HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Neraka tingkat 1.


__ADS_3

Mantel untuk Ying telah disiapkan oleh Baba Yaga. Kini hari untuk pergi ke neraka telah tiba.


"Kamu yakin akan pergi bersama kami?" tanya Lin memastikan Ying akan keputusannya ini.


"Hmm sangat yakin sekali. kamu kenapa sih? Tidak ingin saya ikut?" tanya Ying dengan kesal sambil melirik Lin dengan ujung mata.


"Ya. Kamu pasti akan sangat merepotkan disana. Kamu tidak akan bisa membantu apa-apa." jawab Lin membalas pertanyaan Ying.


"Hmm... Halo semuanya. Bolehkah saya juga ikut. nenek Baba Yaga bilang dia membuat 2 buah mantel. He.. He.." tanya Hitomi.


Semua langsung melihat ke arah Hitomi.


"Hitomi, apakah kamu yakin? Kita ke sana bukan untuk piknik lo." ucap Karasu.


"Ya. Saya ingin mengetahui bagaimana keadaan di neraka, mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi saya agar bisa lebih baik dan bijak jika saya menemui orang-orang yang di hukum di sana." jelas Hitomi tentang alasannya untuk ikut.


"Di neraka kita belum tentu akan melihat ruang penyiksaan. Karena mereka akan di siksa di masing-masing ruangan berbeda." jelas Omura Oni.


"Apa yang kamu ketahui tentang neraka? Ayo bagikan semua informasi yang kita ketahui semua." saran dari Lin.


"Seingatku neraka terbagi menjadi 8 lapis atau bisa kita sebut 8 tingkatan. Dimana terdapat 6 tingkat yang di jaga oleh raja malaikat beserta malaikat pengawalnya. Lalu di tingkat ke 7 adalah alam menuju reinkarnasi dan alam ke 8 adalah alam sengsara yang di katakan merupakan alam paling mengenaskan tidak ada apapun disana. Hanya kegelapan semata." jelas Omura Oni.


"Alam paling mengenaskan?..." ucap Ying sambil membayangkan.


"Hukuman paling menyiksa itu bukanlah dipotong kaki, tangan ataupun lidah kalian. Karena pada dasarnya tubuh arwah yang terpotong akan tumbuh kembali. Jadi dengan adanya alam ke 8, maka jiwa tersebut sama sekali tidak dapat melihat cahaya sedikitpun. Mereka selamanya hanya berada dalam gelap. Keberadaan mereka seakan-akan tiada di dunia. Itulah kematian sesungguhnya." jelas Lin menyambung penjelasan Omura Oni.


"Jadi di alam manakah cermin reinkarnasi yang akan kita curi? Apakah kamu tahu Omura?" tanya Lin kembali.


"Saya tidak mengetahuinya. Tapi seharusnya nenek dengan umur 2.500 tahun mengetahuinya." ucap Omura Oni yang kemudian memandang ke arah Baba Yaga.


"Menurut rumor yang beredar, cermin reinkarnasi berada di alam neraka ke 8. Tempat yang kalian katakan sebagai alam yang paling menyedihkan. Apakah kalian yakin akan ke sana?" jelas Baba Yaga.

__ADS_1


Omura Oni dan Lin berpikir sejenak.


"Sepertinya tidak masalah. Kami akan tetap mencoba mencarinya." jawab Lin dengan yakin.


"Baiklah.. Saya sudah memperingatkan kalian semua. Semoga kalian semua berhasil. Oh ya.. Saya pernah mendengar bahwa cermin reinkarnasi akan muncul bila terdapat ketulusan yang mendalam." kata Baba Yaga.


"Ketulusan? Maksudnya bagaimana?" tanya Ying.


"Saya juga tidak tahu begitu jelas. Itu hanya rumor yang pernah saya dengar." ucap Baba Yaga.


Akhirnya setelah melalui percakapan pendek tersebut. Mereka semua bersiap pergi. Kali ini Hitomi juga ikut karena memaksa untuk pergi.


"Cara ke neraka adalah melalui kuil dewa kematian. Disana saya dapat membuka portal untuk menuju ke neraka." ucap Lin yang mempunyai pengalaman sebagai malaikat maut.


Mereka semua segera mencari kuil malaikat maut terdekat. Setelah sampai Lin mengambar segel di tanah. gambar yang dibuat berbentuk lingkaran dan terdapat gambar bintang di tengahnya.


