
Ying dan Hitomi telah terpisah dari Lin, Karasu dan juga Omura Oni. Mereka pun memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan mereka. Ketika di tengah perjalanan, mereka mendengar suara kucing. Dan setelah di datangi sumber suara kucing tersebut, kucingnya terluka dan mereka pun mengobatinya. kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan membawa kucing tersebut bersama mereka. Di tengah perjalanan mereka baru menyadari ternyata kucing tersebut dapat berbicara seperti manusia.
"Perkenalkan, nama saya adalah Nekomushi. Saya adalah salah satu pelayan milik Baba Yaga." ucap kucing tersebut kepada Ying dan Hitomi.
"Baba Yaga? Jadi kamu adalah pelayannya. Apakah kamu tahu dimana Baba Yaga tinggal?" tanya Ying setelah mendengar pernyataan kucing tersebut.
"Tentu saja saya tahu. Saya bahkan tinggal serumah dengan Baba Yaga." jawab Nekomushi.
"Bisakah kamu mengantarkan kami ke tempat Baba Yaga?" tanya Ying kembali.
"Baiklah. Akan kuantar kalian ke tempat Baba Yaga. Apakah kalian hanya datang berdua saja ke sini?" tanya Nekomushi kembali.
"Tidak, jumlah kami ada 5. Tetapi kabut ini telah memisahkan kami semua. Kini hanya tinggal kami berdua." jelas Hitomi.
"Oh.. Kabut ini adalah kekuatanku. Sayalah yang telah menciptakan kabut ini. Baiklah, akan kuhilangkan terlebih dahulu kabut disini." ucap Nekomushi yang melakukan ritual untuk menghilangkan kabut.
Kabut pun menghilang. Terlihat Karasu, Omura Oni dan juga Lin yang berada di sekitar Ying dan Hitomi.
"Ternyata selama ini kalian semua tidak jauh dengan lokasi kita berada." ucap Ying yang melihat mereka semua.
Lin dan lainnya pun berkumpul kembali.
"Kabut tadi aneh sekali. Saya sampai bertarung dengan ribuan gagak di dalamnya. Dan kini semua menghilang bersama kabut tersebut." ucap Karasu.
"Benar sekali. Itu adalah kabut halusinasi bagi makhluk-makhluk mistis. Kalian yang memiliki kekuatan supranatural akan mengalami halusinasi jika menghirup kabut tersebut. Tetapi ini tidak akan berpengaruh pada manusia." ucap Nekomushi menjelaskan kekuatannya.
"Siapa kamu?" tanya Lin.
"Dia adalah pelayan dari Baba Yaga. Dia akan mengantarkan kita semua ke tempat Baba Yaga." beritahu Ying kepada Lin.
Setelah mengakhiri perbincangan, mereka pun segera mengikuti kucing Nekomushi ke tempat Baba Yaga. Tibalah mereka ke puncak gunung Fuji.
"Apakah kabutmu yang juga yang membuat kami semua tersesat?" tanya Lin.
"Iya. Karena tadi saya sedang di kejar harimau es. Jadi saya menciptakan kabut tersebut untuk mengelabuinya." ucap Nekomushi.
Mereka semua tiba di sebuah tempat luas di puncak gunung Fuji.
"Nenek Nekomushi telah pulang." teriak Kucing tersebut.
__ADS_1
"Wushhh" sebuah lubang muncul di bawah kaki mereka semua..
"KYAHHHH" teriak Ying dan lainnya yang terjatuh ke dalam lubang tersebut.
Mereka semua seperti berada di perosotan. Semua meluncur ke bawah sampai di suatu ruangan.
"Bukkk.. Bakkk.. Aww..." bunyi suara jatuh mereka semua yang saling menimpa.
"Apa ini? Apakah tidak ada cara masuk yang lebih aman?" tanya Ying yang sedang menduduki tubuh Lin dan lainnya.
"Cepat bangun. Kamu gendut dan berat tahu." keluh Lin.
"Apa kamu bilang? Lagi-lagi kamu mengejek saya. Saya tidak gendut. Hanya sedikit berisi saja." ucap Ying membela diri.
"Selamat datang Nekomushi. Siapa orang-orang yang kamu bawa ini." tanya seorang nenek tua yang menaiki sebuah bola besar berkilau. Bola tersebut melayang-layang di udara.
