
Sejak demikian perubahan-perubahan luarbiasa cepatnya terjadi: Setengah persen putri-putri asrama setan mengakui, bahwa mereka siap mengabdi dengan kurikulum-kurikulum baru. Maka belaka yang terjadi tidak bukan mereka-mereka memilih kedokteran. Suatu bidang yang menunjang kemanusiaan.
Dalam pada mana itu: Shelly berperan mengakuisisi pengajaran-pengajaran, protozoa dan satyriasis, untuk yang mudah-mudah saja dulu. Seperti juga telah dikukuhkan Eric Hoffmann, kandungan-kandungan pada wabah mematikan, semacam mana diderita virus yang menular, begitu cepat juga menghabisi manusianya. Hanya jika berhubungan seksual. Kata Shelly. Pembelajaran sepekan membuktikan, bahwasannya, pengenalan-pengenalan dewasa itu—mampu mencangkup sumber-sumber virus, mengapa bakteri atau kuman mampu membiak ke benua Eropa.
Seseorang zoologis kirakan: cepatnya kuman menjangkiti tidak lain mereka sukar tidak percaya pasangan masing-masing. Maka juga meluasnya diakibatkan percintaan tidak sehat, sedemikian manusia merasa bosan atau seringkali keadaan-keadaan. Bisa juga. Memakan sendirinya manusia-manusia untuk jadi santapan kematian pasangan sendiri. Kematian! Shelly menerangkan. Bahwa bisa juga, ketetapan disiplin tidak sampai dimaksud benar-benar manusia itu, bukan kebersihan saja, melainkan pola makan, pola kehidupan juga dorongan-dorongan atasnya. Bisa juga. Memaksa manusia itu menjangkiti dirinya sendiri, seperti telah kumaksud, percintaan tidak sehat itu. Kelas semakin seru semarak:
Terang seperti sudah demikian aku jelaskan, kemuka dari kadar-kadar penumbuhan bakteria, tidak bukan manusia yang mudahnya, menyeret manusia lain untuk punah bersama, mengartikan begitu juga pertumbuhan satyriasis yang dikembangkan awak kapal Columbus 1490an lamanya. Sekarang permukaan lebih bebas lagi, maka tidak pula mengibakan, jika kemungkinan-kemungkinan dapat terjadi. Melemahnya kesadaran terhadap pemukiman-pemukiman kumuh, mengakibatkan kesadaran seksual tak juga tahu ke sana, tahu pun tidak ambil dengar, peduli pun tidak.
Sekian lamanya sendirinya pelajari, begini berhadapan dengan kalian, aku tahu juga, bahwa Amerika keluarkan hampir triliun untuk juga mampu menggunting kuman seksual. Mereka-mereka keluarkan anggaran besar. Cuma mengurangi. Tidak sepenuhnya hilangkan. Jika yang belakang ini, rasanya mustahil, negeri sebesar itu, berkembang di tangan dan perintis yang lebih besar lagi, toh semuanya jatuh ke dalam satu simbol. Liberte. Seperti juga kebebasan yang mereka naikan. Maka kepentingan-kepentingan kuman tidak lagi dibutuhkan untuk ditumpas. Barangkali hanya setengah perhatikan. Atau tidak sama sekali. Kelemahan negeri besar. Yang justru dihancurkan penduduknya sendiri. Itu kau atau aku belum tahu benar. Benar tidaknya belum kita tahu. Setidak-tidaknya sesuatu yang menghancurkan, sesuatu yang memakan manusianya, bukan negeri itu, tetapi manusianya, kehidupan dan hasil daripadanya, bertukar pasangan? Juga tidak menawarkan kepuasan terus menerus. Aku pernah begitu mengapa aku beritakan juga. Kalian bukan hendak agar mengikutiku. Sama sekali tidak.
Setidak-tidaknya, hasil apa pun kalian yang menemukan sendirinya, di sana.
Masih sedikit bahan, tetapi sendirinya pengenalanku belum sampai sini saja, masih berderet hendak kusampaikan. Hadapi jaman sekarang dengan kekerasan, itu kalau perlu, memang polisionil juga kuman, gerakan-gerakan kubu kanan yang juga tidak bedanya kiri. Kuman di jaman Sino, kekalahan Tingkok, kaum Wangsa Ching yang dungu, mereka juga kalah. Kalah! Hanya karena tidak menerima perkembangan baru. Munculnya perkembangan baru bisa saja menguntungkan tetapi membunuh sekaligus. Membunuh. Menghabisi manusianya untuk tidak pernah puas dan akhirnya memangsa semuanya, semuanya yang bisa dimakannya.
__ADS_1
Ada juga kuman imperialis, sama kotornya, busuknya memang tidak dirasakan, hanya kerusakan ekonomi dan manusianya, mampu kita temukan bahkan keliling pun tidak lepas. Kuman dikatakan pula sesuatu yang menghabisi, menghabisi sampai keping, bisa juga kata hubung kuman tidak terjadi dibumi saja. Bisa demikian di angkasa, andesit kecil pun bisa jadi kuman, memang kedengaran gelitik dan menjengkelkan. Aku sendiri membenarkan. Kekuatan manusia tidak lain hanya memakan dirinya sendiri, tergantung dari mana mampu menyalurkan, selama penguasa pun babak belur nuraninya, rakyatnya juga sudah dulu belur, tetapi demikian dapat kita patahkan.
