
Omura Oni dan Rose akhirnya menjadi suami istri dan mempunyai anak. Ketika Rose dan Omura Oni hendak pulang setelah Rose selesai melahirkan. Tanpa sengaja mereka berdua bertemu Hades dan malaikat lainnya yang berada di rumah sakit yang sama untuk mencabut nyawa pasien lainnya. Hades dan 4 malaikat lainnya segera menghampiri Omura Oni dan Rose.
"Lawanmu adalah 4 malaikat ini Omura. Dan saya akan mengurus wanita dan anak bayi itu. Ha.. Ha..." ujar Hades sambil menunjukkan jarinya ke arah Rose dan bayinya.
"B*jingan kau Hades. Mereka tidak bersalah. Akulah lawanmu. Hadapi saja aku." ujar Omura Oni dengan penuh emosi.
"Sudah terlambat Omura, hei kalian semua, hajar Omura. Akan kubawa dia ke hadapan raja." ucap Hades memberi perintah kepada 4 malaikat lainnya.
Setelah mendengar perintah Hades. Keempat malaikat tersebut segera menyerang Omura Oni. Sedangkan Hades segera menuju ke tempat Rose bersama bayinya. Omura Oni berusaha menahan serangan keempat malaikat tersebut, tetapi apa daya. Jumlah mereka terlalu banyak. Omura Oni terpojok dan tidak dapat melindungi Rose.
"ROSE! CEPAT LARI!!" teriak Omura Oni.
Rose segera berlari sambil mengendong bayi di tangannya.
"Ha.. Ha.. Mau lari kemana kau." ucap Hades yang langsung mengejar Rose dan bayinya.
Rose berlari keluar rumah sakit. Perutnya terasa sakit dan nyeri setelah melahirkan. Perlahan-lahan dari alat vital Rose mengalir darah karena belum terlalu pulih pasca melahirkan disertai gesekan akibat berlari kencang.
"Ryuta.. Kamu harus bertahan. Ibu akan melindungimu nak." gumam Rose yang terus berlari tanpa melihat ke belakang.
Rose berlari menuju hutan (cerita mengambil waktu jaman 1.000 tahun yang lalu, maka keadaan di sekitar sangat asri dan masih banyak hutan juga gunung), tetapi Omura Oni hampir berhasil mengejarnya. Sampailah Rose ditepi jurang.
"Gawat. Ini buntu!" ucap Rose melihat di depannya terdapat jurang yang dalam.
Hades juga sudah tiba di belakang Rose. Rose berbalik, Rose tidak tahu dimana Hades berada karena Rose tidak dapat melihat malaikat lain selain Omura Oni. Rose berdiri ketakutan sambil memeluk erat bayinya. Dia tidak berani kabur dari tempat itu karena pendarahannya semakin hebat mengakibatkan tubuhnya mulai lemas dan dia tahu Hades pasti berada di sekitar sana meskipun dia tak dapat melihatnya.
"Tuan Hades. Meskipun saya tidak dapat melihat wujudmu dan mendengar suaramu, tetapi saya tahu kamu dapat mendengar apa yang saya ucapkan. Saya memohon kepadamu. Ampunilah putra kami. Dia sama sekali tidak bersalah. Dia tidak memiliki dosa apapun. Kumohon kepadamu." Mohon Rose.
"Jika kamu ingin mengambil nyawaku. Silahkan cabut saja nyawaku. Tapi biarkan putraku hidup." mohon Rose sekali lagi sambil memeluk erat anaknya.
__ADS_1
Hades tidak langsung membunuh Rose. Dia menatap Rose sebentar.
"Dasar j*lang. Kamu yang menyebabkan Omura Oni berkhianat kepada kaum malaikat." gumam Hades.
Hades berjalan ke arah Rose tanpa dia ketahui. Rose hanya bisa pasrah menunggu belas kasihan Hades. Ketika Hades bersiap akan mencabut nyawa Rose.
"Hades!!" terdengar teriakan suara Omura Oni.
Hades berbalik melihat ke belakang. Di sana sudah berdiri Omura Oni. Tubuhnya penuh dengan luka dan telah babak belur.
"Omura!" ucap Rose yang melihat Omura datang.
"Bagaimana kamu bisa ada disini?" tanya Hades.