Setelah semua persiapan telah selesai. Lin berdiri di depan lingkaran tersebut.


Seketika gambar tersebut bersinar dan tak lama kemudian berubah menjadi sebuah lubang besar.


"Ayo semuanya. Kita masuk bersama. Portal ini hanya bertahan 5 menit saja." ujar Lin.


Semua melompat masuk.


"Kyaaa.." suara teriakan Hitomi dan Lin yang terjatuh ke dalam neraka. Sampailah mereka di neraka tingkat 1.


"Bukkk" bunyi suara benda jatuh dari atas. Seperti biasa, tubuh mereka saling bertimpahan.


"Apakah tidak ada cara yang lebih bagus untuk menuju neraka.? Aduh... Pantatku sakit." ujar Ying yang terjatuh paling akhir. Dia menduduki Lin dan lainnya.


"Diamlah dan cepat bangun. Tubuhmu yang gendut sangat berat." lagi-lagi Lin meledek Ying.

__ADS_1


"Sudah saya katakan. Saya tidak GENDUT, hanya sedikit berisi." ucap Ying kesal tetapi harus segera berdiri karena malu menimpa semua orang.


"Ini dimana?" tanya Ying.


Mereka tiba di sebuah lorong yang di penuhi banyak pintu antara sisi kiri dan kanan.


"Di sini adalah neraka tingkat 1. Disini adalah neraka untuk menghukum dosa yang berasal dari mulut. Seperti memfitnah, mencaci, menghina, berbohong, mengadu domba dan dosa-dosa sejenisnya. Untuk sampai di neraka tingkat 2, kita harus berjalan sampai ke ujung ruangan ini. Di sana terdapat sebuah pintu. setelah membuka pintu. Kita akan berjumpa dengan portal menuju neraka tingkat ke 2." jelas Lin kepada semuanya.


Semua lalu berjalan menuju ke pintu. saat mereka akan berada di tengah perjalanan. Tiba-tiba pintu-pintu di sebelah kiri dan kanan mereka terlepas dari dinding dan terbang ke sana sini bergantian posisi.


"Ehh.. Pintunya bertukar tempat." ucap Hitomi.


Mereka pun sampai ke ujung ruangan dan membuka pintu tersebut. Alangkah terkejutnya Ying dan Hitomi. Pemandangan yang mereka saksikan adalah para algojo dari neraka memotong dan mengiris lidah para arwah dengab pedang panas membara.


"Ahh... Ampuni saya." teriak salah satu arwah yang mendapat siksaan. Tak peduli seberapa keras mereka berteriak dan memohon, para algojo bagaikan robot yang terus bekerja menyiksa mereka tanpa ampun.


"Kyaaa.. Kejam sekali mereka." ujar Ying dan Hitomi yang menyaksikan penyiksaan tersebut.


"Ini adalah hal biasa yang terjadi di neraka. Ini termasuk hukuman paling ringan. Para algojo hanya melakukan tugasnya. Para arwah yang menerima hukuman sudah pantas mendapatkannya akibat perbuatan mereka sendiri. Sekarang kembali ke masalah kita. Saya tidak tahu kenapa pintu nya bisa bertukar posisi. Ayo kita segera mencari lagi di pintu yang lain. Supaya cepat, ayo satu orang membuka satu pintu yang tidak sama." saran Lin.


Mereka semua setuju dan membuka masing-masing pintu yang ada di kiri dan kanan. Penyiksaan demi penyiksaan mereka saksikan karena membuja pintu yang salah. Ada yang hukumannya lidahnya di tancapkan paku panas dilantai. Ada juga yang di hukum menjilati ribuan jarum tajam yang dilumuri dengan racun. Dan berbagai hukuman sadis lainnya. Hingga akhirnya tersisa 1 pintu saja.


"Tinggal 1 pintu. Sudah pasti yang ini!." ucap Lin dengan yakin.


Ketika gagang pintu hendak di buka. Tiba-tiba kejadian serupa terjadi. Para pintu berpindah tempat lagi.


"APA-APAAN INI!" ucap Lin dengan penuh kekesalan.


Bersambung....


Terima kasih teman-teman sudah membaca novel saya mohon like dan comentnya ya. sampai jumpa di chapter berikutnya.🙏

__ADS_1


__ADS_2