HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Mari akhiri kebencian ini.


__ADS_3

Pertempuran kembali berlanjut. Ronde kali ini Omura Oni digantikan oleh Lin dan Karasu. Sedangkan Ying dan Hitomi hanya bisa melihat dari jauh karena pertarungan berbahaya sambil dilindungi 2 anjing neraka yang telah mereka temukan. (Beban banget 2 cewek ini. Disuruh jangan ikut tetap aja mau ikut ke neraka. Nyusahin saja. Bandel sekaliiii!)


"Trang... Tring..." Lin menerjang dan menyerang dengan membabi buta. Tetapi karena serangannya masih tidak dapat mengenai titik lemah Corlina Cobra. Alhasil, serangan yang dilancarkan Lin semuanya menjadi sia-sia.


Sedangkan Karasu menghadapi para zombie yang telah bebas dari penjara tombak Omura Oni. Dengan api hitamnya Karasu melenyapkan semua zombie-zombie yang tersisa termasuk Mark yang telah membunuh Corlina semasa hidupnya.


Setelah selesai mengurus semua zombie sampai tidak bersisa,Karasu mencoba menyerang Corlina Cobra dengan terjangan peluru yang terbuat dari bulu-bulu besi di sayapnya. Tetapi hasilnya juga sama seperti Lin yaitu sia-sia belaka. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berhenti menyerang dan mundur sementara.


"Menakjubkan!! Kulitnya begitu keras bagai berlian." ujar Lin dengan penuh kekaguman.


"Tuan, kelihatannya kemampuan anda berkembang dengan pesat. Kecepatan dan kekuatan pukulan anda telah meningkat, tetapi memang kulit ular wanita ini sangat keras. Apakah anda punya ide?." tanya Karasu kepada Lin yang menatap serius ke arah Corlina Cobra. Tampak Lin yang sedang berusaha memikirkan cara.


"Informasi yang kita ketahui sekarang dari tuan Omura adalah kelemahan wanita ular ini berada di perutnya. Sepertinya tuan Omura Oni sempat melukai perut wanita ular ini sehingga sekarang dia sangat menjaga area di sekitar perutnya." ucap Karasu mencoba menganalisa lawannya.


"Oya tuan.. Sewaktu saya barusan sadar dari pingsan, saya melihat sebuah jurus baru anda yang menghasilkan sebuah lingkaran hitam yang menghisap semua benda di sekitarnya. Apakah itu bisa kita manfaatkan melawan wanita ular ini?" sambung Karasu yang kini bertanya kembali kepada Lin.


Lin mencerna sedikit pertanyaan Karasu.


"Jurus baru yang tadi saya gunakan adalah menciptakan ruang hampa (black hole) di udara. Tetapi butuh beberapa syarat melakukannya. Pertama; energi yang di perlukan akan sangat banyak dikarenakan saya tidak menciptakannya di telapak tangan saya, melainkan di udara. Tetapi cara ini sangat efektif untuk menghindari tembakan racun wanita ular ini. Kedua; saya membutuhkan jarak yang sangat dekat dengan tempat saya menghasil ruang hampa tersebut yang dimana jarak maksimal hanya dapat 1 meter. Di jarak yang sangat dekat ini kita akan menjadi sasaran empuk dari semburan racun ataupun kibasan ekor wanita ular ini. Dan yang terakhir yaitu yang ketiga; ukuran black hole yang saya ciptakan masih tidak begitu besar. Jika dilihat dari ukuran tubuh wanita ular ini. Saya ragu apakah tubuhnya bisa masuk ke dalam ruang hampa yang saya ciptakan. Dan bisa saja yang terhisap bukan wanita ular ini tetapi orang di sekitar kita. Karena lubang dari ruang hampa tidak pandang bulu dalam memilih targetnya." jelas Lin tentang kekhawatirannya.


"Baiklah! Ini sajakah serangan kalian? Sekarang biarkan saya memandikan racun untuk kalian semua yang ada disini. Ha.. Ha..." ucap Corlina Cobra sembari menarik nafas panjang. Dada dari wanita ular ini perlahan-lahan membesar dan mengembang.

__ADS_1


"Gawat tuan! Sepertinya wanita ular ini akan menyemburkan racun dalam jumlah volume yang besar!" Karasu memperingati Lin.


Lin mencoba tenang menghadapi situasi ini. Tiba-tiba Lin memerintahkan Karasu...


"Karasu! Siapkan kekuatan penuhmu! Hajar tubuh wanita ini dengan sekuat tenaga dengan jurusmu!" pinta Lin kepada Karasu.


