
Dari sana Amanda tidak percaya dengan siapa pun. Termasuk Shelly. Shelly mustahil seperti juga Sarah atau pun Cecil. Dengan penyidikan Amanda mengikuti Shelly diam-diam ke mana pun perempuan itu pergi. Kegiatan Shelly pulang pergi mengerjakan lapuran. Mendatangi dinas-dinas miliknya. Mengajarkan perempuan-perempuan sendirinya mandiri. Shelly kembali ke rumahnya di perumahan restorasi blok Timur. Amanda berhenti dengan mobil metalik biru tua miliknya. Tidak dia sadar seseorang datang mengetuk kaca mobilnya. Sosok itu tidak lain Arnita. Arnita mengetahui Amanda seharian mengekori Shelly. Amanda menceritakan sikap jahat Shelly. Arnita meragukan karena bisa saja Marry membohonginya.
Mereka berdua menyelinap ke atap rumah Shelly, maka lalat subatomik kecil milik Arnita dinyalakan, lalat besi itu menerjang masuk ke dalam rumah luas dan besar itu. Dengan monitor radio milik Arnita mereka duduk-duduk di atap genteng. Mengamati jauh lalat baja itu menelusuri semua kamar dan pintu-pintu. Shelly baru selesai mandi, masih telanjang wajahnya memandang cermin kamar-mandi, perempuan itu menggosok gigi kemudian melepas satu gigi miliknya. Membuangnya. Menggantinya. Shelly menyadari lalat sedang masuk ke kamar pemandian. Perempuan itu menyalakan kedua matanya, membunuh lalat sampai habis dengan sinar panas matanya. Lalat binasa buyar terbakar api. Shelly memutuskan masuk kamar. Amanda dan Arnita kehilangan jejak Shelly.
Shelly sadar seharian Amanda sudah mengikutinya. Ia harus mengatur alasan-alasan untuk bisa membuat Marry bungkam kalau perlu habisi. Shelly tertawa diam-diam. Amanda bersama Arnita melompat turun ke pekarangan. Mereka memasuki mobil.
Maria yang baru kembali dari urusan-urusan kantor. Ia mengintip Arnita yang berdiri di samping Amanda. Amanda menyalakan rokok satu bungkus 700 ribu miliknya. Maria mengganas melihat Amanda habiskan uang untuk sebuah mentol dengan harga tinggi. Maria hendak mendatangi tetapi Arnita pasti membela sudarinya. Maria pergi dengan gemas.
__ADS_1
Minggu berikutnya Shelly mengadakan jamuan besar-besaran yang mengundang tiga puluh ribu tamu undangan, semuanya organisator, kecuali golongan-golongan korporet atau pemerintah setempat. Shelly menyewakan Phantomon Tower milik Amanda, yang sudah tidak pernah didatangi. Shelly rupa-rupanya melangsungkan ceramah di sana. Membagi-bagikan makanan untuk Yatim mau pun Piatu. Sekaligus promosikan film-film layanan masyarakat sampai kontemporer. Amanda yang tidak sempat datang, hanya mengutus Melissa dan Marry yang terpaksa ikut. Terpaksa! Terpaksa! Terpaksa!!!!!
Di tengah-tengah acara Shelly meneruskan diskusi dengan undangan, bahwa jaman penindasan harus dibalas dengan polisionil, seperti juga banyak kerusuhan-kerusuhan baru patah setelah diatasi senjata dan boom grobak. Mendengar itu hadirin-hadirin ada setuju dan tidak. Kalau tidak kalian tidak akan pernah merdeka, perjuangan sekarang hanya dan harus dengan pistol, pimpinan besar pun sering gunakan itu, kalau tidak, bisa saja gunakan cara-cara lain. Misalnya kuman itu-itu juga. Semua tertawa mengikuti guyonan Shelly. Melissa yang datang merasa sesuatu tidak beres sedang dipropaganda pemilik acara. Marry terus menerus makan dengan lahap. Melissa jadi gemas dengan adiknya. Ia hanya menawarkan; apa kau mau uangku? Aku ingin sekali dekat selamanya dengan Amanda.
Marry menolaknya dengan wajah periang.
Shelly menjelaskan opera yang pernah ditontonnya adalah Solomon, kalian tidak akan melihat opera itu malam ini, tetapi aku hanya akan menceritakan prospek dari genetika binatang, kaitan-kaitan dengan Lasser Key of Solomon, kami menegaskan untuk sebulan ke depan proyek akan berjalan ialah studi tentang Mesir dan makhluk-makhluk seperti kucing.
__ADS_1
Mungkin tidak perlu bertele-tele, segerakan saja proyektornya, dibelakang layar muncul adegan-adegan manusia yang punya bentuk tulang, daging dan darah, kami akan mengembangkan kuman positif yang bisa mematikan bakteri negatif, mungkin aku maksud di sini bakteri baik, tetapi tidak salah jika kuman pun mungkin bisa jinak seperti kucing. Adaptasi hewan itu luarbiasa. Ia sangat menyayangi majikan dan tentu lebih baik dari anjing. Sekilas Shelly melotot menatap Marry. Marry ketakutan. Shelly mengucapkan terimakasih. Kemudian ia menyanjung Sri Ratu atas kesudian-kesudian membantu selama ini. Jangan manja, itu kata perempuan itu, dan barangkali lebih baik daripada orang yang suka makan dan tidak bisa dipercaya. Aku ingat sekali sifat-sifat itu kepunahan peradaban. Anjing! Shelly terkejut seekor anjing keluar dari balik tirai panggung. Shelly menimang anjing itu. Semua tertawa ketika Shelly berusaha mengajak bicara hewan itu. “Ada sudaranya malam ini, katanya.”
Marry kesal kemudian menjambak rambut Shelly. Penonton riuh rendah kemudian ajudan datang mengusir Marry. Shelly kembali berdiri dan acara selesai dengan pemberitaan: Marry marah-marah akibat direndahkan kedudukannya.
Shelly merasa puas setelah permalukan perempuan idiot itu. Amanda geram dengan sikap Shelly, suatu pertemuan ia menyerang begini: kau sudah sombongkan diri sekarang. Aku yang mengangkatmu. Tidak pantas terhormat begini sikapnya.
“Aku tetap berbaik padamu, tidak ada kelirunya Marry memang harus kita kurbankan, semua hanya untuk kenaikan koran Amanda.”
__ADS_1
Amanda kesal meninggalkan Shelly yang terhibur.