Hammersmith Servant

Hammersmith Servant
Lunch Dee


__ADS_3

Dalam mana itu kejadian-kejadian lain bermunculan: sebagian terbesar pekerja-pekerja putuskan istirahat. Mereka-mereka sudah pada memasuki restorasi memesan makanan. Sudahnya pegawai-pegawai baru meneruskan kerajinan tangan, menyemir pelana kuda, menempa besi untuk mana seni pedang dan anggar. Anehnya, anehnya mereka keluhkan gatal-gatal, satu persatu melarikan diri ke usaha kesehatan. Ketemu: penyebab dibikin atas makanan baru dikonsumsi. Julianna merangkap sebagai komandeur, menuliskan surat terbuka, bahwa peristiwa sengaja belaka. Kami samasekali sebelum mana ini aman-aman saja, belum merasani demikian adanya. Katanya ke suratkabar. Amanda sedang memburu-buru Shelly walhasil mengirimkan badan penyidik; butuhkan bukan sedikit waktu, mula-mula sesuatu serupa bakteri alergi sengaja tidaknya, menyeruak menembusi penganan dan penganan di sini cepat saji. Pemesan-pemesan memang didalangi motif kesengajaan. Amanda berusaha hubungi Norah tetapi perempuan itu belum samasekali muncul. Keputusan: menangkap pemilik restoran digelundung ke sidang, mereka mengaku menerima imbalan besar dalam mana menyebar makanan bahaya itu, beberapa dikeluarkan, beberapa lagi terusir paksa, beberapa lagi dilempar ke kranjang penjara.


Kaum servant lumpuh sementara, kegiatan produksi dan niaga, berhantaman sengit dengan pelaku-pelaku bayaran. Kejahatan mahal, sangat malah. Komentar Maria. Perempuan itu melayani tak henti-hentinya pengaduan demi pengaduan, memang kerjaku juruhukum, bukan Eropa, setidaknya bantuan begitu berarti untuk mereka.


Kejadian sama sering menyasar kaum servant dalam seminggu belakangan, Sri Ratu Ratu memutuskan menutup sumbangan makanan atau pembukaan cabang-cabang cepat saji. Mereka makan tetapi penjahat juga jurumasaknya, haruskah kejahatan penyumbang kejahatan lainnya? Kata Amanda seterusnya menolak berikan keterangan.


Peristiwa demikian mengingatkan pada membesarnya wabah kucing hitam, pelaku jugalah penyebar bibit bakteri, perempuan sekarang pimpinan tinggi Phantom itu, mengasaskan rumus, setiap perbekalan akan ditanggung maskapai maka kebutuhan-kebutuhan tidak perlu dicicil, komite-komite wakil Sri Ratu akan menjamin seluruhnya. Mendengar itu kaum servant gembira bukan main, mereka semakin bekerja lebih keras dan gila rutin, kami malah suka jika Amanda datang menyaksikan hasil tangan perempuan, yang tidak kalah hebat dengan kerajinan Tangerang atau Jepara. Kata Julianna. Amanda sering ke sana tetapi keadaan tidak memungkinkan, nadirnya tidak bukan kejahatan itu-itu juga. Shelly dan pengaruhnya sudah menguasai gerak badan manusianya. Ia dengan pengetahuan justru menghabisi manusianya. Mungkin kita pernah mengenalnya, perempuan itu sangat baik, menaruh perhatian pada yang lemah dan tidak diperhatikan, mungkin juga sendirinya perempuan itu lebih butuhkan perhatian. Kesaksian asisten Shelly. Perempuan itu menolak berikan namanya.


Kesendatan hampir-hampir mendekati dasar cawan, nyatanya produksi tetap diteruskan, membayar modal untuk ditukarkan modal lain begitu seterusnya, melalui kapal kami punya perijinan bahkan sejauh Stockholm. Sejauh itu kelindanan harus diusap lurus setajam pedang democlase, pemasaran terjadi dengan hebatnya—Julianna menaburkan benih yang ditiup sampai ke perut bumi. Tasikmalaya, Sala, Tangerang bahkan Yogya. Seterusnya Mexico, Marseille dan Amerika Latin. Kami sediakan waktu sebaik mungkin, selempang mungkin, luar sana Tionghoa sudah meringsek hantam jalur-jalur perdagangan, mereka sudah lebih jauh ke depan. Katanya.


Maka bila keutuhan mampu sendirinya diluaskan, kami tidak akan saling tarung satu sama lain, kerja yang baik harus tetap menghasilkan, tidak ada kesia-siaan, semuanya ada hasilnya hanya bersabar jalannya.


Yosi yang sudah tidak pernah muncul, mendaftarkan diri jadi anggota, selama itu perkembangan baru terus membuntutinya, aku tidak bisa mengimbangi servant. Maka seringnya bikin penganan atau minuman.


