HAI.. MALAIKAT MAUTKU

HAI.. MALAIKAT MAUTKU
Berburu Harimau Es.


__ADS_3

Lin dan lainnya bersama-sama akan menangkap harimau es untuk membuat jubah Ying agar bisa pergi ke neraka. akhirnya mereka dapat menemukan Harimau es tersebut.


"ROARR!" raungan garang dari harimaubes tersebut.


"I.. Itu dia harimau esnya." ucap Nekomushi yang langsung berlindung di belakang orang Lin dan lainnya.


"Ayo kita serang bersamaan." ajak Lin kepada Karasu dan Omura Oni.


Lin dan Omura Oni mengeluarkan senjatanya masing-masing. Sedangkan Karasu berubah ke wujud manusianya. Mereka bersama menerjang harimau es tersebut.


"PRANK" suara pedang Lin dan Omura yang mencoba memotong leher dan perut harimau es. Karasu juga menggunakan cakarnya mencakar tubuh harimau es. Kulit harimau es itu sangat keras. Sangking kerasnya pedang Lin dan Omura oni tidak dapat memotong bahkan mengoresnya sedikitpun. Cakar dari Karasu juga sama saja. Bahkan satu goresan pun tidak dapat di hasilkan.


Bahkan pedang dan cakar mereka tertahan di tubuh harimau es dan perlahan-lahan berubah menjadi es.


Melihat kondisi tersebut. mereka bertiga bergegas mundur dan menarik serangannya. Setelah senjata mereka tidak menyentuh tubuh harimau. perlahan-lahan senjata mereka berubah menjadi normal kembali.


"Jika kita bersentuhan dengannya maka kita akan berubah menjadi es." ujar Nekomushi yang memilih berlindung di balik pohon.


"Kenapa tidak kamu katakan dari awal." marah Karasu.


"Kalian langsung menerjangnya. Saya tidak sempat menjelaskan." balas Nekomushi.


Sekarang tampak harimau es yang siap menyerang mereka. Dengan kekuatan kaki belakangnya harimau es mendorong tubuhnya yang besar dan menerkam ke arah mereka. Lin, Omura dan Karasu melompat menghindari serangan harimau.


"Rrrr" terkaman harimau es meleset.


"Untuk tubuh sebesar itu. harimau ini dapat bergerak dengan sangat cepat. Sungguh luar biasa." gumam Omura Oni berhasil menghindari serangannya.


Tidak tinggal diam, harimau es melihat ke arah Lin yang masih melayang di udara (karena melompat menghindari serangannya) dengan sigap harimau tersebut juga melompat ke atas hendak menerkam Lin.


"Gawat! Saya akan tergigit olehnya!" Lin langsung menangkis terkaman harimau menggunakan pedang di tangannya.


"Zrettt" pedang Lin menjadi beku seluruhnya. Lin segera melepaskan pegangannya dari pedang agar tidak ikut membeku.

__ADS_1


"Prankk" pedang Lin hancur setelah beku dan jatuh menghantam tanah.


Serangan harimau terhenti sementara. Lin pun selamat.


Mereka bertiga lalu berkumpul berdekatan.


"Jika kita tidak hati-hati, maka nasib kita akan sama seperti pedangmu itu." ucap Omura Oni memperingatkan mereka semua.


"Lin, apakah kamu dapat menciptakan lagi senjata dari energimu?" tanya Omura Oni.


"Saya masih punya cukup energi untuk melakukan itu." jawab Lin sembari menciptakan sesuatu di tangannya.


Kali ini Lin menciptakan sebuah panah.


"Saya melihat bekas luka di perutnya. Sepertinya itu menjadi titik lemahnya. Saya akan memanahnya di bagian itu agar senjata saya tidak membeku. Kalian bantulah saya membuat dia berdiri." pinta Lin kepada Omura Oni dan Karasu.


"Baiklah!" jawab Karasu dan Omura Oni bersamaan maju menyerang harimau es.


Karasu berubah menjadi bayangan. Bayangan Karasu bergerak ke kaki belakang harimau es. kedua kaki belakang harimau es masuk ke dalam bayangan milik Karasu. Sekarang posisi harimau es telah tertelan bayangan di bagian belakang tubuh.


