
Mereka mengangkat tangan tetapi seorang putuskan menembak tak terkendali. Pegawai-pegawai ketakutan. Mereka saling menubruk hingga seorang darinya, meraung, menggaruk seluruh bajunya, mukanya mengeras. Semua-mua mengaum memunculkan mata kuning, mata kuning yang keji dan tak kenal ampun, mata kucing kelaparan, buas dan menerkam-nerkam apa pun. Benar saja. Preman-preman itu sudah diterjang cakar dan taring bengis manusia kucing. Manusia-manusia itu menumbuhkan kuping kasar dan tajam. Arnita terheran-heran. Ia membalikan badan cepat-cepat lari. Tetapi seseorang menarik-narik kakinya, tidak lain preman brengsek barusan, perempuan itu membiarkan sementara. Sesaat, semenit, seperempat detik preman itu ditarik putus tubuhnya, seluruh jeroan, jantung bercerai berai tak karuan. Ketiga monster kucing memangsa beringas preman itu. Arnita kabur menaiki motor.
Kejadian perampokan bank umumnya bukan peristiwa perampokan. Seseorang pakar bakteri didatangkan, bahwa perubahan genetika mengerikan manusia-manusia diakibatkan makanan mereka konsumsi sementara ini, kesimpulan jauh belum mampu dicapai. Sementara itu Amanda mendengarkan kesaksian Arnita; Tadinya aku hendak membantu mereka, sayangnya semua diluar dugaan, manusia-manusia itu benar-benar berubah, semacam rabies atau semacamnya, tetapi makanan mereka bukan makanan hewan-hewan kucing, anjing, sapi, kerbau, wedus atau babi.
Amanda ketemukan pangkal baru:
Sabtu itu pakar-pakar kembali didatangkan kepolisian. Mereka menemukan zat sengaja ditumbuhkan ke dalam kandungan makanan dan makanan dimaksud tidak bukan cepat saji. Mengetahui demikian. Kepolisian kirimkan penyidik ke restoran-restoran, kedai-kedai, warung-warung bahkan angkringan pinggir Ciliwung sampai paling jauh sana Braga. Tidak dinyana-nyana, pemasak makanan laut rupa-rupanya mengandung serum pembiak bakteri jahat, polisi terus menerus mencari penyebab.
Siapa pelakunya? Tidak diketahui.
__ADS_1
Mereka-mereka yang jualan pun mengaku tidak pernah ketemu penyuplai atau semacamnya. Mungkin seseorang sengaja permainkan kita. Norah berpendapat.
Keadaan itu membikin kedai-kedai sukar beroperasi. Penetapan-penetapan tidak perlu pun dibutuhkan, itu pemerintah, masyarakat menganggap tidak perlu. Pengawasan hampir dilakukan skala besar-besaran, mereka yang punya mata kucing, kami serahkan ke konsentrasi Yamene Omore. Kata inspektur Maktal.
Kejadian-kejadian lain menggelumbang hebatnya: perempuan-perempuan di perumahan Kenanga Timur mendapatkan piaraan mereka mengerang, mengejang, tidak henti-hentinya bahkan satu dini hari anjing-anjing hitam dan ganas semakin melolong panjang dan menciutkan nyali. Beberapa saksi-saksi lain mengatakan, seseorang perempuan pernah muncul meletakan sesuatu di kandang hewan, bukan miliknya, itu kepunyaan setempat. Kata seseorang. Lebih jelasnya: Satu pagi itu sunyi senyap perumahan seperti kota mati. Benar-benar hening. Seseorang pesepeda baru kembali pesta dengan kawan-kawan, konon, konon lelaki itu mendengar gemerisik di benteng rumah pinggir pekarangan, sendirinya menaiki tembok setinggi pohon ketapang. Samar-samar seseorang jongkok depan kandang ayam, mengambil ayam, menyuntikan sesuatu ke dalamnya, kemudian anjing seterusnya kucing, seterusnya entah ke mana lagi lakukan kesamaan.
