
Harimau es telah mati terkena serangan Lin dan lainnya. Terlihat masa lalu harimau es yang menyedihkan dan membuatnya menjadi seperti ini. Omura mengubah arwah harimau es menjadi sebuah kristal.
"Akan kami antar kamu ke tempat anak dan istrimu. Kami berjanji." ucap Lin kepada permata arwah di tangan Omura Oni.
Mereka kembali ke tempat Baba Yaga dan membawa jasad harimau es tersebut.
"BRUAK" Lin meletakkan jasad harimau es di hadapan Baba Yaga.
"Sekarang kamu bisa membuat sesuatu untuk gadis ini agar bisa pergi ke neraka kan?" tanya Lin kepada Baba Yaga sambil menunjuk ke arah Ying.
"Saya akan membuat mantel dari kulit harimau ini. Harimau es ini sangat besar, saya rasa saya bisa membuatkan 2 mantel dari kulit ini." ucap Baba Yaga sambil memeriksa jasad harimau es. Dengan segera Baba Yaga menguliti harimau es tersebut. Dan mulai memotong dan menjahitkan mantel.
"Akan butuh waktu 2 hari untuk menyelesaikan ini semua. kalian beristirahatlah." instruksi dari Baba Yaga untuk mereka semua.
"Kalian dapat tinggal di sini. Ada beberapa kamar yang bisa kalian tempati. pergilah beristirahat dan jangan ganggu aku dulu." sambung Baba Yaga.
Nekomushi mengantarkan mereka ke kamar mereka masing-masing.
Malam pun tiba, semua beristirahat di kamarnya masing-masing. Omura yang sedang duduk bersantai di kamar mendengar ketukan pintu.
"Tok.. Tok... Tok..." bunyi suara pintu di ketuk.
Omura Oni berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Oh.. Kamu. Ada apa datang mencariku?" tanya Omura Oni.
"Tuan, saya ingin memohon sesuatu." ucap orang yang mengetuk pintu yang tak lain adalah Karasu.
"Ya? Permohonan apa yang ingin kamu minta sehingga mencariku malam-malam begini?" tanya Omura Oni.
"Tuan, kita akan pergi ke neraka untuk mencuri cermin reinkarnasi. Saya ingin memohon izin untuk bertemu dengan Tomo terakhir kalinya. Mungkin saja kita tidak akan selamat selama di neraka nanti." mohon Karasu kepada Omura Oni.
Mendengar permohonan tulus Karasu dan mempertimbangkan alasan Karasu akhirnya Omura Oni mengizinkan permohonannya.
"Baiklah Karasu. Tapi ini akan menjadi pertemuanmu yang terakhir dengan anak itu. Sebagai iblis, kita tidak bisa bersama manusia terlalu lama karena itu akan membuat mereka dalam masalah." jelas Omura Oni.
"Baik tuan." Karasu menyetujuinya janjinya.
Malam itu Karasu terbang berangkat ke tempat Tomo. Anak yang telah merawat dan menyelamatkannya dulu. Karasu berubah ke wujud gagaknya.
Pagi telah tiba. Karasu telah tiba di rumah Tomo. Karasu hinggap di sebuah pohon yang berada di samping rumah Tomo.
__ADS_1
"Ayah.. Ibu.. Saya pergi dulu." ucap seorang anak keluar dari rumahnya. Anak tersebut tidaklah asing. Dia adalah Tomo. Sekarang Tomo telah tumbuh menjadi remaja yang tinggi dan tampan. Karasu menatap dari Tomo dari kejauhan. Karasu mengikuti Tomo dari kejauhan di belakangnya.
"Sepertinya Tomo baik-baik saja. Saya bisa tenang." gumam Karasu yang menyaksikan Tomo cukup sehat dan bahagia.
Siang telah tiba. Tomo pulang dari sekolah. Karasu masih mengawasi Tomo. Tampak Tomo yang berjalan keluar sekolah. dan Karasu masih terus mengikuti Tomo.
Kali ini Tomo tidak pulang ke rumah, melainkan ke bukit belakang rumahnya. Tempat dimana dia berpisah dengan Karasu. Tomo berjalan ke sebuah pohon. tepat di bawah pohon terdapat beberapa batu yang di tumpuk.
"Hai.. Karasu. Ini Tomo, saya datang mengunjungimu hari ini. Bagaimana keadaanmu di alam sana? Apakah kamu sudah berbahagia? Sudah 2 tahun kita berpisah. Banyak yang terjadi selama 2 tahun ini." Tomo berbicara dengan tumpukan batu yang sepertinya adalah batu nisan untuk Karasu.
