Hammersmith Servant

Hammersmith Servant
Ratu Ilmu Hitam


__ADS_3

Di dalam kamar yang luas dan dingin. Antonio mencium pacarnya, Cecil mengintip di dalam lemari Jepara. Ia menahan sungut! Sepuluh menit Antonio menidurkan dirinya, pacarnya pergi entah ke belakang. Cecil memasuki selimut dan memeluk pinggang Antonio. Antonio mengira perempuan itu pacarnya. Ia mengusap-ngusap tangan perempuan itu. Sesuatu yang kasar dan berbulu seperti menusuk-nusuk tangannya. Antonio kaget melihat sosok kucing berbadan manusia muncul menerkamnya.


Pemuda itu melarikan diri ke dalam kebun-kebun kina, suara-suara anjing pagi hari seperti lolongan kematian baginya. Seseorang menepuk keras pundak lelaki itu. Antonio membeliak membesarkan matanya.


“Cecil?”


“Ya, inilah aku, aku yang mengandung anakmu, kau harus bertanggung jawab! Kau harus jadi ayah untuk mereka. Kau lupa? Malam itu kau begitu bernafsu menguasaiku. Sekarang ke mana kepercayaanmu? Ayo akui ini anakmu!” Cecil tertawa lebar dengan taring membesar keluar bibir hitamnya.


Antonio mengambil pemukul kasti kemudian memukul Cecil sampai kepala itu terlempar jauh. Dan jatuh ke dalam lumpur. Tubuh drakula miliknya masih berdiri menyembur darah. Antonio berlari memasuki gerbang rumahnya. Sejenak ia mengintip melalui pagar kawat di dalam dapur rumahnya. Seseorang datang menegurnya: “Kau sedang apa sayang?”


“Syukurlah. Ada maling barusan.”


Elena membuka botol bir kemudian meneguknya. “Kau tidak mau makan sayang? Aku kebetulan sedang lapar.”


“Tentu! Masakan nasih goreng.” Antonio duduk menunggu-nunggu pacarnya.


Sembari memasak Elena terus mengajaknya bicara. “Apa perasaanmu semisal aku hamil?”

__ADS_1


“Mengapa harus itu? Bukan aku sudah gunakan pengaman.”


“Bagaimana semisal kebab saja?”


“Jangan, jangan itu, aku tidak menyukai makanan Timur Tengah, apalagi aku tidak pernah menyukai Yahudi. Aku mengagumi penumpasan kaum mereka. Hitler memang luarbiasa.”


Lama tidak ada yang menjawab. Antonio putuskan membuka kotak cerutu bermacam merk. Kemudian melinting daun kaung. Merokok dengan bersiul. “Bagaimana sayang? Masakanmu sudah jadi?”


“Tentu sayang!” sepiring kebab dihidangkan ke depan Antonio. Lelaki itu memakan terpaksa santapan itu. Antonio menggigit keras-keras lapisan daging. Seketika mulutnya merasakan sesuatu keras dan lembek. Ia membuka isian kebab. Dengan pemandangan jijik. Sepotong tangan goreng baru dihabisinya! Antonio muntahkan makanan.


“Bagaimana rasanya?”


“Kau keparat! Kau menghabisi kekasihku!”


“Betulkah?” Cecil membuka kaleng soda. Meminum dalam sekali teguk. Kemudian meremas kaleng sampai keping. “Inilah perasaanku padamu sekarang. Terimalah.”


Antonio mengerang menahan tulang-tulang betis, tangan, pinggang, belikat, kakinya bermunculan seperti diremas dan pecah. Antonio bercecar binasa ketika kaleng itu dihancurkan tangan Cecil.

__ADS_1


“Mungkin Arnita tidak ada salahnya. Kaum jalanan memang mengibakan.”


Cecil berjalan biasa ke dalam lorong rumah. Menghilang menjadi kelelawar.


***


Maria yang mengetahui Cecil memainkan prosedur. Termasuk upaya pembasmian tanpa seijin darinya. Mengundang perempuan itu untuk menghadap. Cecil dikenakan denda pelunasan atas pembungkaman; karena ia selamat akibat forum lindungan keluarga dunia. Cecil terpaksa merelakan dua ratus juta untuk menutup kasus itu. Maria anehnya memberikan surat amesti, pengampunan dalam tindakan yang sebenarnya melanggar pedoman organisasi. Sekali lagi: Cecil terbebas dari dakwaan. Puspita yang tahu itu berusaha untuk menenangkan sudarinya, biarkan mereka membikin golongan kita begini, kau selamanya sudah membantuku, berarti aku berhak membalasmu untuk kebaikan seterusnya. Cecil terharu mendengar itu.


Heidy yang tahu adiknya terseret koran. Ia mendatangi kantor Maria dan protes. Maria kebetulan sedang tidak ditempat. Dan Marie yang muncul: Adikmu tidak usah kau kekang, kau melarang berarti harus siap untuk kejahatan selanjutnya. Cecil perempuan baik hati, sayang sekali ia termakan ambisinya. Biar begitu kau pergi saja, kalau toh dia mengakuimu. Kau tidak perlu memohon hina begini.


Heidy mengecam Marie dengan telunjuknya: Tidak ada kejahatan dibenarkan dalam keluarga kami, ketahuilah keluargaku punya tangan, kalian hanya Belanda pengemis di negeri kami. Kami bukan sebuahnya. Cecil pernah lebih dari mamaku yang ditawan Holocoust. Kau mungkin lebih banyak dipuaskan Tjideng termasuk burung-burung besarnya. Heidy menggebrak pintu dan pergi.


Marie marah-marah ke Maria. Maria menjadi ciut seperti bayi yang diserang ibunya. “Kau harus jauhkan Heidy untuk jangan mengurusi kita!”


Maria mendatangi Amanda yang sedang sibuk. Amanda memintakan Maria datang besoknya. Maria merasa tertekan keadaan demokrasi dan tuntutan Marie. Ia menidurkan diri sambil memeluk guling. Tidak dia sadar Amanda sudah berada di depannya. “Kau kata mau berkeperluan.”


Maria menceritakan kesulitannya tentang Cecil. Juga Marie. Amanda tidak berani menindak Marie. Maka ia mintakan Arnita untuk menugaskan Marie seterusnya di pulau T. Maka sebulan lamanya, nenek yang merasa selalu perkasa dan perawan itu pindah dinas. Maria berterimakasih pada Arnita. Amanda memberikan ganti rugi untuk Heidy. Heidy yang sedang mengurus restoran kaget.

__ADS_1


Amanda memberikan lima belas juta untuk dirinya. Sisanya sejuta lagi. Semoga kau maafkan adikmu. Amanda kemudian pergi masuk mobil volk putih. Heidy berkaca-kaca kemudian ia memutuskan berdamai dengan Cecil. Cecil mulanya meragukan. Tetapi ia mencium wajah sudarinya yang sudah makmur itu. Disaksikan Puspita yang kemudian memeluk mereka.


Bersambung ....


__ADS_2