
Sashie yang belum putuskan ke mana studienya, sendirinya mempelajari suratkabar mingguan Phantom, Sarah sempat melarangnya, tetapi kemauan keras putrinya tetap tegar di kepalanya. Sarah mengalah. Ia menyekolahkan Sashie pada sekolah sesuai kemampuan anaknya. Sepulang dari sana, Sashie berkemauan mengisi keseharian kosong dengan menjadi pengisi radio Cherio, memang sekolahmu libur? Tanya ibunya. Sashie hanya berangkat sebulan sekali. Mendengar itu Sarah membiarkan putrinya jadi penyiar. Melalui siaran pertama anak gadisnya mulai dikenal umum, bahkan beberapa lelaki menuliskan surat-surat padanya. Semua disita Sarah. Sashie menjadi jengkel. Ia melarikan diri. Sarah kebingungan. Maria yang sadar adiknya lenyap, ia memutuskan komisi penyidikan.
Setelah sebulan Sashie baru ditemukan di sebuah pulau, yang jarak-jaraknya sangat jauh, yaitu: Basqu. Bagaimana mungkin dia bertahan sendirian di pulau terpencil itu? Belum diketahui. Sashie yang sudah berubah dengan pakaian seperti baru jatuh dari pesawat. Mengatakan, memang benar pesawat yang aku tumpangi jatuh, semua penumpang tewas hanya aku selamat. Nyatalah bahwa dia memang bukan manusia. Maria mengerti perasaan perempuan itu. Ia lebih sering mengajak Sashie belajar dan bekerja.
Dilain itu Surti menjadi pelayan bioskop, ia berkemauan mendalami sinematek, mempelajarinya dengan maksud membikin layar perak. Dengan tabungan lamanya, ia sudah menukarnya dengan emas atau koin setan miliknya, dan menggantinya uang kertas. Beberapa minggu peran-peran yang sudah dirancang tulisannya terlaksana: sebanyak putri asrama memajukan hidup untuk jadi pemeran-pemeran. Mula-mula sebuah sandiwara komedi kemudian opera sampai membentuk menjadi film. Menceritakan hewan tropis yang mengamuk buas sampai memakan setengah populasi manusia. Dengan penyasmitaan itu, Surti seringkali diundang ke acara-acara berita, sampai mendatangi peresmian beberapa film sukses. Beberapa kali juga menyaksikan perhelatan panggung musik dan menerima sanjungan di mana-mana.
***
Amanda yang kedatangan tamu kehormatan, tidak dinyana-nyana perwakilan Belanda melihat langsung kediamannya, maka lima orang yang mungkin, perwakilan Sri Ratu. Dibiarkan merasakan bangunan yang persis bangunan Inggris itu, dalam mana kedatangan demikian penjamuan diadakan sederhana. Pembicaraan berlangsung dengan pameran lukisan-lukisan abad 18 sampai 20, paling banyak hasil Rembrandt dan pemandangan Ancol itu-itu juga. Barangkali sepanjang hidupnya Amanda punya kesan besar dengan pelabuhan itu.
__ADS_1
Selesainya kunjungan tidak disangka-sangka itu, Amanda menerima pengembalian barang-barang antik setengah abad dirawat Tropen musium. Sebuahnya perisai kerajaan-kerajaan jaman Van Der Capellen, pusaka-pusaka raja pribumi, pestol-pestol baleo yang pernah habisi ribuan nyawa manusia Hindia. Ia sendirinya menyimpan ke badan restorasi untuk dirawat dan diperbarui kembali. Selepasnya memasukan ke dalam lemari-lemari mahoni Waddesdon Dee. Kemudian hari, kemudian hari aku kenalkan juga barang-barang itu untuk diserahkan ke mousoleum pusat. Kata Amanda masih sukar menahan senangnya.
Terpelajar-terpelajar yang mengikuti pertemuan rutin sudah berkumpul. Mereka memasuki gedung kesenian, pembukaan diskusi dilakukan komite sekolah-sekolah, sejam lamanya pembelajaran harus diangkat tidak lain ilmu-ilmu kedokteran serta menyikapi dunia. Jaman baru. Jaman perubahan besar-besaran nanti. Mereka diperkenalkan milenialisasi, gagasan-gagasan serba modern, yang belum sepenuhnya mampu dimengerti.
