
Pesta besar-besaran akan diadakan. Memperingati lahirnya Emma ke dunia. Emma sendiri telah memerintah Phantom lima tahun, perempuan itu nyatanya kembangkan Studie Club lebih luas dan merata, peningkatan-peningkatan industri dan tekstil, cengkeh dan minyak dan penukangan. Hanya, hanya saja tidak semua menyukainya. Emma hanya menggariskan telunjuk garapan ke golongan-golongan tinggi semata, mampu menyuplai subsidi lebih besar, sementara servant tidak mampu berbuat apa pun—seluruh sahamnya telah jatuh ke dalam cengkeraman Presiden Emma.
Kehilangan Sri Ratu begitu lama, kelompok-kelompok kecil berusaha menyekutukan golongan, mereka menamakannya republik bebas, Phantom Vrijstraat, gagasan itu mula-mulanya menemui apinya; Emma samasekali tidak membiarkan organisasi apa pun hidup diluar naungannya. Sekali lagi birokrat bicara unggul, penangkapan dan pembuangan, pertama-tama menyingkirkan golongan Maria, seterusnya Sarah, seterusnya lagi Arnita, Melissa. Sementara Adeline anehnya terus bekerja. Emma menyukai cara-cara ditempuh peranakan itu.
Sedangkan Puspita sekarang jurnalis. Menulis apa saja, menantikan kepulangan Cecil begitu lama, tidak ada cara selain membikin gerakan permukaan. Puspita diam-diam merancang revolusi. Entah bagaimana, perempuan itu hubungi Marry untuk membantunya. Sedangkan Marry sudah nyaman di kampung halaman, Belanda sana, bayinya beranjak sekolah dasar. Suszie pun beranjak bangku menengah Tehnische Delf Universitet.
Marry mengirimkan tilgram, bahwa dia sudah usulkan pengacara handal bantu Puspita. Orang itu hampir tidak datang, menjelang sebulan sebelum diumumkannya pesta, tahu-tahu muncul Chintami.
Puspita sedikit sangsi, tetapi menerima perempuan itu. Mereka sama-sama satu golongan, Jewis, bukan tidak mungkin keduanya bebaskan Phantom. Kau butuh sentuhan pengukuhan terakhir, kata Chintami. Puspita mengerti; semacam gerakan senjata belum atau mustahil terjadi, katakanlah revolusi mendadak, Emma sendiri menyetabilkan Phantom sebaik-baiknya. Meski semua tahu belaka; semua nafas rumahtangga sudah dihabisi perempuan itu. Mungkin kebaikan pura-pura darinya hanya bermanis-manis sementara saja, ungkap Chintami. Puspita menyarankan; sebaiknya bebaskan tahanan, mereka bisa semakin mudah lepaskan belenggu Phantom. Idemu boleh sekali, Chintami bangkit. Kita akan tawarkan kerjasama gemilang, tidak perlu repot-repot. Hanya satu pimpinan saja, tidak ada kesulitan berarti.
Puspita menyeringai.
Seperti keduanya rencanakan, satu persatu mulai bebas dari pembuangan, pulau T kosong seketika, Gladys dibebaskan. Posisinya comandeur sekarang, Puspita sematkan gelar mendadak. Chintami sedikit sangsi. Tetapi mengalah demi lancarnya pergerakan.
Mereka keluar tanah kekuasaan Phantom. Menebangi hutan bakau-bakau, menebangi pohon-pohon sawit dan mendirikan markas diam-diam, mereka menamakan Bohemian Woman. Organiasasi khusus, mengawasi dan mengamati korporasi Phantom.
Maria mula-mula menugaskan Chintami untuk kumpulkan kelompok penentang, Chintami mengerti harus ke mana gerakan kambing-kambing itu, maka keputusan mulai ditindak sebulan akhir menuju panembrama. Sarah, Arnita, Gladys dan Melissa membubung keluar sarang, menyelam ke daratan kekuasaan Emma.
Nyatanya semua tidak mengenali mereka. Keempatnya begitu mudah meniupkan api permusuhan, satu golongan tinggi sendirinya memboikot usaha-usaha mandiri kaum rendahan, Julianna merasa tersinggung, perasaannya sebagai kaum servant terluka, semua pelanggan hampir bersamaan memblokade penjualan dan jasa mereka. Setelah menemukan pangkal, Julianna berangkatkan golongan servant untuk mengusir kelompok dagang asuhan Emma, mereka saling gontok dan akhirnya pecah pemberontakan. Kerusuhan hebat terjadi; sepanjang pertokoan orang-orang bawa gada, saling hancurkan kedai-kedai, angkringan sampai warung-warung, tujuan akhir tundukan industri, Julianna pimpin sendiri amukan.
Amukan semakin meluas tanpa kendali, satu persatu rumah-rumah sewa tekstil, kuda dan bikinan ranjang, habis punah terbakar kerusuhan, barang-barang pokok dan rumahtangga terkuras habis sepanjang kebakaran hebat, kebakaran manusianya. Julianna terus gerakan masa dari satu kota kecil ke kota-kota besar, betapa hancur keadaan ketika itu, hampir menyamai Minggu Berdarah dan lumatnya monarki Louis XVI.
Emma sendiri menamatkan sekolahnya satu bulan di Inggris.
