HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Penjaga neraka tingkat 4.


__ADS_3

Setelah pertarungan dengan beberapa penjaga neraka, akhirnya mereka semua berkumpul di tambah Reika yang mengikuti mereka yang ingin meminta penjelasan dari Hades. Mereka pun bergegas ke neraka tingkat 4. Pada saat perjalanan menuju neraka tingkat 4, Lin baru menyadari bertambahnya 1 orang di kelompoknya karena tadinya dia sangat kelelahan dan tidak melihat sekitarnya.


"Kenapa dia bisa ikut denganmu?" tanya Lin kepada Karasu di perjalanan.


"Ceritanya panjang tuan. Intinya dia hanya ingin bertemu tuan Hades." jawab Karasu menanggapi pertanyaan Lin.


"Tenanglah... Saya tidak akan menganggu kalian." ujar Reika kepada Lin.


Akhirnya setelah beberapa saat mereka menuju ke neraka tingkat 4. Akhirnya mereka sampai di depan gerbang neraka tingkat 4. Terlihat di depan gerbang terdapat patung kepala ular.


"Hmm... neraka tingkat 4 ini sangat unik. Mengapa hanya di neraka tingkat 4 ini yang mulai ada gerbangnya?" tanya Hitomi yang penasaran.


"Ya.. Mulai dari neraka tingkat 4 memang sudah ada gerbang dengan tiap simbol. Tapi saya juga tidak tahu alasannya walaupun saya sudah berkali-kali bolak balik dari tempat-tempat ini." jawab Lin.


"Patung di gerbang neraka dari tingkat 4 sampai 6 melambangkan karakter dari penjaganya. Selama ini penjaga tidak pernah muncul. Tapi sejak pengkhianatan Lin. Kami semua langsung muncul di tiap gerbang untuk menghalangi atau menangkapmu jika kamu kembali." jelas Reika kepada semuanya.


"Jadi karakter dari penjaga neraka tingkat 4 ini ada berhubungan dengan ular?" tanya Hitomi.


"Mungkin saja. Lagi pula neraka tingkat 4 adalah neraka tempat mereka yang dihukum karena mendendam dan membenci. bukankah lambang benci dan dendam juga sering di kaitkan dengan ular." ucap Reika menjawab pertanyaan Hitomi.


Setelah melalui percakapan pendek itu, mereka semua bergegas masuk ke neraka tingkat 4 melalui gerbang berpatung ular tersebut.


Situasi di neraka tingkat 4 di penuhi dengan asap dan kabut. Tak beberapa lama setelah mereka memasuki neraka tingkat 4. Tiba-tiba ...


"BRUAK... BRUAK... BRUAK..." beberapa orang telah jatuh pingsan. Ying, Hitomi, Karasu semuanya telah pingsan. Hanya tertinggal Omura Oni, Reika, Lin dan 2 ekor anjing yang dibawa oleh Lin dan Hitomi saja yang masih sadar.


"Ada apa ini? Kenapa mereka semua?" tanya Omura sembari mengecek kondisi mereka.


Omura Oni melihat wajah-wajah dari orang yang pingsan perlahan-lahan berubah warna menjadi biru. Dia mengambil tangan Ying dan mengecek denyut nadi di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Lin... Gawat sekali. Sepertinya mereka telah keracunan." ujar Omura Oni setelah memastikan kondisi mereka semua.


"Khi..khi...khi.. sepertinya mereka tidak tahan dengan udara beracun disini." ujar sesosok bayangan panjang yang bergerak mengelilingi mereka.


"Ssshhh... Ssshhh... Perkenalkan... Saya adalah Corlina Cobra. Penjaga di neraka tingkat 4 ini. Sepertinya mereka menghirup gas yang di hasilkan tubuh saya. Pasti mereka bukan penghuni neraka, maka dari itu mereka tidak tahan dan pingsan. Mereka hanya akan menunggu ajal. Khi.. Khi... Khi..." ujar sosok bayangan panjang tersebut yang ternyata adalah wanita berbadan ular raksasa.


Lin dan lainnya terkejut melihat sosok ular yang begitu besar.


"Hei... Kamu! Cepat berikan penawar racunnya. Kamu pasti mempunyai penawar racunnya." pinta Lin kepada ular raksasa itu.


"Saya tidak mempunyai penawar racunnya karena tidak ada yang membutuhkannya disini. Dan jika ada saya juga tidak akan memberikannya kepada kalian. Ssshhh... Ssshh..." ucap Corlina Cobra sembari mendesis.


