya baru saja kehilangan ibu. Ini membuat pikiran saya sedikit kacau." ungkap Rose.


Melihat Rose yang melunak. Emosi Omura Oni juga mulai mereda.


"Tidak apa-apa. Saya juga minta maaf, seharusnya saya memaklumi kamu yang baru saja kehilangan ibu. Kamu tenang saja. Ibu kamu juga sudah tenang dan akan bereinkarnasi kembali." ucap Omura Oni memberitahu Rose keadaan ibunya.


"Oya? Apakah ibu menitipkan pesan terakhir untukku?" tanya Rose penasaran dengan ibunya.


"Ketika arwahnya keluar, dia melihat kamu memeluk jasadnya dan dia berkata bahwa dia senang karena sudah tidak merepotkan kamu lagi di dunia ini. Saya rasa dia cukup senang untuk meninggal dan terbebas dari penderitaannya." jelas Omura Oni menceritakan kronologi kepada Rose.


"Sepertinya saya terlalu khawatir kepada ibu. Ternyata ibu sudah berbahagia sekarang. Terima kasih pak malaikat. He.. He.." ucap Rose disertai pesona senyuman manisnya yang mematikan.


Omura Oni tersipu malu melihat wajah manisnya Rose.


"Tidak masalah. Panggil saya Omura Oni. Itu nama saya." jawab Omura Oni yang tidak berani menatap langsung ke wajah Rose.


"Baiklah, Omura." ucap Rose.


Rose kemudian melepaskan kalung yang diminta Omura Oni. Kemudian Rose berjalan ke arah Omura untuk memberikan kalung kepadanya.


Omura Oni menerima kalung tersebut, tetapi sosok Omura Oni langsung menghilang dari hadapan Rose.

__ADS_1


"Eh... Kemana hilangnya Omura?" ucap Rose yang kebingungan.


Sementara sang malaikat Omura Oni masih berdiri di hadapan Rose. Omura Oni memanggil Rose beberapa kali, bahkan suara Omura Oni juga tidak dapat di dengar Rose.


"Aneh... Barusan saja Rose dapat melihat wujudku dan mendengar suaraku. Kenapa sekarang sudah tidak bisa?" pikir Omura Oni.


Omura Oni berpikir sejenak, kemudian dia membuang kembali kalung yang ada di tangannya. Melihat sebuah kalung tiba-tiba terjatuh, Rose pun memungutnya kembali. Ketika dia menyentuh kalung tersebut. Tampak sepasang kaki yang berdiri di hadapannya. Itu adalah kaki Omura Oni.


"Kemana saja kamu? Dasar tidak sopan. Kamu pergi begitu saja begitu di berikan barang." kata Rose.


Omura Oni mulai menyadari beberapa hal. Jika Rose menyentuh kalung miliknya maka Rose akan dapat melihatnya. Kalung tersebut sebenarnya mempunyai nilai berharga bagi Omura Oni, tetapi Omura Oni sepertinya masih ingin bersama Rose untuk sementara waktu.


"Ehh... Rose, sepertinya saya salah kalung. Sepertinya itu bukan kalung milik saya. Sepertinya itu memang kalung milik ibumu." ucap Omura Oni yabg berbohong kepada Rose.


"Bukankah tadi kamu ngotot mengatakan bahwa ini adalah kalung milikmu? Kenapa sekarang kamu mengatakan bukan milikmu? Coba periksalah sekali lagi." ucap Rose yang kembali menawarkan kalung tersebut kepada Omura Oni.


"Tidak usah. Sudah saya periksa. Itu bukan milikku. Sepertinya itu memang milik ibumu. Kamu simpanlah." ucap Omura Oni.


"Baiklah, jika begitu akan kupakai kembali kalung ini." ucap Rose sembari mengalungkan kembali kalung itu ke lehernya.


"Jadi tuan malaikat. Apakah saya bisa tahu dimana ibu saya dilahirkan kembali?" tanya Rose.


"Sudah saya katakan. Panggil saja saya Omura. Untuk ibumu saya tidak tahu dimana dia akan dilahirkan. Tugas kami para malaikat hanya mengantar sampai tempat selanjutnya setelah kematian. Jika ibumu banyak berbuat kebaikan, bisa saja dia terlahir di keluarga yang baik." jelas Omura Oni.


"Oo.. Begitu ya. Kalau begitu saya tidak perlu khawatir karena ibu saya adalah orang yang baik. Terima kasih tuan... O.. M.. U.. R.. A.." goda Rose ke sang malaikat.


Mereka berdua seketika menjadi akrab. Seperti sudah berteman lama. Setelah kejadian itu, Omura Oni sering mengunjungi Rose di rumahnya. Bahkan terkadang Omura Oni menemani Rose berpergian. Hanya Rose yang dapat melihat Omura Oni. Tetapi Omuta Oni masih menyembunyikan alasan kenapa Rose bisa melihat wujud dan mendengar suaranya.


Sampai suatu ketika...

__ADS_1


Bersambung...


Teman-teman, terima kasih yang sudah membaca novel HAI.. MALAIKAT MAUTKU. Mohon like dan subscribenya ya. Serta mohon kritik dan komentarnya agar saya dapat menulis lebih baik lagi. 🙏


__ADS_2