HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Ayo Mendaki Gunung.


__ADS_3

Omura Oni telah kehilangan istri dan putranya. Istrinya telah meninggal dan putranya telah jatuh ke jurang. Ketika Omura Oni mencoba mencari jasad putranya. Dia sama sekali tidak dapat menemukannya di dasar jurang.


Sejak kejadian itu. Omura Oni mulai mencari dan mengumpulkan pasukan sehingga terkenal menjadi raja iblis. Sedangkan Hades dari kabar yang terdengar telah menjadi raja malaikat setelah dia berhasil mempengaruhi para malaikat dan membunuh raja malaikat.


Kembali ke masa sekarang yaitu 1.000 tahun kemudian.


"Begitulah cerita hubungan saya dengan Hades. Sang raja malaikat. hubungan ini telah terbentuk lebih dari 1.000 tahun." ucap Omura Oni yang selesai menceritakan masa lalunya kepada Lin, Ying, Karasu dan juga Hitomi.


"Ohh.. Jadi itu alasan kenapa saya dapat melihat wujud Lin jika saya menyentuh Ying. Apakah Ying dan Lin mempunyai hubungan khusus? sehingga Ying menjadi orang yang berharga bagi Lin." tanya Hitomi sambil melihat Ying.


"Tidak seperti itu. Saya dan Lin hanya teman biasa. Ha.. Ha.." jawab Ying yang tersipu malu.


"Oh.. Ha.. Ha.." tawa Hitomi melihat tingkah Ying.


"Tetapi kenapa saya bisa melihat Omura Oni? Bukankah kamu juga seorang malaikat?" tanya Hitomi kembali.


"Karena saya telah berhubungan dengan manusia. Aura dan energi saya telah bercampur dengan aura manusia Rose. Dan juga selama ini energi Rose masih terus menempel pada saya karena saya menyimpan arwahnya. Jadi tidak heran bila kamu bisa melihatku karena sudah bisa dianggap saya adalah setengah manusia." jelas Omura Oni kepada Hitomi.


"Jadi kamu belum menemukan putramu sampai sekarang?" tanya Lin setelah mendengar cerita dari Omura Oni.


"Belum. Saya masih berusaha mencarinya sampai sekarang agar saya dapat membiarkan arwah Rose bertemu dengannya sekali lagi." ucap Omura Oni yang memamerkan kalung dengan permata biru yang bercahaya yang berisi jiwa dari Rose.


"Bukankah kalaupun putramu masih hidup dan berjumpa lagi. Putramu pasti sudah tua dan mati beberapa ratus tahun yang lalu." ungkap Ying kepada Omura Oni.


"Ya. Seharusnya dia sudah meninggal beberapa ratus tahun yang lalu jika saja dia masih hidup. Dan sudah mengalami beberapa reinkarnasi. Tetapi takdir tidak dapat di tebak. Mungkin saja suatu hari saya dapat bertemu dengannya." jawab Omura Oni setelah mendengarkan perkataan Ying.


"Tuan.. pernahkah anda mendengar cermin reinkarnasi? Saya dengar cermin itu dapat melihat reinkarnasi kita di beberapa kehidupan yang lalu" tanya Karasu yang sepertinya merasa simpati kepada Omura Oni.


"Ohh..saya pernah mendengarnya dari Hades 1.000 tahun yang lalu. Tetapi sepertinya cermin tersebut berada di neraka dan di jaga oleh naga berkepala delapan, hewan suci di neraka. Tidak akan mudah untuk mendapatkannya." ucap Omura Oni.


"Baiklah ayo kita coba untuk mencurinya." ajak Lin kepada Omura Oni.


"Ha.. Ha.. Saya suka keberanianmu Lin. Tetapi apakah kamu yakin. Mungkin kamu tidak akan dapat kembali ke sini lagi jika kamu tertangkap disana." Omura Oni memperingatkan Lin tentang resikonya.


"Saya yakin. Saya juga ingin menggunakan cermin itu untuk mengetahui masa lalu saya." ucap Lin dengan tekad bulatnya.


"Saya ikut ke neraka ya." ucap Ying kepada Lin.

__ADS_1


Lin menatap Ying sementara.


"Tidak boleh." jawab Lin menolak permintaan Ying.


"Di neraka tidak sama dengan dunia manusia. Suhu udara di sana sangat panas. Tubuhmu tidak akan tahan terhadap suhu di sana." jelas Lin mengungkapkan alasannya kepada Ying atas penolakannya.