"Kurang ajar. Akan kubunuh kau!" ujar Lin yang sangat marah dan langsung menyerang Corlina dengan pedangnya.


"Tringg" tebasan Lin tidak dapat menembus sisik tubuh ular raksasa.


"Keras sekali tubuhnya." gumam Lin.


"Kalian bukan tandinganku. Khi.. Khi.." ucap Corlina Cobra.


"Hey... Reika! Kenapa kau bersama mereka? Apa kau mau mengkhianati tuan Hades juga?" teriak Corlina.


"Bu.. Bukan begitu. Justru saya ingin bertemu tuan Hades untuk bertanya soal Draculia." jelas Reika.


"Oh.. Rupanya kamu sudah tahu tentang kakakku ya Draculia. Dia mati karena kau. Dasar k*parat kau." ujar Corlina memaki Reika.


"Ka.. Kakak? Apa maksudnya ini Corlina?" tanya Reika.


"Ya.. Draculia adalah kakak saya. Dulu kami sama-sama adalah pengawal dari tuan Hades. Tetapi suatu hari ketika dia pergi bermain ke dunia manusia, dia malah mati di bunuh gagak jelek di belakangmu itu karena mengincar nyawamu. Hiks... Hiks..." tangis Corlina sambil menunjuk ke arah Karasu yang sedang pingsan tepat di belakang Reika.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa tahu semua kejadian itu?" tanya Reika kembali.


"Tuan Hades yang memberitahuku semuanya. Dia memang sengaja tidak memberitahumu agar kamu tidak bereinkarnasi dan mengantikan tugas kakakku. Tapi tetap saja saya sangat membencimu." jawab Corlina menanggapi pertanyaan Reika.


"Me..memanfaatkan? Tidak mungkin tuan Hades melakukan itu padaku. Akan kujumpai dia dan kutanyakan langsung kepadanya." ucap Reika yang masih tidak mempercayai ini semua.


"Khi.. Khi... Khi.. Sepertinya tidak perlu lagi! Kamu sudah menyadari semua. Sebaiknya saya membantu tuan Hades membersihkan satu gangguan sepertimu. Kamu juga akan mati di sini. Ssshh... Ssshhh..." ujar Corlina yang juga menyerang Reika dengan menyemburkan racun ke arahnya, tetapi berhasil dihindari oleh Reika.


"KALIAN SEMUA KETERLALUAN!!! SAYA SAMPAI MENDENDAM KEPADA ORANG YANG SALAH SEMUA INI!" ujar Reika dengan penuh kemarahan.


Reika menciptakan bola api biru besar di tangannya.


"Akan kubakar habis kau sekarang juga ular j*lang!" ucap Reika yang melemparkan gumpalan api biru tersebut ke arah Corlina.


Corlina membuka mulutnya lebar-lebar dan menuju bola api biru raksasa tersebut. Seketika bola api biru di telan Corlina Cobra dengan mudahnya.


"Eekkk" sendawa sang ular raksasa setelah memakan api biru Reika.


"Apimu sangat tidak enak.. Sangat lemah sekali. Khi.. Khi.. Khi.. Sekarang kau juga akan kutelan!" Corlina Cobra membuka mulutnya lebar-lebar hingga seukuran tubuh Reika. Reika syok karena serangannya di patahkan dengan mudah dan hanya berdiam diri saja. Ketika Reika hampir dimakan Corlina, Omura Oni datang tepat waktu menahan gigitan Corlina dengan pedang yang diciptakannya.


"Tranggg" bunyi antara adu pedang Omura Oni dan taring Corlina Cobra.


"Apa kau bodoh? Kenapa kau hanya berdiam diri saja tidak menghindar!" marah Omura Oni yang masih menahan serangan gigitan Corlina.


Lin yang bangkit dari jatuhnya langsung mencoba mengeluarkan Black Hole di telapak tangannya.


"Sruttt" hisapan dari black hole yang dahsyat menarik tubuh ular raksasa Corlina Cobra.


"Heh!! Jangan sombong dulu kau malaikat bodoh! Rasakan ini..." ucap Corlina sembari mengeluarkan gumpalan bisa berukuran besar ke arah Lin.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih untuk dukungannya. mohon like dan comentnya ya. Sampai jumpa di chapter berikutnya 🙏


__ADS_2