HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Nasib Anak Omura Oni.


__ADS_3

Setelah Ryoku mendekati Hitomi dan mengangkat dagu gadis tersebut.


"Maaf... Saya tidak pernah menceritakan ungkapan perasaan saya kepadamu. Saya selalu mencoba dan berusaha menjadi kekasih yang sempurna untukmu." ucap Ryoku yang menatap dalam-dalam mata indah Hitomi.


Hitomi hanya diam tidak berkata dan menjawab apapun. Berselang beberapa waktu kemudian setelah Ryoku selesai berbicara, peristiwa aneh pun terjadi. Penglihatan Hitomi seakan-akan melihat semua yang ada di sekitarnya perlahan-lahan lenyap. Baik Ryoku maupun rumah tempat mereka berpijak berubah menjadi butiran-butiran cahaya yang terbang ke angkasa luas. Setelah semuanya sirna dari pandangan Hitomi, kini yang berada di hadapan Hitomi adalah sebuah cermin bersama dengan Lin dan Karasu yang berdiri di depannya. Sementara tubuh Ying dan Omura Oni terlihat sedang terbaring di lantai.


"Kamu sudah bangun Hitomi?" tanya Lin kepada Hitomi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain terlihat Omura Oni yang sedang terbang di atas langit dengan sayap malaikatnya.


"Dimana ini? Kenapa tadi saya yang sedang berada di kegelapan tiba-tiba berada di sini sekarang?" gumam Omura Oni yang melihat keadaan sekitarnya.


Terlihat hutan rimba yang luas membentang.


"Sepertinya tempat ini sedikit familiar? Saya pernah disini sebelumnya." gumam Omura Oni lagi.


"Ohh ya.. Ini hutan tempat dimana saya dan Rose kabur dari kejaran para malaikat. Sudah lama saya tidak datang ke tempat ini." ucap Omura Oni kepada dirinya sendiri.


"Tuan Omura!!" jerit seorang wanita dari dalam hutan.


Omura Oni yang mendengar suara tersebut. Segera menghampiri tempat sumber suara berasal. Setelah sampai disana terlihat yang memanggil adalah Rose. Omura Oni tertegun sejenak. Rasa senang dan binggung bercampur aduk menjadi satu.


"Rose?? Ba.. Bagaimana kamu bisa ada disini? Tapi syukurlah kamu baik-baik saja." ucap Omura Oni yang menuju ke arah Rose yabg sedang berdiri. Tetapi sebuah keanehan kembali terjadi. Tubub Omura Oni yang hendak memeluk Rose telah menembus tubuh wanita itu. Omura Oni sama sekali tidak dapat menyentuh Rose maupun benda-benda di sekitarnya.


"Ada apa ini? Kenapa tangan saya menembus setiap benda yang ingin saya sentuh?" gumam Omura Oni yang begitu kebingungan.


Omura Oni memperhatikan lagi Rose yang sepertinya tidak dapat melihat sosoknya itu. Terlihat perut Rose yang sangat besar dan bulat.

__ADS_1


"Sepertinya ini kondisi Rose ketika sedang mengandung anakku." gumam Omura Oni kembali.


"Tuan Omura.. Tuan Omura... Arrghh... Tuan..." teriak Rose tanpa berhenti memanggil Omura Oni yang tak kunjung kelihatan batang hidungnya sama sekali.


"Sepertinya Rose sedang kesakitan. Apakah dia mau melahirkan? Kemana saja diriku yang payah ini? Seandainya saya bisa membantu Rose." Omura Oni merasa bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri.


"Ya.. Saya datang Rose!" suara dari kejauhan.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya yang dinantikan telah datang. Omura Oni dari masa ini telah hadir.


"Ada apa Rose? Terjadi sesuatukah?" tanya Omura Oni yang terlihat panik.


"Pe.. Perutku sakit tuan." jawab Rose sambil terus memegang dan mengelus-ngelus perut buncit nan besarnya.


"Bagaimana bisa? Apakah kamu asal makan? Makanya perutmu jadi sakit. Atau kamu terlalu banyak makan pedas? Kan sudah saya ingatkan jangan makan terlalu pedas, kamu bisa kena diare." ujar Omura Oni memarahi Rose. (Dasar malaikat bego! Istrinya mau lahiran tuh!)


