HALUSINASI COWOK KARISMATIK

HALUSINASI COWOK KARISMATIK
Bab 30


__ADS_3

Pocong sebagai ketua di rumah kos itu tak tega melihat Gono yang diancam. Apalagi sampai mau diulaporkan polisi karena moge yang hilang itu.


"Tenang Bos, kalau sampai bos samai dilaporkan polisi, kami semua akan datang ke rumah pak kos dan ponakannya yang bernama Angga itu untuk membuat malam-malamnya menjadi tidak nyaman. Kami teror terus seumur hidupnya," ucap pocong dengan kemarahan yang menggunung.


Mereka sangat arogan sekali di rumah kos ini, bos yang mereka segani sampai tak berdaya di hadapan mereka.


Mereka semua berkumpu mengelilingi Gono sebagaai bentuk dari solidaritas. Gono bangga dengan solidaritas yang mereka tunjukkan.


Kalau dia memeberi p-erintah pada mereka untuk melakukan teror, tidak usah menunggu malam. Sore ini juga mereka akan segera berangkat. Namun Gono tidak sampai hati. Ini merupakan kesalahannnya juga.


Mereka itu sudah berbaik hati padanya dengan memberi pinajaman moge baru bahkan beserta bensinnya sebesar satu juta juga telah disediakan. Kurang apa kebaikan mereka pada dirinya?


Nasibnya saja yang apes dan harus diterima. Tapi kalau harus diminta mengganti moge yang hilang, teru hanya diberi waktu hanya 10 hari, jelas seperti sesuatu yang muskil dan tidak masuk akal., Seperti layaknya menegakkan benang basah saja.


Padahal jual rumah pun masih butuh waktu. Jual rumah tidak seperti jual pisang goreng dsi bawah pohon beringin. Sekali goreng dan matang langsung diburu pembelai dan dimakan hangat-hangat.


Namun Gono juga menangkap kalau mereka tidak jahat jahat amat. Buktinya mereka malah menawarkan sesuatu yang baikj. Hanya meminta simbok untuk bekerja sama? Apa susahnya ?


Ah lebih baik dia membujuk simbok agar bisa menerima tawaran itu. Simbok adalah perempuan hebat yang pasti sangat dibtuhkan tenaganya.


"Lebih baik aku membujuk simbok saja. Bekerja bersama mereka tentu gajinya lebih menggiurkan daripada kerja sama bu lurah Jombik yang hanya membantu menjual bumbon di pasar. Hidup simbok hanya begitu begitu saja."


Gono manggut manggut. Kalau SImbok berhasil dibujuk selesai sudah semua persoalan yang mengadang. Daripada laskar hantunya membuat keributan karena dia berurusan dengan polusi. Emak bekerja dengan mereka adalah win win solution yang the best

__ADS_1


Ketika Sampyuh menemui pak lurah Jombik dan ingin berpamitan. Terlihat wajah pak lurah yang seketika jadi keruh. Dari awal dia sangat tidak setuju Sampyuh meninggalkan desa ini. Apapun yang terjadi Sampyuh harus tetap berada di sini. Lebih baik mengganti uang ratusan juta.


Dia lebih ikhlas mengganti moge baru itu. Bukan apa-apa Sampyuh adalah aset desa Jombik. Sahabatnya yang pernah melihat cara Sampyuh melawan begal seperti tak percaya kalau penjual bumbon di pasar gabus itu mempunyai kemampuan yang ngedap ngedapi.


Kelihatannya saja klemak klemek kaya macan luwe tapi sebenarnya menyimpan kelincahan dan kekuatan yang dahsyat.


"Jangan sampai si Sampyuh itu keluar dari desa Jombik pesan sahabatnya itu sungguh-sungguh pada suatu pertemuan yang lurah Jombik lupa tepatnya. Tak disangka ucapan yang sperti main main dan guyon itu sekarang menjadi kenyataan.


Dia lebih percaya pada cerita temannya yang sangat jujur dan jarang sekali guyon itu. Kecurigaan pada Sampyuh pun sudah sangat kental. Hanya saja dia belum pernah melihat dengan kepala sendiri.