"Cepatlah Lin. Kami tidak bisa bertahan lama." suara dari bayangan karasu yang terlihat mulai membeku karena menelan bagian tubuh belakang harimau es.


Terlihat juga pedang Omura Oni yang mulai membeku menjalar menuju ke tubuhnya karena mengangkat kaki depan harimau es.


Lin mengangkat busur panahnya. Lin juga mengkonsentrasikan kekuatan pada anak panah yang siap dia tembakan.


"Woshh" muncul api pada ujung anak panah.


"Terimalah ini. Akan kulawan tubuh es milikmu dengan api milikku." ucap Lin yang melepaskan anak panah dari busur panahnya.


"Ssrett" Anak panah melesat kencang dan menembus permukaan perut harimau es.


Harimau es langsung ambruk seketika setelah menerima serangan Lin. Terlihat darah keluar mengalir kencang dari tubuh harimau es. Kini dia sekarat.

__ADS_1


Lin dan lainnya mendekati harimau es yang telah sekarat tersebut.


Ketika mendekati ajalnya seketika ingatan masa lalu harimau es tersampaikan pada Lin dan lainnya. Semua melihat masa lalu harimau tersebut.


Terlihat dalam ingatan harimau es. hewan tersebut adalah harimau biasa di gunung Fuji. Harimau tersebut mempunyai 2 ekor anak dan seekor harimau betina sebagai pasangannya. Mereka hidup damai dan tentram di hutan gunung Fuji tersebut.


Suatu ketika harimau jantan pergi mencari makanan untuk pasangan dan dua anaknya. Tetapi saat dia kembali ke sarang mereka, yang terlihat adalah bangkai harimau betina yang sudsh terkapar tidak bernyawa di sarang tersebut. 2 anak mereka telah hilang.


Sang harimau jantan segera pergi mencari anaknya. Di tengah perjalanan, terlihat sekelompok pemburu yang terdiri dari 5 orang sedang membawa 2 anak harimau miliknya di dalam sebuah kandang. Sang harimau berada di balik semak-semak menunggu momen yang tepat untuk menyelamatkan anaknya.


"Kita dapat tangkapan bagus hari ini. Anak-anak harimau ini akan terjual mahal di kota." ujar salah satu pemburu.


"Sayang sekali induk harimau harus mati. Jika tidak melawan, maka dia juga bisa di jual dengan harga mahal." ujar pemburu lainnya


Sang harimau jantan sangat marah, hewan tersebut tidak lagi dapat menahan kesabarannya dan menerjang keluar dari semak-semak. Di terkamnya satu orang pemburu yang memegang tempat kandang anak-anaknya di kurung.


"Ada harimau lagi. Cepat tembak!" ujar teman pemburu lainnya.


"DOR.. DOR.. DOR.." belasan timah panas di tembak dan bersarang di tubuh harimau jantan. Anak-anak harimau yang berada di dekat harimau jantan juga ikut tertembak dan mati.


"Sial! Anak-anak harimaunya mati semua. Sekarang kita tidak akan mendapatkan uang lagi." ujar pemburu dengan kesal.


"Setidaknya kita tidak ada yang mati di terkam harimau." ucap salah satu pemburu yang selamat dari terkaman harimau tersebut.


Para pemburu meninggalkan harimau tersebut bersama bangkai 2 anaknya. Dalam keadaan sekarat, sang harimau di penuhi rasa dendam dan marah.


Dengan kekuatan dendam dan kemarahan, tubuh harimau berubah menjadi seperti sekarang yaitu harimau es. Meskipun pada akhirnya harimau es dapat mengejar para pemburu itu kembali dan membunuh mereka. Namun dendam di tubuhnya tidak sirna sama sekali.


Lin dan yang lainnya melihat masa lalu harimau dalam pikirannya hanya bisa memandang harimau dengan rasa iba.


"Kamu sudah sangat menderita selama ini. Beristirahatlah, lepaskan dendam dan amarahmu. Akan kubawa arwahmu berjumpa istri dan anakmu di akhirat nanti." ucap Lin mendekati harimau tersebut dan membelainya perlahan.


Harimau pun menutup matanya perlahan dan mati di tangan mereka.

__ADS_1


Bersambung...


Hai teman-teman. Jumpa lagi di novel HAI MALAIKAT MAUTKU. Mohon like dan comentnya ya. Terima kasih 🙏


__ADS_2