
Omura Oni akhirnya datang di hadapan Karasu dan Reika. Omura melihat Reika lalu bertanya kepada Karasu.
"Karasu, siapa wanita ini?" tanya Omura Oni menunjuk ke arah Reika.
"Dia dulunya adalah seorang perempuan yang hendak saya ambil arwahnya. Tetapi ada suatu kejadian dimana dia tertangkap oleh Draculia dan tidak sengaja terbunuh olehku. Lalu dia di angkat menjadi malaikat oleh Hades." ucap Karasu menjelaskan semuanya kepada Omura Oni.
"Draculia?? Sepertinya saya pernah mendengar nama itu sebelumnya." ujar Omura Oni yang berusaha mengingat.
"Oya.. Saya ingat sekarang. Draculia adalah salah satu malaikat bawahan Hades ketika saya masih menjadi malaikat di akhirat." ucap Omura Oni.
"Bawahan tuan Hades? Tidak mungkin. Beliau tidak pernah menceritakan Draculia kepadaku. Dan kenapa bawahannya bisa berbuat onar di dunia manusia?" ujar Reika yang juga sambil berpikir tentang semua kejadian ini.
"Sebaiknya kamu tanyakan saja langsung kepadanya." ujar Omura Oni kepada Reika.
"Ayo Karasu. Kita cari Lin dan lainnya." ucap Omura Oni mengajak Karasu pergi.
"Saya ikut, saya mau bertemu tuan Hades." ujar Reika mengikuti Karasu dan Omura Oni.
Akhirnya mereka bertiga turun menuju ke neraka tingkat 3.
Cerita beralih ke Ying, Hitomi dan Lin. Kali ini seorang malaikat yang mereka kenal sudah menunggu di depan.
"Ha..Ha... Akhirnya kita berjumpa lagi Lin." ujar Joy yang sudah menunggu kedatangan mereka semua.
Lin melihat ke arah Joy yang melayang di hadapannya.
__ADS_1
"Ying dan Hitomi, kalian berlindunglah di tempat yang aman. Cari tempat berlindung sekarang juga." perintah Lin kepada mereka berdua.
Ying dan Hitomi segera bersembunyi di salah satu ruangan neraka tingkat 3. Saat mereka bersembunyi di ruangan tersebut. Terdengar sesuatu di sana...
"Guk.. Guk.." suara yang di dengar Ying dan Hitomi.
Ying dan Hitomi lalu melihat ke daerah sekitar. Terdapat 2 ekor anjing yang bentuknya agak aneh. Mata dua ekor anjing tersebut berwarna merah dan berjumlah 4 pada tiap ekor. Satu berwarna hitam dengan ujung ekor yang berapi. Satu lagi berwarna putih dengan ujung ekor yang berbentuk mata tombak terbuat dari es.
"An... Anjing baik... Anjing baik... Gak boleh nakal ya." ujar Ying dan Hitomi yang ketakutan.
Sedangkan Lin yang sedang berhadapan dengan Joy mempersiapkan kekuatan penuhnya. Lin membentuk perisai dan pedang dengan sihir energinya. Sedangkan Joy sudah memegang pistol handgun di tangannya.
"Ini akan menarik Lin. Saya akan membunuhmu seperti Sean. Ha.. Ha.." ujar Joy yang mengarahkan pistol ke arah Lin.
"Saya memang tidak begitu dekat dengan Sean. Tetapi sepertinya kamu sudah keterlaluan dengan Sean." ucap Lin memasang kuda-kuda bertarung.
"Dor.. Dor.. Dor.." 3 peluru di tembakkan dari pistol tersebut. Api pada pistol-pistol tersebut mempunyai api yang berbeda-beda. Ada yang berwarna merah seperti api biasa. Ada yang berwarna biru seperti api milik Reika. Dan ada yang berwarna hitam seperti api milik Karasu.
Lin lalu mengunakan perisainya untuk menahan serangan 3 peluru tersebut. Peluru pertama berwarna merah memukul mundur tubuh Lin hinga terseret beberapa meter dari tempatnya berdiri, peluru kedua berwarna biru meretakkan perisai Lin dan peluru ketiga yang berwarna hitam menghancurkan perisai Lin hingga berkeping-keping. Terlihat Lin yang sedikit terkejut akibat serangan Joy barusan. Dia tidak menyangka perisainya akan hancur begitu saja.