"Ceritanya Panjang Baba Yaga. Tadi saya telah di kejar oleh harimau es pada saat berjalan-jalan di gunung. Harimau es telah mengigit kaki saya hingga terluka. Lalu kedua gadis ini menemukan saya dan membantu mengobati luka saya. Sisanya adalah teman-teman kedua gadis ini yang ikut menemani mereka ke sini." jelas Nekomushi panjang lebar.
"Hoo.. Sepertinya saya tidak asing denganmu." ucap Baba Yaga yang melihat ke arah Omura Oni.
"Ini saya nenek tua. Saya si raja iblis Omura Oni." ucap Omura Oni.
"Hei.. Nenek tua. Seenaknya saja kamu bicara. Tapi ya sudahlah. Saya ada perlu datang ke sini." ujar Omura Oni.
"Ada perlu apa sampai kamu datang jauh-jauh ke sini mencariku?" tanya Baba Yaga.
"Saya ingin pergi ke neraka. Tetapi saya ingin membawa gadis manusia ini. Bisakah kamu menemukan caranya nenek tua?" tanya Omura Oni.
"Saya masih muda Omura. Saya baru berumur 2.500 tahun. Ke neraka ya? Mudah saja, kenapa kamu tidak cabut saja nyawanya dan bawa arwahnya bersamamu ke neraka. Hi.. Hi.. Hi..." ucap Baba Yaga.
"Huahhh... Saya belum mau mati." rengek Ying.
"Tenanglah. Malaikat maut pun tidak ada yang sudi mencabut nyawamu." ledek Lin untuk Ying yang lagi merengek.
"Ha.. Ha... Ayolah nenek tua. Caramu kejam sekali. Hitung-hitung kamu membantu teman lama." ucap Omura Oni yang terus meminta bantuan Baba Yaga.
"Baiklah. Akan kuramal dengan kekuatanku dulu." ucap Baba Yaga yang turun dari bola mutiara besar yang didudukinya.
"Wahai bola ajaib. Tunjukkanlah cara manusia ke neraka dalam keadaan masih hidup." Ujar Baba Yaga yang terus menerus mengosok bola mutiara tersebut.
__ADS_1
Seketika muncul gambar pada Bola mutiara besar itu. Terlihat seekor harimau berwarna putih es sedang berjalan-jalan di hutan.
"Hmm.. Harimau es ya. Sepertinya kalian harus membawakan saya kulit dari harimau es ini agar saya dapat membuatkan mantel yang cocok untuk gadis ini. Kulit dari harimau es dapat menahan panas api yang bahkan dapat melelehkan baja." jelas Baba Yaga.
"Jika kalian ingin saya membantu, kalian pergilah berburu harimau itu sekarang." sambung Baba Yaga.
"I.. Itu harimau yang tadi hendak memangsaku." ucao Nekomushi yang melihat harimau di dalam bola mutiara besar.
"Oh.. Tadi kamu berjumpa dia dimana?" tanya Lin yang tidak sabar ingin menangkap hewan tersebut.
"Saya menjumpainya di pertengahan hutan gunung Fuji. Tetapi sepertinya harimau ini lumayan kuat." ungkap Nekomushi memperingati Lin dan lainnya.
"Saya dan Karasu akan pergi bersamamu Lin. Dan untuk Ying dan Hitomi, tetaplah berada disini. Kalian mengerti?" perintah Omura Oni.
"Hm" jawab Ying dan Hitomi mengiyakan.
"Saya akan menemani kalian juga." ucap Nekomushi.
Akhirnya mereka semua pergi bersama kecuali Ying dan Hitomi.
"Bagaimana cara kita menemukan harimau es itu?" tanya Lin kepada Nekomushi.
"Harimau es dapat meninggalkan jejak. Setiap langkah yang di tinggalkan oleh harimau es akan membeku." jelas Nekomushi.
Tak lama setelah mereka mencari. Tampak beberapa dahan pohon dan dedaunan yang berubah menjadi es di hutan.
"Sepertinya kita sudah dekat dengan harimau es. Bersiaplah kalian semua." ujar Nekomushi.
Saat mereka mengejar. Jejak es hilang pada sebuah lapangan berumput.
"Kemana perginya harimau es itu." tanya Lin.
Tiba-tiba...
"Roarrrr" terdengar suara raungan.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca novel saya. Mohon like dan comentnya. Sampai jumpa 🙏
__ADS_1