Karasu hanya terdiam melihatnya tanpa disadari oleh Tomo. Setelah beberapa saat berbicara kepada batu nisan Karasu. Tomo memanjat naik ke atas pohon. Sesampainya di atas pohon, Tomo berdiri di atas dahan pohon.
Dia lalu berteriak menghadap ke atas langit "HEIIII KARASU!!! KAMU DENGAR SUARAKU? SEKARANG SAYA SUDAH TAMAT SD. SAYA SEKARANG SUDAH MENJADI ANAK SMP."
Melihat tingkah Tomo, Karasu yang mengawasinya merasa geli dan tertawa secara diam-diam.
Setelah selesai berteriak di atas pohon. Tomo hendak turun dari pohon. Tetapi karena ceroboh, Tomo kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh dari atas pohon.
"BUKKK" bunyi jatuh tubuh Tomo yang menghantam tanah.
"Aduhhhh.. Sakit sekali." ucap Tomo yang perlahan bangkit dari posisi terlentangnya sambil memegang pantatnya.
Lalu ketika Tomo akan berjalan...
"Aduhhh... Kakiku sakit." ujar Tomo yang kemudian memegang pergelangan kakinya yang sepertinya terkilir akibat terjatuh.
Melihat hal tersebut, Karasu berubah menjadi manusia dan menghampiri Tomo.
"Ada apa nak?" tanya Karasu yang menyamar menjadi manusia.
Tomo tidak menyadari bahwasanya itu adalah Karasu. Karena dalam ingatan Tomo, Karasu adalah seekor gagak.
"Kaki saya terkilir paman. Tadi saya jatuh dari pohon." jelas Tomo.
"Oh.. Bagaimana cara kamu pulang? Kamu tidak akan bisa pulang ke rumah dengan kaki seperti itu." ucap Karasu.
Tomo hanya terdiam memandang kakinya saja.
"Bagaimana jika saya mengantarmu pulang?" tanya Karasu kepada Tomo.
"Tidak perlu paman. Saya akan merepotkan anda." tolak Tomo.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Saya akan pulang ke kota sekalian." ucap Karasu sembari ke tempat Tomo dan mengendongnya di belakang.
"Nah.. Sekarang ayo tunjukkan jalan pulang ke rumahmu." ucap Karasu yang sudah mengendong Tomo.
Akhirnya Tomo menuruti Karasu dan membiarkannya mengantar dia pulang.
Di tengah perjalanan mereka sempat berbincang.
"Saya melihat ada beberapa tumpukan batu di sekitar pohon. Tempat apakah itu?" tanya Karasu.
"Ah... Paman melihatnya. Saya menjadi malu. Itu hanya tindakan konyol saya paman. Saya membuatkan makam untuk mengenang teman saya." kata Tomo menjawab pertanyaan Karasu.
"Teman??" tanya Karasu lagi.
"Iya paman. Teman saya seekor gagak. Tolong jangan menertawakan kekonyolan saya." ucap Tomo.
Karasu tersenyum mendengar perkataan Tomo.
"Pasti dia adalah teman yang berharga buatmu ya. Dan teman gagakmu pasti sangat senang jika dia mengetahui ketulusanmu ini." ucap Karasu.
Tanpa sadar mereka sudah tiba di rumah Tomo.
"Apakah ini rumahmu?" tanya Karasu.
"Iya paman. Turunkan saja saya disini." ucap Tomo.
Karasu menurunkan Tomo di depan rumahnya.
"Terima kasih paman telah mengantar saya sampai rumah." ucap Tomo sambil membungkukkan badannya menandakan ucapan terima kasih.
"Sama-sama. Selamat tinggal nak." ucap Karasu yang pergi meinggalkan Tomo.
Bayangan Karasu perlahan-lahan menghilang dari hadapan Tomo.
Setelah sosok Karasu hilang dari pandangan Tomo. Dirinya berniat masuk ke dalam rumah, tetapi pandangannya tidak sengaja melihat ke bawah. Terlihat sehelai bulu gagak di tempat Karasu berdiri tadi. Tomo tersenyum melihat buli tersebut.
"Karasu.." gumam Tomo.
Bersambung...
Terima kasih telah membaca novel saya teman-teman. Mohon like dan comentnya agar saya dapat mengembangkan kemampuan saya. Sampai jumpa di chapter berikutnya. 🙏
__ADS_1