HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Ayo Bertahan!


__ADS_3

Setelah mendapatkan kekuatan dari Hades. Corlina akhirnya bersama dengan Draculia memulai balas dendamnya. Mereka membunuh semua orang yang sudah mencelakai Corlina saat masih hidup. Dan Draculia juga menjadi kakak bagi Corlina yang kini telah berubah menjadi malaikat maut penjaga neraka tingkat 4 yaitu Corlina Cobra.


Kembali ke Corlina Cobra yang sekarang. Terlihat Corlina masih memegang perutnya yang terluka di tubuh manusia setengah ularnya.


"Mark si*lan!! Bahkan sampai sekarang luka ini masih menjadi merepotkan." gumam Corlina Cobra memperhatikan luka di perutnya.


Saat ini Lin sudah mencapai batasnya. "Brukk" Lin rubuh karena racun Corlina yang sudah menyebar ke seluruh tubuh.


"Bertahanlah Lin!" teriak Omura Oni.


"Reika! Apakah tidak ada cara lain untuk menawarkan racun Corlina Cobra?" tanya Omura Oni kepada Reika.


"Seingatku tidak gampang menawarkan racunnya karena dia memiliki racun yang sangat kuat. Tapi ada 1 cara yang mungkin bisa kulakukan. Tapi itu akan sangat beresiko." ungkap Reika kepada Omura Oni.


"Apa itu?" tanya Omura Oni.


"Api biru!" jawab Reika sesaat.


Omura Oni memasang wajah binggungnya.


"Api biru milikku memiliki kriteria yang agak unik. Jika api hitam milik Karasu bertujuan untuk membakar sesuatu sampai habis tidak bersisa, api biru milikku dapat mempunyai kemampuan khusus yaitu memurnikan. Meskipun terkadang bisa juga sekaligus membakar jiwa dan raga orang yang terkena apiku. Tapi pada dasarnya hanya api biruku yang berfungsi jadi api pemurnian." jelas Reika.


"Jadi kamu bermaksud memurnikan racun Corlina yang ada di tubuh mereka semua dengan api biru milikmu?" tanya Omura Oni memastikan.


"Yup! Benar sekali. Tapi saya tidak akan menjamin cara ini akan berhasil, walaupun kita tidak punya cara lain lagi. Mungkin inilah satu-satunya pilihan kita saat ini. Meskipun mungkin saja tubuh dan jiwa mereka semua akan terbakar habis." ungkap Reika.


"Cepat lakukan. Saya akan menghadapi ular raksasa ini." ucap Omura Oni memasang kuda-kuda bertahan.


Reika segera melakukan ide yang dia pikirkan tadi. Semua yang terkena racun di kumpulkan menjadi satu. Reika mengeluarkan gumpalan api biru besar. Dalam sekejap api biru menyelimuti tubuh mereka semua dan membakarnya.


Sementara Omura Oni masih mencoba menahan Corlina Cobra dengan mengincar titik lemahnya. Kali ini Corlina Cobra cukup berhati-hati setelah terkena satu tusukan di perutnya. Corlina Cobra terus berusaha melindungi titik lemah di tubuhnya tersebut.

__ADS_1


"Keluarlah budak-budakku." ujar Corlina Cobra memuntahkan beberapa zombie dari dalam tubuhnya.


"Sekarang bertarunglah sampai akhir. Bila perlu sampai jiwa kalian tidak bersisa lagi. Bayarlah dosa-dosa kalian wahai para b*jingan." ucap Corlina Cobra yang sangat marah ketika melihat budak yang dia muntahkan.


Omura Oni melihat beberapa sosok zombie tersebut.


"Apakah mereka adalah orang-orang yang telah mencelakaimu? Sepertinya kamu sangat menaruh dendam kepada mereka." tanya Omura Oni sambil menebas beberapa zombie yang di keluarkan oleh Corlina Cobra.


"Ya.. Mereka para b*jingan yang telah melecehkan dan membunuh diriku. Saya telah menyimpan jiwa mereka di dalam lambungku, agar mereka setiap saat dapat merasakan panasnya racun yang kurasakan ketika di balut puluhan ekor ular berbisa. Mereka akan merasakan bagaimana mandi racun setiap harinya. Ha.. Ha.." ungkap Corlina Cobra.


Omura Oni terus menerus menebas para zombie itu. Tetapi para zombie selalu bangkit dan bangkit meskipun badan telah hancur menerima beberapa tebasan. Akhirnya satu dari zombie berhasil menyentuh lengan Omura Oni.