"A.. Apa? Melahirkan? Maaf Rose... Maaf... Ayo kita segera ke rumah sakit." Ucap Omura Oni yang segera mengendong Rose pergi ke rumah sakit.


Omura Oni dari masa depan hanya bisa menyaksikan rangkaian-rangkaian peristiwa yang telah terjadi di masa lalunya itu. Dia merasakan moment kesenangan kembali saat anaknya lahir ke dunia ini. Dia juga merasakan kesedihan dan kepedihan dari peristiwa kehilangan orang-orang terkasihnya. Luka batinnya kembali terbuka dengan reka ulang semua kejadian ini.


Sampai di moment anaknya telah jatuh ke dasar jurang, Omura Oni langsung mengikuti arah jatuhnya sang anak di dasar jurang.


"Oeee.. Oeee.. Oeee..." suara tangisan bayi pada lembah yang ada di dasar jurang.


Omura Oni sampai di lembah tersebut dan melihat kain yang membungkus tubuh anaknya tersangkut pada dahan-dahan tumbuhan yang tumbuh pada dinding-dinding jurang.


"A.. Anakku masih hidup. Syukurlah..." tangis bahagia Omura Oni pecah melihat bahwa anaknya ternyata tidak meninggal pada insiden tersebut.


"Oeee.. Oeee... Oeee..." anak Omura Oni terus menangis karena dinginnya dasar jurang tersebut di tambah tiada susu ataupun air yang mampu diminum untuk melepaskan rasa dahaganya.

__ADS_1


Omura Oni terus berusaha menolong anaknya. Namun apa daya, tubuhnya sama sekali tidak bisa menyentuh apapun.


"SIALLL! SIALLL! SIAL!" ujar Omura Oni yang memukul dirinya sendiri karena kesal tak dapat berbuat apapun untuk anaknya.


"Bila seperti ini terus anakku akan mati kedinginan dan kelaparan. Tidak adakah penduduk atau orang yang lewat di sekitar lembah ini. Bisa-bisa anakku menjadi santapan hewan buas. Bagaimana ini? Kumohon! Lewatlah seseorang, tolonglah anakku!." ucap Omura Oni dengan penuh pengharapan.


Doa Omura Oni seketika terkabulkan. Sepasang suami istri datang ke tempat anak Omura Oni.


"Sayang, apakah kamu mendengar suara bayi? Sepertinya suara bayi itu berasal dari sini." ucap sang suami kepada istrinya sambil menunjuk arah anak Omura Oni.


"Ya sayang. Lihatlah! Ada seorang anak yang tergantung di dahan pohon di tempat ini. Kenapa ada anak bayi di sini?" ucap sang istri yang keheranan melihat kejadian ini.


"Mungkin bayi ini terjatuh dari atas jurang. Beruntung dia bisa terselamatkan oleh dahan pohon di dinding jurang ini." ujar sang suami sambil menurunkan anak Omura Oni dari dahan pohon.


"Sayang.. Ayo kita rawat dia! Mungkin ini adalah karunia tuhan untuk kita. Mungkin juga anak ini telah berjodoh dengan kita." saran dari sang istri kepada sang suami.


"Baiklah! Ayo kita segera pulang. Anak ini pasti kedinginan dan kelaparan." ucap sang suami yang langsung menyetujui dan bergegas pulang sembari mengendong sang anak.


Omura Oni yang mendengar semua percakapan dan melihat tindakan mereka pun bergegas mengikuti mereka. Setelah sampai di kediaman suami istri tersebut, Omura Oni masih sibuk memastikan apakah anaknya masih bisa bertahan hidup setelah melewati kedinginan dan kelaparan. Omura Oni terus menemani anaknya sampai beberapa hari di kediaman mereka, meskipun tidak ada yang dapat melihat wujudnya.


Setelah melewati beberapa hari, kondisi anak Omura Oni berangsur membaik. Kondisinya sudah stabil dan baik sepenuhnya.


"Sayang, kita sudah merawat dia beberapa hari ini. Tetapi kita belum sempat memberi dia nama." beritahu sang istri kepada suaminya.


"Kamu betul, saya sudah memikirkan beberapa nama selama beberapa hari ini. Saya berniat menamainya RYOKU." tutur sang suami.


Bersambung...


Teman-teman terima kasih atas dukungannya. Mohon like dan comentnya ya. Sampai jumpa di chapter berikutnya. 🙏

__ADS_1


__ADS_2