"Sepertinya tipe kekuatan kita hampir sama. Saya memanipulasi senjata dengan energi saya. Dan sepertinya kamu juga begitu." ujar Joy yang mencoba menebak kekuatan Lin.
"Pastinya saya lebih kuat dan akan menang darimu." jawab Lin menanggapi pernyataan Joy.
Lin kembali menggunakan energinya membentuk senjata. Kali ini dia menganti perisai yang hancur tersebut dengan sebilah pedang. Kini masing-masing tangannya memegang satu bilah pedang. Lin kemudian kembali menyalurkan energi pada pedang-pedang di tangannya. Satu pedang kini terbalut api merah membara. Satu api terbalut hawa dingin yang dapat membekukan sesuatu hingga menusuk sampai ke dasar tulang.
__ADS_1
"Bukan kamu saja yang dapat memanipulasi elemen dan senjata. Saya tidak akan kalah begitu saja darimu." ujar Lin yang terbang menerjang ke arah Joy.
Lin menebas dengan pedang api. Muncul sayatan api di udara lalu diiringi dengan tebasan pedang es miliknya. Hal yang sama terjadi. Muncul sayatan es di udara. 2 sayatan tersebut bersatu dan menyilang menuju tempat Joy. Joy tertawa melihat serangan tersebut. Joy menambah senjata air softgun di tangan satunya lagi. Kini di masing-masing tangan Joy juga terdapat pistol. Joy lalu menembak beberapa kali ke arah serangan Lin. Alhasil serangan Lin menghikang sebelum sempat menjangkau Joy.
"Baiklah. Saya akan serius.." ucap Joy yang sekarang menyimpan 2 senjata di tangannya.
Hal yang dilakukan Joy kemudian adalah mengangkat kedua tangan setinggi dada. Lalu...
"Bangkitlah pasukanku!" teriak Joy.
Setelah berteriak memanggil dari Joy. Lantai-lantai pada akhirat tingkat 3 mengeluarkan cairan-cairan lava panas. Lava panas yang keluar kemudian membentuk sosok tubuh manusia. Jumlah mereka lumayan banyak, mungkin sekitar dua puluhan manusia lava.
"Ternyata dia sangat kuat." gumam Lin melihat kekuatan Joy.
Kini manusia-manusia lava mendekati Lin dan menyerangnya. Lin mencoba menebas mereka satu per satu, tetapi yang terjadi adalah tubuh manusia lava yang terpotong sama sekali tidak berpengaruh pada mereka karena tubuhnya dapat menyambung kembali setelah tertebas. Lin semakin terdesak. Semua manusia lava kini mengelilingi Lin. Sampai satu per satu manusia lava menimpa tubuh Lin menjadi setumpuk gumpalan lava yang tinggi. Kini sosok Lin sama sekali tidak terlihat lagi.
"Kekuatanku bukan hanya memasukkan elemen ke dalam senjata. Saya bahkan bisa menggerakan elemen tersebut menjadi seperti prajurit tempur saya Lin. Ha.. Ha..." ujar Joy setelah melihat sosok Lin terkubur oleh manusia Lava.
Sekarang cerita kembali lagi ke Ying dan Hitomi. Tampak mereka berdua sedang binggung menghadapi dua ekor anjing aneh yang baru mereka temukan. Tetapi dua ekor anjing tersebut terlihat sangat jinak dan patuh terhadap Ying dan Hitomi.
"Guk.. Guk.." gongongan anjing-anjing tersebut sembari mengikuti Ying dan Hitomi yang berjalan kesana kemari menghindari mereka.
"Bagaimana ini Hitomi? kenapa mereka terus mengikuti kita?" tanya Ying kepada Hitomi.
"Saya juga tidak tahu Ying. Apa yang harus kita lakukan agar mereka berdua menjauh dari kita? Saya juga binggung." ucap Hitomi yang juga berusaha menghindari anjing tersebut.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih teman-teman atas dukungannya terhadap novel saya. mohon like dan comentnya ya. Sampai jumpa di chapter berikutnya. 🙏