
Setelah mendengar ungkapan hati Ying. Gejolak emosi dalam hati Corlina Cobra sedikit mereda.
"Kamu tidak akan mengerti tentang perasaanku. Rasa ketika kepedulian dan ketulusan kita terhadap sesama terkhianati hanya karena perbuatan dari orang-orang bejat nan serakah di dunia ini. Kamu adalah gadis yang baik. Saya berharap hal yang menimpa diriku tidak akan terjadi kepadamu. Pergilah nona kecil... Saya berharap bisa berteman kepadamu di kehidupan yang akan datang bila diberikan kesempatan." beberapa kata terakhir yang terucap dari bibir Corlina Cobra sebelum meninggal.
Corlina Cobra akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dikarenakan kehilangan banyak darah. Kini Lin dan teman-teman lainnya dapat melanjutkan kembali perjalanannya. Sebagai penghormatan terakhir, Ying meminta bantuan Reika untuk mengkremasi jasad Corlina Cobra dengan api birunya.
Di tengah kobaran api kremasi, Ying dan Hitomi menyatukan kedua telapak tangan setinggi dada dan berdoa untuk Corlina Cobra. Tampak butiran cahaya biru terbang menyebar ke udara.
"Apa itu Lin?" tanya Ying di tengah kegiatan doanya.
"Itu adalah serpihan arwah Corlina Cobra yang tersucikan oleh api biru Reika. Sekarang dia telah menyatu dengan alam dan dunia ini." jelas Lin menjawab pertanyaan Ying.
"Ooh.. Apakah dia akan bisa bereinkarnasi lagi?" tanya Ying kembali.
"Mungkin saja bisa suatu hari nanti. Jika semua serpihan arwahnya telah berkumpul dan menyatu kembali. Sekarang ayo kita lanjutkan perjalan kita untuk mencari cermin reinkarnasi." ajak Lin ke tujuan mereka semula.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke neraka tingkat selanjutnya.
Di sisi lain, terlihat Hades bersama dua sosok pengawal berada di suatu tempat di bawah laut. Tempat tersebut tampak tidak asing. Mereka bertiga sedang duduk bersama menunggu seseorang dalam sebuah ruangan.
"Tuan, saya mendapat penglihatan ada beberapa orang yang menyusup ke neraka untuk mencuri cermin reinkarnasi. Terlihat juga beberapa penjaga neraka kita telah gugur dalam pertempuran termasuk Corlina Cobra." seorang pengawal yang duduk bersama Hades menginfokan situasi neraka saat ini.
"Cermin reinkarnasi? Sepertinya para penyusup itu berniat bunuh diri dengan mendatangi cermin tersebut. Tidak usah menghiraukan mereka dulu untuk saat ini. Ada hal yang lebih penting yang harus kita urus untuk saat ini. Untuk penjaga yang telah gugur, akan kita cari penggantinya nanti setelah kembali ke neraka." ujar Hades kepada pengawalnya.
Tak lama setelah percakapan itu terjadi...
__ADS_1
"Apa kabar Hades?" sapa seseorang yang baru memasuki ruangan bersama dengan seorang jenderal di sisinya.
"Baik.. raja naga Long (Raja naga yang memberikan tiga cawan arak kepada Lin) dan juga jenderal Han." balas Hades menanggapi sapaan raja naga Long barusan.
"Baiklah raja naga Long, tanpa berbasa basi lagi saya ingin membahas rencana kita yaitu rencana merebut istana surgawi." sambung Hades.
Cerita kembali ke Lin dan teman-temannya. Mereka telah tiba di neraka tingkat 5 dan tidak ada yang berjaga di lantai tersebut. Begitu pula dengan lantai 6 dan seterusnya. Sampai akhirnya mereka tiba di hadapan tangga yang menuju neraka tingkat 8 dimana itu merupakan tempat cermin reinkarnasi berada.
"Sepertinya kalian sedang beruntung. Tuan Hades dan 2 jenderal utama lainnya sedang tidak berada di tempat. Ini adalah jalan menuju neraka tingkat 8. Tempat yang tidak pernah di kunjungi penghuni neraka disini." ujar Reika.
