
Lin dan lainnya sudah tiba di neraka tingkat 1. Terjadi keanehan yang membuat mereka tidak dapat pergi ke neraka tingkat 2 dan selanjutnya karena pintu-pintu pada neraka tingkat 1 berpindah satu sama lain sehingga ruangan yang akan mereka tuju juga ikut berpindah.
"Sial.. Kenapa semua berpindah-pindah. Ada apa ini?" keluh Lin yang merasa di permainkan.
"Ha.. Ha.. Kalian sungguh bodoh. bolak balik mencari sebuah pintu." ujar seorang malaikat membawa sebuah katana tiba-tiba muncul dari atas terbang melayang ke bawah.
"Siapa kau?" tanya Omura Oni melihat ke arah malaikat tersebut.
"Perkenalkan.. Saya Lucifer. Salah satu dari 5 pengawal pribadi raja malaikat sekaligus yang menjaga neraka tingkat 1 disini." ujar malaikat tersebut yang mengaku bernama lucifer.
"Jadi ini semua ulahmu? B*jingan kau." ucap Lin yang sudah kesal.
"Ya.. Saya yang memindahkan semua pintu-pintu itu dari tadi. Sungguh menyenangkan melihat kalian berkeliling mengecek pintu satu per satu. Akan kubuat kalian semua tidak dapat pergi kemanapun selamanya disini. Ha.. Ha.." ujar Lucifer
"Kamu tak akan bisa menahan kami." ucap Omura Oni yang langsung menerjang ke arah Lucifer dengan kekuatan dan kecepatan penuh.
"Woshhh" Lucifer tiba-tiba menghilang dari posisinya dan muncul di belakang Omura Oni.
"Srettt" tebasan katana Lucifer ke arah punggung Omura Oni. Tebasan Lucifer tidak mengenai titik vital Omura Oni.
"Hebat juga kamu. Sepertinya respon kamu sangat cepat dan peka sehingga bisa menghindari seranganku. Tapi untuk yang serangan kedua tak akan mudah untuk di hindari. Ha.. Ha.." ujar Lucifer yang berhasil melukai sedikit punggung Omura Oni.
Sementara itu Lin dan teman-teman masih memikirkan cara untuk dapat ke neraka tingkat 2.
"Lin, hancurkan saja semua pintu ini. Dia tak akan bisa mengubah lagi posisinya. Dan kalian semua pergilah duluan. Biar saya menghadapi dia di sini." ujar Omura Oni kepada Lin.
"Baiklah." ucap Lin segera melaksanakan perintah Omura Oni. Serentak mereka sekaligus menyerang pintu-pintu di neraka tingkat 1.
"Tak akan kubiarkan kalian melakukannya." ucap Lucifer yang berusaha ke tempat Lin dan Karasu yang sedang menghancurkan pintu satu per satu .
"Akulah lawanmu kawan." ucap Omura Oni berusaha mencegah Lucifer menyerang mereka semua.
__ADS_1
Seketika posisi Lucifer berubah menjadi posisi Karasu. Dan sekarang Karasu yang berada di tempat Lucifer.
Melihat kejadian ini, Omura Oni mengerti akan kekuatan Lucifer.
"Sepertinya kamu mempunyai kemampuan berpindah posisi dengan orang lain ya." ujar Omura Oni memandang ke arah Lucifer.
"Yup. Kamu sangat pandai. Bukan hanya posisiku saja. Saya juga bisa menganti posisi benda yang pernah saya sentuh seperti pintu-pintu yang kalian cari tadi. Ha.. Ha.." jelas Lucifer akan kekuatannya.
"Karasu, teruslah hancurkan pintu. Hiraukan Lucifer." perintah Omura Oni.
Omura Oni menerjang ke arah Lucifer.
"Wusshhh" sebuah portal muncul di belakang Lucifer, dan Omura Oni mendorong masuk tubuh Lucifer ke dalam portal tersebut. Portal segera menutup. Kini tinggal Lin, Karasu, Ying dan Hitomi yang ada di sana. Akhirnya setelah beberapa lama. Lin berhasil menemukan pintu menuju neraka tingkat 2. Mereka semua bergegas pergi bersama.
Sementara itu di tempat Omura Oni dan Lucifer.
"Bangs*t kau. Kemana kau bawa diriku pergi." ujar Lucifer dan Omura Oni yang sepertinya sedang berada di lorong waktu.
