HALUSINASI COWOK KARISMATIK

HALUSINASI COWOK KARISMATIK
Bab 7


__ADS_3

Pak camat bingung karena pagi pagi, halaman depan rumahnya yang biasanya banyak bertebaran daun daun kering dari pohon mangga, jambu dan sirsat, sekarang terlihat bersih dan enak dipandang mata. Dia heran karena Pak Amat tukang bersih bersihnya minta izin seminggu karena dia punya gawe mantu.


Apakah ini pekerjaan dari Pangat sahabatnya? Jangan ah, dia tamu dan juga sahabat yang harus dihormati. Bukan diminta bersih bersih meski itu kemauannya sendiri. Sungguh tidak etis rasanya.


Namun untuk memastikan. Pak camat perlu klarifikasi. Pangat yang tengah merokok di belakang rumah pun dipanggil. Semoga dia bisa bertahan di sini agak lebih lama.


"Ngat, kamu yang menyapu halaman depan itu ya?" tanya pak camat begitu Pangat mendekat.


"Bukan Mas."


"Lalu siapa? Kita di rumah cuma berdua. Aku dan kamu. Kamu bukan, apalagi aku."


"Kamu salah hitung Mas. Kita bertiga," protes Pangat.


"Satunya?" Pak camat heran. Masak dia salah hitung.


"Satunya yang biasa menyapu jam dua dini hari itu?"


"Aja gojegan kowe, Ngat. Aja gawe aku giris," mimik ketakutan langsung terlihat di muka pak camat.


"Kok jadi ketakutan kamu Mas?"


"Kamu mempekerjakan hantu?" Suaranya masih gemetaran.


"Apa salahnya. Pak camat saja yang tidak tanggap. Tidak punya kasihan. Masak jam dua dini hari menyapu pakai rambut dibiarkan saja. Berapa botol shampoo dihabiskan untuk membersihkan rambut itu. Begitu saya sarankan nyapu pakai alat dan kerjanya jangan terlalu dini. Dia happy banget," jelas Pangat.


"Kowe tambah tuwa tambah pinter Ngat," puji pak camat. Nyari tenaga kebersihan tidak gampang. Semua orang sibuk dengan dirinya sendiri. Pangat telah memberi solusi yang jitu. Seingatnya zaman sekolah smp dulu, dia tidak begitu pintar dan berani. Sekarang tampil beda. Pintar yang terlambat.


Selepas kuliah, Gono tidak langsung pulang. Dia bermaksud tidak pulang dulu. Mau mencari bapak. Nasib bapak jadi teka teki. HP bapak yang tidak aktif, makin membuat bapak sulit terlacak. Mungkin bapak takut kalau simbok menguber keberadaannya. Bisa jadi bapak sudah ganti nomor. Tapi mustahil juga bapak tidak beruang.

__ADS_1


Sebelum acara pencarian, Gono menyempatkan diri makan gado gado di warung Bu Broto. Gado gadonya terkenal enak dan murah. Masuk ke warung, Gono merasa dia selalu pusat perhatian. Penampilan sahabatnya yang modis dan glowing adalah magnet penarik perhatian. Kalau dia datang sendirian, nggak ada yang menggubris.


Gono jadi kikuk. Tapi Hamo (Hantu Modis) terlihat santai saja.


"Kamu tidak kikuk jadi pusat perhatian?" tanya Gono pada Hamo.


"Biasa saja, malah senang aku. Di dunia hantu, tak ada yang menggubris aku. Dari pocong sampai gundul pringis, semua cuek cuek saja," Hamo berkilah.


"Kamu haus perhatian," sindir Gono.


"Terserah kamu Mas Gon. Baru mencicipi sedikit hepi saja masak harus dimuntahkan lagi," Hamo agak keki.


Pesanan datang.


Mereka segera mengakhiri makan siang karena Gono masih kepikiran nasib bapaknya. Jangan jangan bapaknya jadi gelandangan di kota ini. Ah, gara gara Hamo ikut ke desa, cemburu simbok langsung meledak dahsyat.


Karena sibuk melihat sekeliling, Gono tak sadar seorang polisi lalu lintas, naik motor putih langsung menyuruhnya minggir.


Polisi berkumis dan berbadan gede itu turun dari motor, menyapanya pura pura pura ramah.