"Janganlah dirimu terlalu terbebani moge yang hilang itu. Biar aku ganti moge itu," kata lurah Jomobik memberi jaminan.


Sampyuh hanya terdiam. Tekadnya yang kuat seperti luntur di hadapan lurah yang bijaksana ini. Tak terhiutung berapa kali di berhutang budi padanya.


Sampyuh jadi tidak sampai hati melhat wajah pak lurah yang begitu menghiba itu. Semangatnya untuk memenuhi kerjasama dengan Angga langsung meredup dengan sendirinya. Apakah dia akan tetap tinggal di desa Jombik ini sampai akhir hayatnya. Kebaikan hati pak lurah Jombik rasanya sulit sekali bisa dibalas.


Masalah moge yang hilang memang telah menguras pikirannya. Pikiran pikiran buruk terus saja bertebaran. Kesalahan Gono bagaimanapun juga merupakan tanggung jawabnya juga. Pertaruhan moge yang hilang itu terlalu besar. Bahkan kuliah Gono jadi pertaruhan yang tidak ringan. Kalau sampai anaknya berhenti kuliah betapa kerugian besar akan mencegatnya.


"Bagaimana Sampyuh kamu bisa memenuhi harapanku kan?" pinta pak lurah begitu serius.


Pendekar perempuan yang menggetarkan hati para begal itu sekarang dibuat tidak berkutik karena tersentuh hatinya.


Setelah jauh dari rumah kos, Angga dan pak kos segera berhenti. Napas mereka berhamburan tidak teratur. Namun jelas sekali ketakutan mereka lebih kuat mendominasi. Baru kali mereka bertemu langsung, masih sore hari, jadi jelas sekali terlihat.

__ADS_1


Hantu di rumah itu memang sopan, ramah tapi sekaligus juga kurang ajar. Hantu yang tak kenal waktu. Babar blas ora ngerti wayah tenan. Masih mending kalau malam hari. Seperti lazimnya hantu hantu yang lain. Dia sudah menata mental dulu.


Lha, ini sekonyong konyol muncul dari balik gorden. Semula dia mengira Gono agak bagusi karena jarang jarang anak punya pembantu. Malah dua sekaligus.


Namun begitu kain gorden tersingkap, tra la la...sunggih pemandangan paling 'indah' di matanya. Satunya tanpa kepala, satunya perempuan berambut panjang sampai menyentuh lantai dan mukanya itu hih ...penuh darah. Makanya rumahnya yang sudah menghabiskan banyak biaya tidak laku.


Kecuali bocah gemblung yang bernama Gono itu. Siapa yang tidak mengkeret melihat hantu tanpa kepala mempersilakan dirinya minum dam menikmato gorengan hangat dengan kode ibu jari dan punggungnya sedikit membungkuk itu.


Sepertinya rumah kosnya tidak laku selamanya. Kecuali yang tinggal di situ Gono, bapaknya dan ibunya yang sangat nyentrik itu. Selebihnya mereka semua akan lewat.


"Kapok aku ke rumah angker itu," seru Angga yang memang penakut.


"Heran, si Gono makannya apa sampai begitu santai dan nyaman hidup bersama hantu." Pak kos sampai tak bisa bernalar.


"Mbok coba diusir dengan pawang hantu yang terkenal di kota ini."


"Sudah kucoba berkali kali hasilnya nihil. Pergi cuma sehari. Hari kedua kembali. Aku boros di ongkos."


"Coba nanti aku hubungi Ki Badrun. Langganan bosku. Banyak tempat usaha bosku yang berhantu, sekarang sudah steril," Angga berjanji.


" Dicoba ya Le. Siapa tahu sukses."


"Ya, tapi aku juga harus dibantu menekan Gono. Pokoknya bagaimana caranya agar Gono bisa nurut dan bujuk ibunya untuk bergabung."

__ADS_1


Pak kos menepuk nepuk pundak keponakannya tanda setuju sekali. Kalau dibiarkan berlama lama, tentu hanya Gono seorang yang berdiam di rumah kosnya. Tak bisa dia balik modal. Padahal tiap bulan dia harus mengangsur bank. Ide keponakannya brilian juga.


__ADS_2