"Wusshh" sebuah portal terbuka di suatu tempat. Lalu.. "Bruak" munculah Lucifer dan Omura Oni dari dalam portal tersebut. Mereka tiba di dunia paralel Omura Oni. Tempat dimana Lin dan Karasu berlatih dulu. Di temani suara air mancur dan lebatnya hutan-hutan. Lucifer dan Omura Oni siap mengerahkan kekuatan mereka untuk bertarung.
"Kita dapat bertarung dengan puas di sini. Ini adalah dunia paralel yang aku buat dengan kekuatanku. Silahkan kamu mengila disini." ucap Omura Oni yang juga memasang kuda-kuda untuk bertarung.
Dengan sebuah pedang di tangannya, Omura Oni kembali menerjang ke arah Lucifer.
"Jangan sombong dulu. Kamu sangka dapat mengalahkanku hanya dengan ini." ucap Lucifer yang bersiap menggunakan kekuatannya.
"Srett" lagi-lagi bunyi cabikan pedang milik Lucifer di punggung Omura Oni. Kali ini luka yang di terima Omura Oni jauh lebih besar dari tebasan sebelumnya. Darah Omura Oni makin banyak yang telah menempel pada pedang tersebut.
"Ha.. Ha.. Tak akan berguna jika kamu tidak bisa menangkapku. Kamu tetap akan kalah. Akan ku bunuh kau disini." ujar Lucifer yang bersiap menebas Omura Oni kembali.
Omura Oni segera berbalik dan menangkis serangan Lucifer.
__ADS_1
"Tringg" suara benturan antara pedang Omura Oni dengan katana Lucifer.
"Harus kuakui, responmu sangatlah cepat. Kamu dapat menangkis semua serangan secara tiba-tiba. Sungguh sayang sekali kamu harus musnah, padahal kamu bisa menjadi rekan yang kuat." ucap Lucifer yang terus berlaga pedang dengan Omura Oni.
"Tring... Trang... Tring..." suara adu pedang terus terdengar tanpa berhenti. Omura Oni terus-terusan terdesak dengan serangan Lucifer. Sesekali Lucifer menganti posisi dengan Omura Oni dan melukainya sedikit demi sedikit. Sampai ketika serangan yang terakhir...
"Scrashhh" kepala Omura Oni terpenggal. Kepala Omura Oni jatuh mengelinding ke lantai bagaikan bola. Tubuhnya perlahan-lahan tumbang dan akhirnya terkapar di tanah.
"Ha.. Ha.. Akhirnya mati kau." ucap Lucifer di hadapan tubuh Omura Oni yang terpengal.
"Sekarang bagaimana saya bisa keluar dari tempat ini? Saya harus mencari jalan, pasti ada jalan untuk keluar dari dunia ini." gumam Lucifer.
"Syutt" sebuah tombak keluar melesat dari balik air terjun.
"Jlebb" tombak menusuk tembus bahu Lucifer.
"Ahhh... Bagaimana bisa? Kenapa ada tombak yang menusukku? Siapa kau? KELUAR SEKARANG JUGA. JANGAN BERSEMBUNYI!" tegas Lucifer.
Lucifer bertekuk lutut memegang bahunya yang terluka akibat hujaman tombak tersebut. Tiba-tiba...
"Saya tidak bersembunyi sama sekali. Kamulah yang lengah. Kamu mengalihkan pandanganmu ke arah lain." ucap seseorang yang perlahan keluar dari balik air terjun.
"KA... KAMU? BAGAIMANA KAMU MASIH HIDUP?? BUKANKAH KEPALAMU SUDAH KU PENGGAL?" teriak Lucifer yang terkejut melihat sosok tersebut. Itu adalah sosok Omura Oni.
"Ya.. Ini adalah dunia buatanku. Tentunya aku adalah tuhan di sini. Lihatlah ke tubuh yang telah kamu penggal." ucap Omura Oni menunjuk pada mayatnya.
Mayat Omura Oni yang tadi telah terpenggal Lucifer perlahan-lahan berubah menjadi akar pepohonandan dedaunan.
"Dari tadi kamu hanya menebas pohon dan daun." ucap Omura Oni dengan pandangan dan senyuman tipisnya menebarkan rasa takut kepada Lucifer.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih teman-teman sudah membaca novel ini. Mohon like dan comentnya ya. sampai jumpa di chapter selanjutnya 🙏