
Reika telah mati di tangan Karasu. dan Reika menyangka Karasulah yang telah membunuhnya. Karasu tidak sempat menjelaskan apapun tetapi Reika sudah mati begitu saja.
"Khe.. khe.. Khe... Dasar manusia bodoh. Dia begitu mudah mati. Sungguh tidak berguna." ujar Draculia.
Karasu membaringkan tubuh Reika yang sudah tidak bernyawa. Matanya menatap tajam ke arah Karasu. Terlihat kemarahan yang terpancar darinya.
"Sepertinya kau marah. Kenapa? Bukankah gadis itu tidak ada hubungannya denganmu? Khe.. khe.." ujar Draculia.
Karasu tidak membalas perkataan Draculia. Seketika dia nerubah menjadi bayangan kembali. Kali ini dia pergi ke arah Draculia dan menyeret Draculia masuk ke dalam bayangannya dari bawah.
"Diam kau! Kau tidak Kan mengerti apa yang gadis kecil ini kerjakan." ujar Karasu yang terus menerus menyeret Draculia masuk ke dalam bayangannya.
"Ti.. Tidak. Mau apa kau. Akan kubunuh kau. Anak-anak, serang orang ini." ujar Draculia memerintahkan pasukan kelelawarnya.
Pasukan kelelawar hendak pergi ke tempat Draculia di seret Karasu. Akan tetapi para kawanan kelelawar ini di halangi oleh gagak-gagak Karasu.
"Tidak akan ada yang dapat menolongmu. Matilah kau sekarang juga." ujar Karasu yang langsung berhasil menarik Draculia masuk ke bayangannya seutuhnya. Di dalam bayangan, Draculia di cabik-cabik Karasu tanpa ada yang bisa menolongnya.
Kembali ke waktu saat ini. Kondisi Karasu yang tercekik oleh malaikat di tingkat 2 yang tak lain adalah Reika.
"Mati kau pembunuh. Di sinilah tempatmu! Tempat para pembunuh. Ini adalah neraka tingkat 2. Neraka yang menampung orang-orang yang membunuh semasa hidupnya. Di sini tanganmu akan di kuliti dan di potong. perutmu akan di robek dan di keluarkan isi-isinya beserta organ dalammu. Penderitaan ini akan terus berulang setiap hari hingga saya merasa dosamu sudah terampuni." ujar Reika.
Tiba-tiba tali yang menjerat Karasu terputus. "Srettt" akhirnya Karasu berhasil merobek tali cambuk yang melilit lehernya.
"Bagaimana mungkin??? Tali cambuk ini sangat kuat. Bahkan 20 ekor gorilla tidak akan bisa memutusnya meskipun mereka melakukan tarik tambang dengan tali ini!" ucap Reika.
"Maaf Reika, tapi bukan hanya kamu yang punya jurus rahasia." ucap Karasu yang sekarang tubuhnya terlapisi api berwarna hitam.
Sekarang dari ujung kepala sampai ujung kaki Karasu di penuhi api hitam. Karasu membakar habis tali cambuk Reika.
__ADS_1
"Reika, ayo kita hentikan pertarungan ini. Saya tidak ingin melawanmu." ucap Karasu yang memperhatikan Reika di hadapannya.
"Omong kosong apa yang kau katakan ini? Kau yang telah membunuhku dan sekarang kau tidak ingin melawanku? Apa kau sudah pikun???" ucap Reika yang masih sangat marah kepada Karasu.
Karasu masih tidak menceritakan semuanya ke Reika. Dia hanya memandangi gadis malaikat itu lalu bertanya..
"Reika, bagaimana kabar ayahmu? Apakah akhirnya dia ssmbuh?" tanya Karasu kembali kepada Reika.
Reika tersentak sejenak.
"Bagaimana dia bisa mengetahui tentang kondisi ayah? Apakah dia membuntutiku selama ini?" gumam Reika.
"Jangan kamu bahas lagi tentang ayah. Setelah aku mati. Arwahku gentayangan dan tidak tenang di dunia manusia. Aku pulang ke rumah dan mendapatkan ayah tengah sakit-sakitan dan tidak kunjung sembuh. Ditambah lagi ayah mengetahui kematianku. Sakitnya semakin parah dan tidak ada yang mencari uang untuk pengobatan ayah. Ayah pun meninggal tak lama setelah saya mati. untunglah saya di tolong oleh tuan Hades sebagai pelayannya. Kini saya di sini bisa mengabdi padanya." cerita Reika menjawab pertanyaan Karasu.