Setidaknya, kemampuan dan kegunaan, tidak terlepas dari kekeliruan, mungkin juga mudah bagi yang tidak mengerjakan, kau atau aku sekarang, juga semua kalian di kelas: seringnya orang pada lupa mungkin, kuman nurani lebih cepat habisi manusianya daripada kuman seluruh bumi ini, mereka yang di kaki tetap di kaki. Mereka yang seperti burung, bisa juga habis karena kuman nurani ini, ketidak adilan sering juga tumbuhkan kuman itu, pembesar kadang perlu tahu, kuman itu berasal juga darinya, yang tidak mampu menangkal rakyatnya untuk tidak mati atau punah akibat kuman dan dunianya. Ah, kalian bosan?
Hadirin menantikan kelanjutannya.
Shelly meneruskan, dalam pandang ganas dan serius, perempuan itu menggebrak seisi bumi bahkan neraka, kalian-kalian harus ingat—menginsyafinya, ketidak adilan bukan akibat kemalasan, hanya kurangnya pendekatan edukasi, edukasi mendekatkan manusia dengan perkembangan, perkembangan yang mengenal batas tidak memakan manusianya, kadang pun perkembangan harus merevolusi dirinya, maka menyesuaikan pula akibat-akibatnya. Perkembangan juga ladang, kalian punya benih, jadi bunga atau bangkai, maka jangan jadikan benih seperti bangkai, orang keburu seperti bangkai hanya akibat kuman kekuasaan menghabisinya, dan bertele juga akibatnya, revolusi itu peluru. Itulah harini. Kalian punya peluru didalam buku-buku kalian. Itu juga perlu. Sebutir revolusi juga berarti sebutir peluru. Kekerasan memang nyanyian revolusi. Kuman ada di atas revolusi. Karena dia juga revolusi itu semakin membesar, menjalar ke mana-mana, seperti Sun Wen dengan gerombolan besarnya, Thong, menjinakan kuman yang jauh lebih ganas dari kuman itu sendiri. Maka demikian juga revolusi bisa dengan kuman. Kuman menembusi manusia. Satu juta manusia habis akibat itu. Itulah revolusi. Bumi sudah tidak ditumbuhi bunga. Bumi sekarang dibakar peluru dan manusia itu sendiri.
Baik, seterusnya, aku kembalikan tentang bakteri gonorrhea, dalam penelitian di Jerman, Fritz Schaudinn, mengembangkan hasil-hasil lapangan, bahwa diterangkan; kebanyakan penderita treponema pallidium dari golongan gonococcus gonorrhea, kedua belah kuman itu sedikitnya, menjalari manusia dalam waktu sangat lama, kedua-dua pembiakan tidak bisa dibedakan. Mungkin jika banyak bahan, sendirinya bisa kuluaskan, nah, itu keterangan syphilogis Jerman, keterangan tidak banyak, karena hanya bahan ini, 1902. Tahunnya sudah sangat tua. Shelly bercanda. Semua tertawa. Entah di mana lucunya, kata perempuan hitam manis itu. Ketahuilah, proses kuman itu sudah membinasakan Eropa empat ratus tahun lamanya, mula-mulanya Belanda, Inggris, Yunani, Skotlandia dan Hongaria. Terakhir Rusia.
Pembiakan bisa dikatakan pecahanya kepuasan seksual yang tidak pernah merasa puas. Ada hendak bertanya? Bertukar pikiran?
Seseorang perempuan mengangkat tangan. “Ibu sendiri sudah pernah bercinta?”
__ADS_1
Seisi kelas tersengat tawa riuh rendah.
“Sesekali pernah. Aku lebih cepat puas. Sementara mereka tidak.”
Kelas kembali terpilin-pilin badai tawa.
Shelly membubarkan kelas. Amanda menyempatkan kunjungan. Shelly gembira dengan kedatangan Sri Ratu. Mereka bicara hanya berdua di kantor guru-guru. Tidak dinyana sejak itu Shelly sering menampakan diri di koran-koran, namanya naik marak dengan puji-pujian murid yang merasa beginilah keberanian mengajar, mereka tidak gentar keketatan, atau sesuatu yang melarang pengajaran tertentu. Seseorang ternyata mencatat ceramah-ceramah perempuan hebat itu, seketika seisi organisasi jadi meriah, heboh yang menjilati. Shelly pantas duduk di departemen pengajar utama. Amanda menyetujui desakan pers.
Shelly semakin dikenal luas golongan-golongan berwarna, Phantom ....
Tetapi hammersmith servant masih tegak di tiang tinggi, seseorang berdiri meletakan teropong di atas meja, Cecil tersenyum menyipit.
Bersambung ....
__ADS_1