"Ta.. Tapi bukankah saya sudah berjanji akan membantumu mencari ingatan masa lalumu? Dan kamu juga harus menjagaku. Tidak ada yang melindungiku ketika kamu ke neraka." balas Ying.


Lin tidak bisa berkata apa-apa. Perkataan Ying ada benarnya. Lin takut ketika mereka semua pergi untuk mencuri cermin di neraka. Ying akan diserang malaikat lain meskipun Sean telah mati.


"Baiklah. Tapi bagaimana cara supaya kamu bisa bertahan disana? Tubuhmu akan kepanasan dan tidak akan tahan disana." ucap Lin sembari memikirkan cara untuk Ying.


"Ayo kita cari Baba Yaga." tiba-tiba Karasu menyelutuk.


"Baba Yaga? Siapa dia?" tanya Lin keheranan.


"Baba Yaga adalah seorang penyihir yang sudah berusia 2.000 tahun. Dia tinggal di puncak gunung Fuji. Sudah lama saya tidak berjumpa dengan nenek tua itu." ucap Omura Oni.


"Untuk apa kita pergi menemuinya?" tanya Ying yang juga kebingungan.


Mereka akhirnya setuju untuk mencari dulu penyihir Baba Yaga.


"Kebetulan ayahku mempunyai penginapan dekat gunung Fuji. kalian bisa tinggal di sana." ucap Hitomi.


"Ternyata keluargamu lumayan kaya ya Hitomi." ucap Ying terkejut setelah mendengar perkataan Hitomi.


"Hanya penginapan sederhana. He.. He.." balas Hitomi.


Keesokan harinya semua berangkat ke gunung Fuji. Lin dan Hitomi naik kereta api dari Prefektur Kanagawa menuju Honshu, pulau tempat gunung Fuji berada.


Akhirnya mereka tiba di penginapan keluarga Hitomi. Penginapan yang lumayan luas dengan beberapa kamar dan pemandian air panas.


"Sudah malam, ayo kita beristirahat. Kita akan mendaki gunung Fuji esok hari." ucap Hitomi.


beberapa dari mereka semua beristirahat dengan lelap.


Terlihat Lin yang duduk di atas atap penginapan menikmati sinar bulan yang sangat indah.

__ADS_1


"Rupanya kamu suka bulan juga ya?" terdengar suara dari belakang Lin yang ternyata adalah Omura Oni.


"Kenapa anda berada di sini?" tanya Lin.


"Sama sepertimu. Saya juga mau menikmati sinar bulan." jawab Omura Oni.


Omura Oni duduk di sebelah Lin.


"Sepertinya kamu sangat mencintai gadis kecil itu ya." ucap Omura Oni meledek Lin.


"Saya hanya berusaha melindunginya. Itu saja." ucap Lin menyangkal perkataan Omura Oni.


Omura Oni hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa lagi. Malam pun berlalu dengan damai.


Pagi telah tiba. Cuaca sangat cerah.


"Baiklah. Ayo kita daki gunung Fuji." ucap Ying yang bersemangat.


"Bukankah kami cukup membawa terbang kalian ke puncak gunung saja." ucap Lin memamerkan sayap malaikatnya.


"No.. No.. Saya dari dulu tinggal di pesisir laut. Sangat jarang ke gunung. Pokoknya saya ingin mendaki gunung." ucap Ying yang keras kepala.


"Kamu sangka ini piknik ya? Kita kesini juga karena kamu memaksa untuk ikut ke neraka. Dasar merepotkan." Lin memarahi Ying.


"Pokoknya tidak mau terbang. Saya mau mendaki gunung. Hua..." Ying merenggek- renggek di tanah seperti anak kecil.


"Sudahlah Lin. Kita juga tidak terlalu terburu-buru. Ayo kita menemani mereka mendaki gunung." bujuk Hitomi.


"Saya rasa juga tidak ada salahnya sedikit berjalan kaki tuan." Karasu ikut-ikutan membujuk Lin.


"Ha.. Ha.." Omura Oni hanya tertawa melihat tingkah mereka.


Akhirnya Lin terpaksa menyetujui permintaan Ying...


Bersambung...


Apakah misi mereka akan berhasil? Dan apakah mereka dapat bertemu Baba Yaga sang penyihir. Yuk teman-teman ikuti terus kisahnya ya. Terima kasih sudah membaca. Mohon like dan comentnya ya.🙏

__ADS_1


__ADS_2