Sejak mana itu dia banyak dikenal akibat buah tangannya, sejak itu juga Yosi menerbitkan rumahmakan sederhana. Ia dibantu kelima sudarinya mendirikan sekaligus membesarkan hasil tangannya. Tidak begitu megah, tetapi kehebatan pasti terlahir dari sesuatu kecil dulu. Itu katanya kemalu-maluan. Kondisi perumahan produksi yang merangkak factorij, boederij, drukkerij dan werktplaatsen, membenihkan sesuatu luarbiasa dalam kepalanya:


Yosi putuskan membikin perijinan untuk menyediakan bahan makanan yang tidak didapatkan diluar. Semula Amanda sukar memberikan ijin, tetapi setelah Maria menyokong pembaruan di tubuh organiasi, bahwa ketentuan-ketentuan berdagang dan diekspor sudah kewajiban. Amanda menyetujuinya.


Maka begitulah pertamakalinya Phantom membuka cabang makanan sendiri, sebuah konsep baru telah terlahir, sebuah gagasan besar tidak main-main pengaruhnya—pegawai-pegawai tadinya pilih menanak sendirinya, sekarang pada berebutan menjamah luas bibir dan lidahnya, menyantap makanan sederhana Lunch Dee. Antaranya Yosi menyediakan makanan berat sampai ringan, sebuahnya minuman susu fermentasi, coklat, sapi bahkan kambing dikemas sangat kental keju atau yogurt.


Dilain itu pekerja memburu santapan mudah dan tidak berat di dompet, roti tawar tebal dengan potongan keju tipis dan lembut, roti lapis dengan sosis pedas dan martabak seukuran telor dadar. Paling banyak diminati roti daging, burger sampai kentang pedas dan lumpia manis dengan coklat kental tetapi ramah kolestrol. Promosi itu meluncur tak putus-putusnya ke suratkabar, bahkan seminggu pelanggan-pelanggan luar komplek pada memesan. Kami sendirinya berikan jaminan, itu benar, Yosi memberikan kertas menyerupai Bravo Vermakt dengan sertifikat, non minyak sapi untuk umat Hindu dan non minyak babi untuk non, Kristen.

__ADS_1


Amanda datang sekali-kali menyampaikan pesan, aku banyak memakan martabak keju, tetapi bikinan Yosi tidak pernah kutemukan dimakanan lain, memuaskan dan lebih lagi, ketagihan. Katanya tertawa menutupi dengan setangan.


Maria mengamankan keadaan agar mana terus steril, pernah kelima hari sudahnya, muncul surat ancaman: kalian boleh senang-senang dulu, kami tidak pernah tidak hilang atas kalian. Ingat-ingat itu. Peringatan itu loyo. Sebagian tidak mengindahkan malah semakin banyak meramaikan Lunch Dee, maka semakin terkenalah prodak makanan untuk keluar pedalaman. Yosi berbahagia usahanya tidak sia-sia. Sendirinya ia menyumbang sebagian kantong untuk kebutuhan servant, dan memberikan makanan gratis setiap Senin dan Jumat. Siapa pun semisal lelah datang saja, kami bersedia berikan satu bungkus donat atau martabak gratis untuk pelanggan pertama dan hari-hari barusan. Itu katanya. Memang perintisan miliknya gilang gemilang, tetapi Yosi dulunya pernah tidak diterima masuk perawat atau sekolah tingkat tinggi. Nilaiku selalu buruk tetapi semua berubah setelah aku tahu, manusia selamanya butuhkan makanan, itulah kenapa memasak dan menyajikan seterusnya akan semakin banyak keuntungan, kita menguntungkan tanpa merusak manusia lain.


Lunch Dee dinaungi Phantom membesar dalam sekejap hanya akibat ketelatenan dan kerja keras manusianya. Kami tidak pernah merasa harus dengan cara-cara liar untuk menuju ke sana, kesuksesan dan hasilnya, kami harus jangan tidak puas, manusia seterusnya harus berkembang, maka hanya manusia itu sendiri harus lebih beresiko dari manusia lain. Lunch Dee semakin diterima kalangan-kalangan kecil sampai besar, mereka membantu perkembangan, kami mesti membalasnya sebaik mungkin, ungkapan direktur.


Yosi juga membimbing promosi dalam bentuk siaran radio sampai tv, ia menyetujui permintaan sutradara sekaligus itu kesempatan besar untuknya, mereka memintaku untuk berfoto dan mengambil adegan. Itu katanya suatu kesempatan. Yosi diberikan gambar serupa brand, aku sengaja saja pilih D di atas W katanya tertawa. Hari-hari berikutnya perempuan itu sudah datang ke pantai Purmerend Eiland, kebetulan cuaca sangat indah, bisa aku tiduran dulu? Yosi sekali lagi bercanda. Yosi banyak bercanda dengan pembantu reel, penyusun busana dan skenario. Perempuan itu sangat atraktif, ia sopan dan menyukai kami, kami belum pernah bertemu orang punya nama sikapnya sebaik itu. Kata sutradara Leo Manopo. Yosi juga tidak pernah diam, ada-ada saja kelakuannya, ia menawarkan kami dikubur satu persatu ke dalam pasir, nanti malam ia janji akan bebaskan kami. Kami tidak percaya itu.