Pembahasan seterusnya mengenai sejarah, mereka mula-mula hendak mengundang pakar sejarah, tetapi terkendala kemacetan dan seminar lain perlu diindahkan. Hadirin-hadirin yang sudah sumuk dan sesak meminta pelaksana untuk lakukan diskusi baru. Maka keputusan itu dilalui Melissa yang mengundang sosok jaman tengah. Saint Simon. Orang itu bisa menjawab semua kalian punya pertanyaan. Katanya perkenalkan Meester.Simon ke seluruh tamu-tamu. Mereka tertawa tidak percaya. Seorang yang berjanggut itu batuk, menjelaskan dengan tenang-tenang;
Mendidik disadarkan pada bangunan manusianya, bukan kebutuhan-kebutuhan pakaian semata, melainkan menyukseskan perkembangan merata—menyumbang kesadaran-kesadaran manusiawi. Menumbuhkan harkat-harkat pemersatuan, membesarkan pengertian untuk lebih mengenal manusianya, kesengsaraan hanyalah penguasa yang tidak mampu mengenal rakyatnya, berusahalah mendekati dunia dengan kemajuan dan fungsi-fungsi manusianya.
Kebutuhan-kebutuhan paling umum dimasa perang, tidak lain saling merangkul, menyatukan perbedaan untuk satu nasib berarti satu bahasa manusia, yang saling terikat dengan kebebasan dan batas daripadanya. Penyembuhan dunia sekarang tidak lain hanya harus mengenal manusianya. Manusia sekarang terlalu tidak mengenal seisinya, kemajuan seringkali jadi senjata, semua diadu-adu hanya untuk kekuasaan dan kemenangan dipertaruhkan berdasar ketentuan-ketentuan Horden Politiek.”
__ADS_1
Sekali lagi tepukan tangan diberikan. Peserta-peserta tertarik untuk terus mengikuti:
“Penyumbat kelajuan hanya termakan penguasa-penguasanya, maka satu manusia saja ditunjuk untuk mengubah nasib bangsanya, segala bangsa mana pun harus mengenal manusianya, mustahil manusia tidak punya empati bisa memimpin bangsanya. Mereka-mereka yang pernah memimpin tidak lain manusia-manusia yang sudah mengenal batas-batas, mengetahui pasti hasil buminya, menyetarakan sebangsanya untuk memutus kesenjangan. Menggantinya semangat pembangunan akhlak dan tindakan. Manusia tidak ada yang sia-sia seumur hidupnya, seluruh hasil yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, sudah menentukan ke mana manusia pada bakalnya, hidup dan berkembang, menjadi dikehendakinya dengan memasuki lingkaran baru. Perubahan mutlak hanya dijuruskan ketika manusia benar-benar berpikir untuk sesamanya. Bukan semata kedudukan. Bukan semata kemauan menguasai.
Berpikir bukan dengan hanya tindakan, melainkan melaksanakan syarat-syarat menggunakannya, melakukan perubahan mampu terlaksana meski hanya satu bangunan telah dirancang dan ditentukan manusianya. Ketergantungan mustahil terlepas dari siapa saja, mereka yang mandiri pun tetap membutuhkan orang lain. Keseimbangan hanya mampu tercapai dengan kekuasaan yang mengenal batas. Jika tidak, kekuasaan sendirinya mengendalikan manusia itu. Memang sukar. Tetapi permulaan itulah kalian sudah harus pikirkan. Kemajuan semakin cepat menghabisi manusianya. Kemajuan juga yang memakan manusianya untuk tidak mengenal sesamanya. Maka jalan tengahnya, tumbuhkan semangat kecintaan, kebangsaan dan nasionalisme, ketiga nilai itu berpengaruh besar pada bangsanya.
Bagaimana seseorang bisa memimpin jika bangsanya tidak dicintai? Bagaimana seseorang bisa memimpin jika bangsanya ditinggalkan? Bagaimana bisa memimpin jika nasionalisme tidak mendekatkan manusianya pada kenyataan-kenyataan sosial. Pada mereka-mereka yang terhimpit makannya, bajunya, kerjanya, pendidikan bukan didasarkan pada gelar.
Bersambung ....
__ADS_1