Yang ini lain lagi: Ada pemuda melepas batre radio miliknya di atas meja, sayup-sayup dibelakang tirai suara orang jalan jelas terdengar, maka dibukanya horden, tidak seorang pun. Sesuatu keras melengking seperti lolongan anjing singkat. Begitu singkat. Pemuda itu melihatnya ke luar. Seseorang berdiri bawah pohon kamboja. Kedua matanya menyala mengerikan. Pemuda itu tunggang langgang. Menceritakan setelah sebulan semua lewat saja. Itu kesaksiannya.
Beberapa pengarang-pengarang menuliskan karangan-karangan hebat tentang jejadian itu. Mereka lebih mengada-ngada lagi, tetapi itulah yang terjadi. Kata redaktur majalah ibukota. Di antaranya karangan-karangan ringan mudah diterima: Simon Gallanger, bukan sebenar-benarnya nama, penulis pernah lahir dan besar di Bandung itu, mengungkapkan dalamnya peristiwa itu. Orangtuaku suka memelihara kucing, kalian bisa hitung, sepuluh kandang pernah kami dirikan, sekarang semua tinggal manisnya saja, kami tidak bisa lupakan. Wabah benar-benar menghabisi hewan-hewan itu juga.
__ADS_1
Simon juga menceritakan; kegemarannya biasa mengajak anjing pomerania miliknya keliling kebon atau lapangan kasti. Aku terpaksa karantina anjingku, tetapi semua kami sepakat menjaga satu sama lain. Pekerjaannya terus menulis, aku delapan bulan cuma ratusan pembaca saja, adanya peristiwa itu semakin banyak orang membaca karanganku. Di dalam buku-bukunya Simon menjelaskan; kehidupan hewan dan manusia tidak bedanya satu dengan lain, hewan diibaratkan pemangsa jika sebuah berkuasa satu dengan lain, manusia pun begitu, mereka leluasa memangsa jika memang sudah merasa berkuasa atas sesamanya.
Pendapatan restoran biefstuk menurun lima puluh persen, kami tidak kedapatan pengunjung, mereka kabur duluan, kata Dianne seorang kasir kantor. Perolehan justru meningkat di bidang perkebunan dan pertanian, mereka menanam hampir setiap hari, mereka menghasilkan lebih banyak kehidupan daripada sudah-sudah. Kami harus sebaik mungkin memanfaatkan keadaan. Kata petani.
Wabah mulai menjalari kota-kota besar, orang-orang mulai sering diperiksakan, bahkan sekolah-sekolah terhambat, pelajaran-pelajaran dilakukan di rumah sendiri-sendiri, kami masih surat-suratan, kadang lima puluh surat belum sempat dibuka. Kata direktur sekolah dasar. Jawaban-jawaban hampir sama tidak mengatakan, kami terhambat hanya akibat wabah, mereka tidak berani memastikan, takut-takut piaraan miliknya atau tetangga terimbas juga. Kata doktor bakteria.
Arnita sukar mempercayai, benarkah semua keterangan itu? Amanda menyatakan. Memang betul-betul ada. Semacam wabah hanya diakibatkan, manusia membutuhkan penyesuaian dengan suhu, pancaroba atau pun musim-musim tertentu. Arnita akhirnya percaya.
Mengatasi itu petisi baru dibikin, kalian yang bekerja untuk pendidikan, teruslah mendidik, kalian yang bekerja di ladang atau pun sawah bahkan pasar, teruslah menghasilkan. Kehidupan akan saling menguntungkan, tidak putus sebuahnya, wabah hanya dikalahkan kekuatan percaya, unity of mind, kekuatan pribadi: semua masih punya hari depan.
__ADS_1
Percaya tidaknya hanya organisasi tidak terkena pemogokan daging dan rabies hewan, maka keluar juga bangkainya: seseorang bertindak diluar prosedur. Pelakunya berada dibalik ketiak ratu, ia pastinya punya atau pernah dekat dengan kita, kata Lydia. Yang baru muncul! Aku baru bisa pulang, maafkan, memang centrum Galileo tidak membolehkan kami kembali cepat-cepat, katanya; kalian selesaikan keterangan dulu baru bisa kembali.
Bersambung ....