"Baik tuan!" seru Karasu mengiyakan perintah Lin.


Seketika itu juga Lin maju ke arah Corlina Cobra...


"Dia sedang berfokus mengumpulkan racun. Ini kesempatan bagus untukku!" gumam Lin.


Setelah mencapai jarak yang diinginkan Lin. Lin segera mengeluarkan jurusnya.


"Wushhh" sebuah lubang hitam berbentuk lingkaran dengan ukuran diameter sekitar 30 centimeter muncul di belakang punggung Corlina Cobra. Lubang hitam tersebut menarik seluruh benda di sekitarnya ke titik pusat lingkaran termasuk tubuh Corlina Cobra yang besar. Akibatnya tubuh Corlina Cobra terangkat ke belakang dan melayang menuju lubang hitam yang menghisapnya tersebut. Sampai akhirnya punggung tubuh raksasa wanita ular tersebut tersangkut di lubang hitam yang kecil itu. Kini celah pada perut Corlina Cobra telah terbuka.


"SEKARANG KARASU! SERANGGGGG!" teriak Lin kembali.


Karasu segera mematuhi instruksi Lin. Dengan ratusan peluru sayap besi yang melayang di hadapannya yang telah disiapkan, Karasu pun menyerang. "SERANGGGG!"


"WUSSHHH.... DUAR... DUAR.. DUAR..." hantaman demi hantaman peluru Karasu terus memenuhi perut Corlina Cobra secara bertubi-tubi. Sampai akhirnya lubang hitam yang diciptakan Lin juga telah menghilang dan peluru Karasu sudah ditembakkan habis sampai tak bersisa.

__ADS_1


"UARRRGGH" segumpal cairan hijau muda keluar dari mulut Corlina Cobra. Wanita tersebut memuntahkan darahnya akibat serangan yang di ciptakan dari kerja sama Lin dan Karasu. Kini dia tidak berdaya sama sekali. Terbaring lemah di lantai dengan tubuh ular raksasanya dan tak memiliki sedikit tenagapun untuk bangkit berdiri.


Lin dan Karasu berjalan ke arah Corlina Cobra yang sudah tak berdaya. Kini mereka berdua telah sampai di hadapan wanita ular tersebut dengan pedang dan cakar besi masing-masing.


"Hhhh... Hhh... Cepat bunuh saya. Kalian para malaikat dan monster yang bekerja sama melindungi manusia! Kalian akan menyesal suatu hari nanti karena melindungi mereka! Mereka akan mengkhianati kalian! Camkan kata-kataku dalam pikiran kalian!" ujar Corlina Cobra yang masih menunjukkan kebencian mendalam terhadap para manusia.


"Akan segera kuakhiri penderitaanmu." ujar Lin yang sudah mengangkat tinggi-tinggi pedangnya dan bersiap menghujam jantung wanita ular tersebut.


Ketika pedang Lin akan mencapai jantung Corlina Cobra.


"Tunggu Lin!" teriak Ying dari belakang.


Ying juga berjalan ke arah Corlina Cobra yang sekarat.


"Apa maumu wahai manusia sial*n??? Apakah kau datang untuk menertawakan keadaan saya? Tertawalah sepuasmu!" tanya Corlina Cobra dengan penuh kemarahan.


Ying tidak berkata apa-apa. Ying maju ke hadapan wajah Corlina yang besar, bahkan ukuran wajah Corlina mengimbangi besar tubuh Ying.


"TEPP" sebuah pelukan hangat dari Ying memenuhi pipi Corlina Cobra.


"No.. Nona ular... Sebenarnya saya takut kepada anda karena kamu sangat seram dan besar... Ta.. Tapi entah kenapa saya sangat merasa sedih ketika melihatmu. Saya merasa kamu sangat kesepian. Saya juga merasa di balik kemarahan dan kebencianmu terhadap kaum manusia, kamu menyimpan rasa sayang dan peduli yang luar biasa terhadap kaum kami. Saya ingin memohon... Bi.. Bisakah kamu melepas kebencianmu dalam hatimu? Ringankanlah jiwa dan ragamu dengan membuang semua kebencian yang mengumpal dalan hatimu nona ular." sebuah ungkapan hati Ying yang sedang gemetaran karena memeluk ular raksasa 🤭.

__ADS_1


Bersambung...


Teman-teman terima kasih telah mendukung cerita saya. Mohon like dan comentnya ya serta bimbingannya agar karya saya lebih menarik. Sampai jumpa di chapter berikutnya 🙏.


__ADS_2