HALUSINASI COWOK KARISMATIK

HALUSINASI COWOK KARISMATIK
Bab 22


__ADS_3

Dua lelaki itu mau masuk mobil dan tentu saja tidak jadi karena ada perempuan bungkuk bertopeng itu mengganjal pintu. Ah, mengganggu saja, padahal mereka harus bergerak cepat meninggalkan tempat ini segera.


"Gembel, minggir," bentak lelaki yang membawa tas paling depan itu. Tangannya melemparkan uang 10 ribu. Dalam bayangannya pengemis buruk rupa itu akan membungkuk bungkuk, membungkukkan tubuhnya yang sudah bungkuk sebagai tanda terima kasih karena diberi rezeki besar.


Tapi prasangkanya keliru. Dia malah memukul kembali uang kertas yang dilempar itu dengan tongkat dan hampir saja mengenai wajah lelaki itu dan ini tentu membuatnya jadi murka sekali.


"Masih kurang," suara serak serak pecah perempuan bertopeng itu sungguh tidak enak didengar telinga.


"Minta berapa?"


"Minta tas itu saja," pintanya datar dan makin menjengkelkan. Sudah hilang sabarnya. Waktu makin menipis dan tak ada waktu untuk tawar menawar.


Tendangan lelaki itu kuat menghajar tanpa ampun. Dia ingin perempuan bungkuk itu segera terjungkal dalam sekali tendang. Apa lacur, tendangan yang sepenuh tenaga mengenai tempat yang kosong hingga membuatnya terpelanting dan tubuh yang sudah kebilangan keseimbangan itu, punggungnya dipukul dengan tongkat. Kelihatan ganya pukulan pelan saja, namun sudah membuat lelaki pingsan.


Tongkat yang ada pengaitnya menyambar tas punggung yang jadi rebutan. Sekarang tas itu berada di punggungnya yang bungkuk. Membuat lelaki itu makin murka. Tapi dia eman eman kalau harus menembak. Harga pelurunya mahal hanya untuk menghabisi nyawa gembel ini. Dia adalah mantan petinju.


Sekali melakukan pukulan upper cut, perempuan itu sudah pasti bakal melayang di udara dan begitu jatuh di tanah, sudah tidak bernyawa lagi.


Pukulan andalan waktu jadi petinju pun dilancarkan. Dulu dia pernah membuat rahang lawannya retak. Apalagi kalau cuma rahang perempuan itu. Tapi dia betul betul kecele. Sebelum pukulan itu mendarat di rahang, tongkat jelek itu sudah mendahului dan menghajar dadanya. Lelaki mantan petinju itu ambruk dalam sekali pukul. Rasanya ada batu seberat satu kwintal telah menghantam dadanya.


Pandangannya langsung gelap. Sopir yang menunggu langsung tancap gas. Tak peduli lagi dua rekannya yang terkapar.


Perempuan bungkuk itu terus menghampiri lelaki pemilik tas. Terus menghilang di pagi yang masih gelap.


Lelaki pemilik dua toko emas itu hanya bengong di tempatnya. Hantu sakti di pasar gabus memang benar adanya. Selalu muncul ketika kejahatan terjadi. Sudah tiga kali ini dia menemuinya.

__ADS_1


"Ke toiletnya lama sekali, Pyuh," kata bu lurah jengkel.


"Perutku agak rewel bu lurah," kata Sampyuh dengan mimik meringis.


Bu lurah Jombik menatap tajam tajam ke arah Sampyuh. Perempuan yang di depannya begitu lembut, klemak klemek tak bertenaga, tapi dia punya kesetiaan yang. Sudah 20 tahun Sampyuh bersama dirinya, membantunya di sini. Ada tatapan curiga tersembunyi. Meski dia sering cerewet pada Sampyuh yang gerakannya yang sangat lamban itu, Sampyuh masih masih juga betah bersamanya. Tapi dia ingin pagi ini Dampyuh segera mengakhiri sandiwara yang selama ini terpendam.


"Sampyuh, mendekatlah ke mari, katakan dengan jujur," bu Lurah Jombik mulai melakukan interograsi layaknya seorang reserse pada pelakun kriminal.


Sampyuh mendekat dan mengangkat muka.


"Kamu sudah ikut aku berapa tahun?"


"20 tahun Bu Lurah. Sejak aku masih gadis," Sampyuh berkata polos.


"Sebenarnya aku sudah lama menyimpan curiga padamu," Bu Lurah berkata tegas dan sinar mata menatap dalam dalam seakan hendak melongok isi hati Sampyuh.


"Bukan masalah uang, bukan masalah bumbon. Kios ini aman aman saja.Tak ada yang hilang. Aku percaya seratus persen jejujuranmu soal uang," kata bu lurah sangat mantap.