"Semua ini bisa terjadi karena kau telah membunuhku! Kenapa kamu tega sekali untuk membunuhku." sambung keluh kesah Reika kembali.
Mendengar semuanya dari Reika, Karasu berpikir sejenak dan akhirnya berniat menjelaskan.
"Draculia? Siapa itu? Semua hanya karanganmu saja. Kamu memang pembunuh." Reika tetap tidak mau mempercayai Karasu.
Kali ini Reika menyerang lagi karasu. Reika mengeluarkan api dari tubuhnya juga. Api Reika berwarna biru. Api-api dari tubuh Reika membentuk beberapa bentuk hewan. Ada yang berbentuk harimau, ada yang berbentuk beruang, ada juga yang berbentuk burung elang.
"Bunuh dia anak-anak." perintah Reika kepada hewan-hewan api tersebut.
Ketiga hewan maju menerjang Karasu. Karasu membentuk perisai api hitam berbentuk bola yang melindungi dirinya di dalam. Hewan-hewan api tetap terus menyerang Karasu. Mereka mengigit dan mencakar bola api hitam tersebut. Lambat laun tubuh hewan-hewan api biru tersebut tercerai berai dan membentuk api biru. Kali ini api biru Reika mengelilingi dan membalut habis api hitam Karasu.
"Akan kupadamkan api hitammu dengan api biru milikku. Lihat saja kau." ujar Reika menyaksikan pertarungan api tersebut.
Setelah beberapa saat api biru membalut api hitam ...
__ADS_1
"Krek.." muncul setitik api hitam di permukaan api biru yang awalnya membungkus habis api hitam tersebut. Perlahan-lahan namun pasti bintik-bintik dari api hitam muncul lebih banyak di permukaan api biru. Sampai akhirnya semua api biru di lahap oleh api hitam.
"Tidak mungkin.. Bagaimana ini bisa terjadi? Api biruku telah kalah oleh api hitamnya." ujar Reika yang terkejut.
Reika kemudian berencana menyerang bola hitam yang melindungi Karasu.
"Jika api biruku tidak dapat membakarmu. Akan kubunuh kau langsung dengan tanganku ini." ucap Reika yang menerjang maju.
Baru saja Reika maju beberapa langkah. Kumpulan api hitam pada bola api terpecah dan terurai di udara. Api-api hitam tersebut menuju tempat Reika dan membentuk sebuah kurungan sangkar burung raksasa menghalangi dan menutup jalan Reika.
"Apa ini? Jangan kau sangka sangkar ini dapat menahanku." ujar Reika yang bersiap menghancurkan sangkar api.
"Jangan sentuh itu Reika..." teriak Karasu memperingati Reika.
Reika menarik kembali serangannya sebelum sempat menyentuh sangkar api. Dia terdiam sejenak mendengar peringatan Karasu.
"Jika kamu menyentuh sangkar api itu. Kamu akan terbakar oleh api hitam itu. Sebaiknya kamu menuruti perkataan saya dan dengarkan penjelasan saya terlebih dahulu. Setelah itu akan kubebaskan kamu dari sangkar api ini." ujar Karasu kepada Reika.
Akhirnya Reika menuruti permintaan Karasu. Dia memberikan kesempatan kepada Karasu untuk menceritakan semua kejadian pada saat itu. Karasu pun menjelaskan setiap detail dari kejadian tersebut.
"Jadi saya telah di pengaruhi oleh Draculia dan tidak sengaja terbunuh olehmu saat itu?" tanya Reika.
"Ya.. Saya sudah menceritakan semuanya. Sekarang terserah padamu untuk percaya atau tidak." ujar Karasu yang membebaskan Reika dari sangkar api hitamnya.
Reika pun memutuskan untuk tidak bertarung lagi dengan Karasu. Pada saat itu juga datanglah Omura Oni yang telah selesai bertarung melawan Lucifer.
"Hai.. Semua." sapa Omura Oni.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih teman-teman untuk dukungannya. Mohon like dan comentnya. Sampai jumpa di chapter berikutnya. 🙏