"Zresshhh" kulit tangan Omura Oni melepuh karena sentuhan zombie tersebut.


"Ha... Ha... Mereka cukup berguna juga. Mereka akan bertarung sampai badan mereka hancur tak bersisa. Tubuh mereka yang telah terendam racun di lambungku selama ini cukup bisa melelehkan tulang manusia hanya karena tersentuh oleh mereka." ucap Corlina yang terus menyerang Omura Oni menggunakan zombie buatannya.


"Saya harus mencari cara!" gumam Omura Oni.


"Setidaknya 8 jam!" jawab Reika.


"Baiklah, datanglah tombak sakti!" ucap Omura Oni yang menciptakan ratusan tombak di udara menghujam turun ke tanah.


"Percuma saja! Kau tak akan bisa menebus kulitku." ujar Corlina Cobra.


Omura Oni tertawa tipis dan berkata :"Sayang sekali. Ini bukan untuk mengalahkanmu. Tapi untuk menahanmu sementara."


Ratusan tombak yang menghujam tanah membentuk pola lingkaran mengelilingi Corlina Cobra. Dan beberapa zombie milik Corlina Cobra juga tertancap oleh tombak miliknya dan tubuhnya menempel di tanah.


"Setidaknya ini akan menahanmu sementara." Ucap Omura Oni. Dia lalu menambahkan lapisan energi pada tiap tombak sehingga tombak tidak dapat tercabut lagi.


Corlina Cobra tidak dapat berkeliaran kemanapun saat ini. Dia terus menyerang dan mendobrak tombak-tombak yang memenjarakan dirinya.

__ADS_1


"Reika... Cepatlah! Saya tidak bisa bertahan terlalu lama." gumam Omura Oni yang tampak berkeringat deras menahan serangan Corlina Cobra dengan energinya.


4 jam telah berlalu... Corlina Cobra tampak belum kehabisan energi dengan terus mendobrak dan menyerang penjara tombak milik Omura Oni. Sedangkan Omura Oni tampak sudah mencapai batasnya.


"Sepertinya saya sudah tidak kuat." gumamnya.


"Tringgg" satu tombak telah tumbang terkena dobrakan Corlina Cobra.


"Ha.. Ha.. Sepertinya energi kamu sudah mulai melemah." ucap Corlina Cobra yang melihat tombaknya telah loyo satu per satu.


Dengan beberapa tabrakan dari Corlina Cobra akhirnya "BRUAK.. TRANG.. TRANG..." suara jatuhnya tombak-tombak pagar yang menandakan pertahanan penjara tombak milik Omura Oni telah rubuh.


Omura Oni benar-benar kehabisan energinya. Kali ini dia hanya duduk di lantai dengan nafas terengah-engah. Corlina Cobra datang mendekatinya.


"Akhirnya tiba juga ajalmu. Setelah saya membereskanmu, saya akan membereskan sisa teman-temanmu semuanya. Rasakan ini!" ucap Corlina Cobra sambil menembakkan racun bisa ke tempat Omura Oni.


"Wushh" sebuah lubang hitam terbuka dan menjadi tameng untuk Omura Oni. Seluruh racun yang telah ditembakkan Corlina terhisap ke dalam lubang hitam tersebut.


"Sepertinya saya bangun tepat waktu." suara Lin yang terdengar dari posisi belakang Omura Oni.


"Baiklah... Saya serahkan sisanya kepadamu bocah tengik. jangan kecewakan saya, akhirnya saya berkesempatan untuk beristirahat sejenak." ucap Omura Oni yang langsung membaringkan dirinya di lantai.


"Ho.. Ternyata kamu sudah pulih kembali malaikat tampan... Sini temani saya bermain sebentar." goda Corlina yang bertujuan meledek Lin.


Tak lama setelah itu semuanya sadar dan bangun dari pingsannya termasuk Karasu, Hitomi dan Ying.


"Fiuhh... Tugasku selesai." ucap Reika yang juga langsung berbaring di lantai karena kelelahan.


"Terima kasih Omura, Reika. Percayakanlah pada kami. Silahkan kalian memulihkan diri. AYO KAWAN-KAWAN! MAJUUUU!" ucap Lin di sertai terjangan ke arah Corlina Cobra.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih teman-teman dukungannya. Jangan pernah bosan ya membaca cerita saya. Silahkan like dan comentnya. Sampai jumpa di chapter berikutnya 🙏


__ADS_2