"Lalu soal apa bu lurah," Sampyuh berkata lirih.


"Ngaku saja yang jadi hantu di padar gabus itu adalah dirimu. Karena apa? Sudah tiga kali aku memergoki, setiap kali hantu itu muncul, kamu selalu menghilang dengan alasan yang sama, pergi ke kamar kecil," bu lurah makin menyudutkan Sampyuh.


Sampyuh beku di depannya.


"Ingat, satu lagi yang tak bakal kulupa. Di desa Jombik, ketila perampokan terjadi di rumahku. Juga muncul sosok perempuan bungkuk yang meniup seruling di atas pohon randu. Perampok itu dibikin nglimpus tidur. Aku yakin peristiwa ini bukan kebetulan. Kamu pasti yang berada di balik perempuan bungkuk yang bertopeng itu," kata lurah makin menohok.

__ADS_1


Sampyuh biasanya ampuh menghindar diti dari serangan musuh dan bahkan melakukan balasan yangvtidak kalah dahsyatnta. Kali ini seperti seekor tikus yang tersudut. Sampyuh yang tidak gentar dengan berbagai bentuk hantu seseram apapun, kini seperti kain yang terkulai terbang dibawa angin kencang. Semuanya melempem. Tak berkutik. Jurus jurus ampuhnya tak mampu meredam kesaktian kalimat bu lurah Jombik. Bu lurah teramat jeli mengamatinya.


"Katakan yang sebenarnya!" kata bu lurah yang sudah mengunci ruang geraknya.


Sampyuh tak berani menatap muka bu lurah yang sekarang berubah singa betina yang mengaum garang, dan ingin segera mengunyah tulang belulangnya. Dia terlihat menunduk.


Bu lurah tinggal menunggu pengakuan yang sebentar lagi akan disampaikan Sampyuh. Mengapa dia menyembunyikan diri seperti itu? Apa untungnya? Kalau dia tahu Sampyuh perempuan hebat, toh dia juga ikut bangga dan merasa nyaman karena ada yang melindunginya.


Dia berjanji untuk tidak bercerita pada sispapun termasuk pada pak lurah desaJombik, suaminya sendiri. Tapi memang harus diakui, kehadiran hantu pasar gabus telah membuat orang jahat berpikir kalau hendak melakukan kehahatan di sini. Biasanya penjahat dari luar kota yang tidak tahu kehebatan perempuan bungkuk bertopeng itu. Orang jahat di sini tak mau macam macam di pasar gabus.


"Bu lurah terlalu berlebihan menuduhku," Sampyuh mulai angkat bicara.


"Faktanya sudah banyak mengarah ke sana," bu lurah tentu tak sudi kalah.


"Aku ini hanya orang desa Jombik, seperti orang desa yang lain. Kerjaan paling ya di tegalan, sawah, ngurusi ternak dan aku membantu bu lurah jualan di sini. Aku pun hanya lulusan SMP. Tak berani lanjut karena benturan biaya. Darimana aku dapat ilmu sehebat itu? Berani melawan perampok yang bersenjatakan pistol hanya dengan tongkat. Hanya akan setor nyawa juga. Kalau aku perempuan hebat, aku pasti bisa menemukan suamiku. Satu bulan lebih aku mencari tak ketemu juga suamiku."


Sampyuh membeberkan fakta.


Bu lurah jadi gamang sendiri. Apa yang bsrusan diucapjan Sampyuh bensr adanya.


Dia mengenal Sampyuh sejak kecil. Sepertinya tak pernah belajar ilmu belajar ilmu bela diri. Tubuhnya juga kurus rak berotot layaknya petempuan jagoan lain. Zaman SMP dia juga anak cengeng, digoda teman cowok saja langsung mewek. Perempuan bungkuk hantu pasar gabus terlalu perkasa untuk sosok Sampyuh.


"Maafkan aku yang menuduhmu terlalu jauh," akhirnya bu lurah mengalah melihat mata Sampyuh yang berkaca kaca. Dia makin percaya perempuan bungkuk itu bukanSampyua. Sifat cengeng Sampyuh terbukti masih terbawa sampai sekarang. Sosok pendekar hebat pasti sosok yang tangguh dan tidak melankolis. Bu lurah juga belum lupa kalau di kios ini, Sampyuh sering mendengarkan lagu lagu cengeng dari HP nya yang jadul itu.


Ada pembeli datang. Mau beli bawang merah dan bawang putih dan juga gula pasir. Ah, lupakan pendekar bungkuk itu.

__ADS_1


Sampyuh menyeka air mata, dan tersenyum hormat pada pembeli pertama. Bu lurah yang melihatnya jadi tidak tega.


__ADS_2