"Selamat siang, maaf mengganggu perjalanan Anda, bisa dibantu menunjukkan surat suratnya," pintanya.


Gono menunjukkan SIM dan STNK.


"Anda saya tilang karena gadis ysng Anda boncengkan tidak mengenakan helm," kata pak polisi tegas.


" Saya sendirian lho Pak. Saya tak boncengkan siapa siapa," Gono membantah. Dia tadi dibisiki Hamo kalau dia mau undur diri dulu dari udara. Makanya Gono berani bersikeras.


Polisi itu celingukan. Dia tadi yakin, ada cewek yang membonceng. Kemana cewek itu. Kalau turun dan lari boncengan tentu terlihat jelas.

__ADS_1


"Bapak mungkin belum sempat sarapan," sindir Gono.


Polisi itu minta maaf dan meninggalkan Gono. Dia hanya melihat Gono seorang diri di atas motor itu.


Pak polisi itu tidak menyerah. Dia sangat yakin anak muda itu tadi berboncengan. Yang belakang tidak mengenakan helm. Rambut cewek itu potongan Yuni Shara. Bodinya bagus banget. Kulitnya kuning langsat. Parfumnya lembut menyeruak manja di hidungnya yang besar. Dia sudah membuntutinya sejak mereka lewat di depan bakul srabi "Natadewe". Begitu mau berbelok, dia langsung menutup ruang gerak motornya.


Pak polisi itu tidak pergi terlalu jauh. Dia hanya memutar. Dan dia sudah sangat hapal lorong jalan di sini. Anak muda itu mungkin pemain sulap, yang memiliki kecepatan dan trik yang hebat. Tapi untuk yang kedua ini, dirinya tak sudi dipermalukan.


Sebagai polisi berpengalaman, dia tahu mereka muda mudi yang tengah pacaran. Mereka sedang menikmati perjalanan. Tak mungkin ngebut. Jadi dengan gampang dia bisa menemukan mereka kembali untuk memberikan bukti pelanggaran. Masak polisi sudah 20 tahun berdinas kalah sama tukang sulap amatiran.


Tidak butuh lama bagi polisi itu untuk menyusul Gono.


Benar kan dugaannya kalau mereka berboncengan. Bau harum parfum itu juga sudah menggelitim hidungnya. Perempuan cantik memang identik dengan keharuman. Untuk memperkuat bukti itu, dia mengeluarkan hp dan jepret...dia mengambil foto mereka yang tengah berboncengan. Mesra sekali. Tak enak hati memenggal kebahagiaan mereka. Jadi teringat masa mudanya dulu. Tapi ini adalah tugasnya menilang orang yang melanggar aturan. Polisi itu sangat yakin kalau anak muda itu kini tak bakal bisa berkutik.


Segera dia menutup ruang jalan motor bebek itu. Kalau anak muda itu mau berkelit, dia dengan gampang bisa mengejarnya. Motor bebek itu cc-nya kecil.


"Selamat siang lagi?"


"Ada yang bisa saya bantu pak polisi?" Gono menawarkan bantuan. Polisi yang tadi muncul. Baru beberapa menit sudah kangen ingin berjumpa lagi. Kangen ingin dapat malu yang kedua kali rupanya.


"Maaf langsung saya tilang saja. Karena yang belakang tak mengenakan helm," kata pak polisi tegas. Dia berjalan dengan gagah dan sangat percaya diri. Sekarang skor satu sama.


"Lho pak masih belum percaya kalau saya hanya sendirian?" Hamo tadi menepuk punggungnya, tanda kalau dia menghilang sementara.


""Kamu bisa saja menyembunyikan temanmu arau pacarmu, tapi lihat aku tadi sudah memotret kalian," pak polisi mengeluarkan hp. Dia ingin tahu apa argumentasi anak muda itu.


"Tunjukkan foto itu pak," tantang Gono sambil tersenyum dalam hati.


"Ini," kata pak polisi. Dia menunjukkan foto itu. Tapi mengapa tidak ada gambar cewek cantik itu? Pak polisi geleng geleng kepala. Betapa cepat perempuan itu menghilang. Apakah dia perlu pakai kacamata?

__ADS_1


__ADS_2