Yosi melaksanakan juga jadi seniman, perempuan itu banyak bicara dengan satu timnya, ia tidak bisa diam, kata pemuda gondrong Csar. Pengambilan adegan dimulai dengan Yosi dan ketiga perempuan yang turun dari atas mobil jeep, muncul ketiga pemain gitar, mereka memutari api unggun menyanyikan lagu dan saling tertawa, menyuap satu sama lain dengan makanan. Tentu guyonan di sini. Musik masih terus berjalan. Kami harus sudah pulang, kata Csar yang diketahui sudah mengenal Yosi sejak sepuluh tahun lamanya. Ia pernah satu kelas denganku, Yosi tidak mau makan di kantin, ia selalu malu-malu tetapi kami semakin kenal ketika itu.


Iklan diluncurkan pukul tujuh pagi, seminggu kemudian peminat semakin bertambah maka siaran lebih mudah yaitu, delapan malam dan lima sore. Biasanya orang suka pergi ke restoran untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan ketika benar-benar lapar dan tentu kosong waktu. Kata penyiar saluran tv. Yosi diumurnya baru 27 sekarang, mengatakan bahwa; aku tidak pernah mengimpikan semua ini, semua berkat mereka sudah berbaik denganku dan tentu dukungan. Terimakasih. Itulah sewaktu Yosi menerima wartawan koran ibukota, Pandji Penerangan dan Pandji Masjarakat.


Masyarakat semakin butuhkan sesuatu instan, mereka akan lebih menerima sajian cepat dan tentu higenis, di India makanan kaki lima banyak diminati, hanya kebutuhan dan caranya berbeda. Kita harus lebih setarakan mereka, kita harus bisa menyediakan makanan yang layak dan aman dikonsumsi. Kata Maria bicara di konperensi.


Aku tidak terlalu suka asin, tetapi jika secukupnya, rasanya semakin manis dan legit. Yosi mencicipi karamel yogurt hasil pegawainya. Kami pekerjakan lima belas karyawan seminggu penuh, tidak ada libur kecuali mereka halangan, paling-paling hari minggu kami libur. Atau biasanya keletihan boleh libur. O, gaji? Kau tidak perlu tanya. Berapa satu bungkus soda dan susu? Lima belas ribu? Itu swalayan ibukota. Kami lima ribu sampai delapan ribu saja.


“Kalian tidak merasa rugi?” tanya kolumnis.


“Kenapa harus rugi? Sekecil kembalian adalah kerja keras. Mereka berikan kepuasan berarti kami mesti lebih mudahkan pelanggan bukan mempersulit.” Yosi setengah bercanda.


“Apa rahasia secepat ini kalian dapatkan?”

__ADS_1


“Rahasia jelas semua orang punya, kami hanya saling percaya, kesabaran dan ketekunan, ketiga itu sudah kekuatan kami bisa terus menghasilkan.”


“Kalian tidak punya kemauan buka cabang?”


“Tentu ada tetapi bukan sekarang, yang utama bagaimana kami selalu punya sikap dan sikap tentu bukan menguntungkan semata kami. Tetapi pelanggan juga.”


“Semua harga pangan masih mudah untuk semua kalangan, bagaimana semisal ekonomi semakin naik?”


“Kami menyesuaikan tetapi harus tahu bagaimana kebutuhan masyarakat? Apakah mereka puas? Kami tidak pernah. Itu kenapa harus terus berkembang. Berkembang sudah proses manusianya. Soal kualitas tidak punya pengaruh dollar—senikmat apa pun makanan tergantung sajian dan hasilnya.”


“Nah, kami pernah mencoba karamel susu, rasanya hampir menyamai McD atau Kfc, kalian meniru?”


“O, ungkapan umum saja, lagi pula jika semua dilarang meniru tidak akan pernah lahir pembaruan dari apa pun, perkembangan butuhkan peniruan untuk semakin maju dan sempurna. Ah, tidak sempurna penting kepuasan dan kenyamanan. Yosi menutup bibirnya dengan setangan fantasi. “Memang aku suka tidur dengan lelaki?” Katanya disambut tawa besar.


Hammersmith Servant menjadi satu nafas kehidupan Lunch Dee, dibelakang lezat dan nikmatnya makanan, kaum servant sudah lebih dulu menaruh kepercayaan. Aku mengagumi semua makanan meriah di sana, tidak ada perusahaan makanan selain asing, kami harap Lunch Dee benar-benar sudah melakukannya. Kata Julianna mengajak lima sahabatnya santap ringan di sana. Kami sedang libur, itu alasan mereka, padahal mereka sudah sangat penasaran makanan di sini. Julianna membisik diam-diam.


Yosi dengan semangat tinggi berhasil mendirikan perusahaan makanan di tubuh Phantom. Julianna menggerakan badan membangun manusianya semakin baik dan maju dengan kemauan besar sendiri-sendiri.


Lunch Dee sudah karunia tak terpungkiri ....


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2