"Kenapa kamu tidak menahan kami lagi?" tanya Karasu kepada Reika.
"Saya tidak tertarik dengan cermin reinkarnasi dan berdasarkan rumor yang pernah saya dengar. Tidak ada orang yang pernah keluar lagi setelah memasuki neraka tingkat 8. Disana adalah neraka tergelap yang tak pernah terjangkau oleh cahaya apapun. Bahkan api saja tak akan sanggup menyala dan menerangi neraka tingkat 8." jawab Reika.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Reika?" tanya Hitomi yang sedikit penasaran.
"Padahal dia kalah dari Karasu." bisik Ying kepada Hitomi, tetapi terdengar oleh Reika.
"Apa katamu cebol?? Saya tidak kalah dari gagak jelek itu. Saya hanya mengalah saja karena dia tidak mempunyai semangat bertarung lagi. Hmm.." keluh Reika dengan wajah cemberutnya.
"Sudah.. Sudah.. Bagus juga jika dia tidak menahan kita disini. Akan jadi sedikit merepotkan jika dia mencoba menahan kita. itu akan membuang sia-sia tenaga kita. Sekarang ayo kita masuk ke dalam." ajak Lin kepada semuanya.
Akhirnya Lin, Ying, Karasu, Hitomi dan 2 ekor anjing neraka turun dari tangga menuju ke ruangan neraka tingkat 8 yang gelap gulita.
Satu per satu masuk ke ruangan dan Hitomi adalah orang terakhir yang memasuki ruangan tersebut.
__ADS_1
"Halo teman-teman..." sapa Hitomi tanpa ada satupun yang merespon sapaannya di ruangan yang gelap gulita itu.
"Teman-teman... Dimana kalian?? Ying... Tuan Lin... Karasu... Huoku... Bingku...." Hitomi yang terus menerus memanggil nama mereka satu per satu bahkan memanggil nama 2 ekor anjing neraka yang bersama mereka. Tetapi tetap saja sia-sia. Jangankan suara sahutan dari teman-temannya, bahkan suara anjing saja tidak terdengar. (Kasihan dicuekin orang, dicuekin anjing lagi.)
Hitomi mulai gelisah dan takut. Dia hanya sendiri di ruang yang gelap ini. Tak berapa lama kemudian... Muncul setitik cahaya yang mulai membesar membentuk persegi panjang seukuran pintu ruangan.
"Ada cahaya!" gumam Hitomi yang tidak menyia-nyiakan kesempatannya. Dia segera berlari ke arah pintu cahaya tersebut. Hitomi sampai dan masuk menembus pintu cahaya tersebut.
"Rita.. Rita..." terdengar suara seorang pria membangunkan Hitomi.
Hitomi perlahan membuka matanya.
"Dimana saya? Sepertinya tadi saya telah masuk ke sebuah cahaya berbentuk pintu, kemudian saya tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya." gumam Hitomi yang masih setengah sadar.
"Rita.. Bangunlah. Rita..." lanjut panggilan suara pria yang tadi.
"Rita??? Siapa dia?" pikir Hitomi sambil melihat ke arah suara itu berasal.
"Tu.. Tuan Lin? KYAHHHHHH! MESUMMMM! KENAPA ANDA TIDAK MENGENAKAN PAKAIAN???" ujar Hitomi yang melihat seorang pria yang mempunyai wajah mirip dengan Lin tidak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya.
"Pakaian? Bicara apa kamu Rita? Bukankah kita adalah sepasang kekasih? Kamu juga tidak menggenakan apapun. Lihatlah sendiri tubuhmu." ujar pria tersebut sambil menunjuk tubuh Hitomi.
Hitomi segera mengarahkan tubuhnya ke bawah untuk melihat dirinya sendiri. Tak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya. Dia sungguh telanjang bulat.
"KYAHHHHHHHHHHHHHHH" jerit Hitomi dengan wajah merah seperti tomat.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih teman-teman untuk dukungannya. Mohon like dan comentnya ya. Silahkan juga sarannya agar saya bisa lebih baik. Sampai jumpa di chapter selanjutnya 🙏