"Saya berhasil mengalahkan 4 malaikat itu semua. Kumohon Hades ampuni nyawa istri dan putraku." mohon Omura kepada Hades.
"Ampuni? Saya tidak habis pikir Omura. Kenapa kamu membuang statusmu sebagai malaikat maut hanya demi wanita ini. Kamu sampai dikejar-kejar selama ini. Apa istimewanya dia?" tanya Hades.
"Maka dari itu, kumohon Hades. Lepaskan Rose dan putraku." mohon Omura sekali lagi kepada Hades.
"Saya muak mendengar kamu menyebut kata cinta. Mati saja kau!" ujar Hades yang menerjang ke arah Omura.
Hades langsung terbang dan mencengkram leher Omura.
"Hoekk" suara Omura Oni yang menerima cekikan Hades. Cekikan Hades membuat Omura Oni tidak dapat berbuat apa-apa. tubuhnya juga sudah babak belur melawan 4 malaikat sebelumnya.
"Kamu minta ampunan? Baiklah! Akan kuampuni kalian. Sekarang pergilah ke tempat putra dan istrimu!" ucap Hades yang melemparkan Omura Oni ke arah Rose dan putranya.
Tubuh Omura Oni terlempar menghantam tubuh Rose yang berada di pinggir jurang. Alhasil, tubuh mereka terdorong jatuh ke jurang.
__ADS_1
Hades melihat mereka jatuh ke jurang lalu segera pergi.
"Sesuai janjiku Omura. Akan kuampuni kau hari ini." ucap Hades yang sedang terbang meninggalkan tempat tersebut.
Sedangkan di dinding tebing jurang, tampak sebuah tangan memegang erat sebuah batu yang menonjol pada dinding tebing jurang tersebut. Itulah tangan Omura Oni. Sebelah kiri tangannya memegang batu di tepi jurang. Sebelah kanannya memeluk Rose yang sedang mengendong putranya.
"Rose.. Rose.. Bertahanlah!" panggil Omura yang melihat Rose makin melemah.
"Omura. Sepertinya saya sudah mencapai batasku. Kumohon, kamu harus menjaga Ryuta. Terima kasih sudah menjagaku selama ini." ucap Rose dengan nada yang lemah.
"Bertahanlah Rose.. Kamu akan hidup dan menjaga Ryuta. Bertahanlah sedikit lagi." ujar Omura Oni. Dia mencoba mengepakkan sayao malaikatnya berharap dapat terbang membawa istri dan putranya ke atas. Tetapi karena tubuhnya sudah babak belur, tenaga Omura juga hampir habis.
"Omura... Terima kasih sudah mencintaiku. Selamat tinggal." ucap kalimat terakhir Rose.
Rose meninggal karena pendarahan hebat. Dia kehabisan darah, tubuhnya yang mengendong Ryuta juga menjadi lemas, gendongannya akhirnya perlahan-lahan terbuka dan Ryuta terjatuh ke bawah jurang.
"Tidak.. Tidakk.. ROSE... RYUTA!!!" teriak Omura Oni dengan raungan kesedihannya. Air matanya tidak habis mengalir terus-menerus.
Akhirnya setelah berusaha Omura Oni dapat mengepakkan sayapnya perlahan-lahan dan terbang ke atas tebing.
Rose telah meninggal. Omura Oni memandang Rose dengan penuh kesedihan. Kini dia telah kehilangan istri dan putranya. Omura Oni melepaskan kalung yang ada di leher Rose.
"Rose. Akan kusimpan jiwamu di dalam kalung ini. Kamu akan tertidur sementara sampai saya menemukan anak kita Ryuta." ucap Omura Oni yang mengeluarkan jiwa Rose dan memasukkan ke dalam sebuah kristal di kalung tersebut.
"Saya tidak akan membuatmu bersedih. Lebih baik kamu beristirahat dulu daripada kamu mengetahui kondisi Ryuta sekarang." ucap Omura Oni sambil mengenakan kalung yang berisi jiwa Rose.
Omura Oni turun ke bawah jurang untuk mencari Ryuta. Tetapi Omura Oni sama sekali tidak menemukan Ryuta bahkan jasadnya juga tidak nampak sama sekali.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih teman-teman yang sudah membaca novel saya. Mohon like dan comentnya ya agar saya dapat mengembangkan kemampuan saya.🙏