Perempuan itu luarbiasa kaget, monarki asuhannya sudah porak-porandakan pemukiman tukang, dan pembersihan pun dilakukannya, sebanyak artileri mengepung ribuan perempuan, Julianna terus meneriakan selamanya tanah Phantom milik kami sampai mati. Kontan sang revolusi berhasil gulingkan satu perumahan asuhan Emma. Emma menderitakan kerugian. Julianna deklariskan kebebasan dan kedaulatan servant, bahwa Jumat Nov 1996 itu, kaum servant resmi bebas dari kuman imperialis. Kami bersumpah mengabdi atas kebaikan dan tanggung jawab sebagai pimpinan, Julianna dinobatkan sebagai Ratu pertama golongan servant, tukang tempa, yang kini membesar memiliki arus kekuasaan sendiri.
Emma justru tidak memberatkan. Ia pasrahkan Julianna membimbing korporasi Timur, sementara biang kerusuhan dan pembakaran, merasa tidak puas, Sarah sendiri menekan Gladys untuk menerbitkan kekacauan lebih besar lagi; kita butuhkan lima operasi untuk lebih goncangkan pimpinan, katanya membalas desakan, Sarah menyetujuinya.
Mereka kembali ke markas bentukan Chintami, semua sudah sesuai rencana, kata Puspita, sekarang kalian temukan Amanda, kita sokong jika sudariku sudah pulang, kita dorong Amanda untuk hancurkan monarki Emma, semata demi kebebasan. Sarah meragukan tetapi kalah dengan Maria, Arnita yang menyambut gagah pidato itu. Chintami sendiri melawat entah ke mana.
Mau tidak mau Maria gunakan korek setan untuk menyusul Amanda dan Cecil, mereka melompat ke dalam jaman berdarah, September Berdarah, itu penuturan Puspita. Puspita sudah mencari bukti-bukti di Amandas Boekhandel, adiknya banyak mencuri dokumen bersifat penting, salah sebuahnya Amerika yang ingin bangun negerinya semakin unggul.
Sekembalinya Maria dari sana, Eve menyatakan Cecil sudah pergi dengan Amanda, Puspita mengamuk diam-diam, mereka sudah kembali ke sini sebulan lamanya, harusnya Cecil tidak lebih lima hari atau bahkan seminggu di jaman itu, mereka akan melewati lima tahun sejak keberangkatan semula. Maria sekarang tahu, korek setan tidak bisa bertahan lebih dari lima hari. Beda jika kau gunakan Numa Stone, logam penentu ruang dan waktu, hanya logam itu bisa membolak-balik waktu sesuka hatinya, kita tidak tahu siapa pemilik logam itu, Numa Stone satu kandungan Britanium dan Vulcanium, sekarang mungkin disimpan Cern. Belumlagi mampu aku buktikan. Maria kembali mencari Amanda dan Cecil.
Emma tanpa sadar sudah adakan audiensi, perempuan itu umumkan akan adakan pesta, pesta deklarasi untuk kekuasaan resmi, semua menyangsikan, kanselir dan dewan-dewan korporasi mencegahnya; kau hanya semakin bikin servant naik tingkat, maka naiknya benderamu ke angkasa, bendera mereka lambat pasti mengejarmu. Katanya, Emma menertawakan besar hal itu. Tenang saja, pesta tidak usah bayar, mereka akan aku fasilitaskan apa pun, semua yang keberatan boleh santap makanan apa pun dan duduk denganku, kita sama saja manusia.
Omongan itu menjadi serangan moncong bersungut-sungut; kaum penentang, Bohemian Woman, sekarang mengubah namanya Bohemian Vrijzinnige, menyemburkan empedu pekat keluar kerongkongan; Emma sebenarnya hendak mengunggulkan semata dirinya, kekuasaan sudah hidup lima tahun itu, sekarang akan hanya menemui kematiannya, lihatlah rakyat sudah antipati propaganda sama rata milikmu, kau pikir kami tidak punya hak membentuk usaha mandiri dan makan atas uang kami sendiri. Smaakt naar varkenkass, Emma hendak menelan satu istana ke dalam mulutnya, menyantapnya dengan kekuasaan absolut. Kekuasaan tanpa bandingan.
Emma masih tidak pedulikan koran Puspita. Puspita semakin emosi. Perempuan itu umumkan satu tulisan, bahwa budak-budak abad enam belas masih lebih mulia daripada Emma, Hawkins bersaudara barangkali lebih mengenal kemanusiaan daripada apegeiren Emma, mendengar itu Emma putuskan subsidi suratkabar Bohemian Vrijzinnige, Puspita justru senang akibat sentuhan keras penanya bangkitkan raksasa keluar kandang.
__ADS_1
Semakin hari semakin banyak tulisan miring, salah satunya Vrouwen naar Slafsh, kira-kira tulisan itu begini;
Lima tahun presiden sudah berikan tanggung jawab, sayangnya kami kehilangan banyak sudara kami, serbuan November Berdarah, matinya ratusan perempuan hanya untuk membela hak-haknya, terbunuhnya satu kota hanya untuk bebas monarki keji dan munafik, kiranya pantas pimpinan berdarah dan kejam pantas dipertahankan? Kita letakan saja dunia bawah mukanya, pasti moncong besarnya akan menyantap habis seisi dunia dan manusianya, kembalikan kebebasan kami, pulihkan kekuasaan netral seperti sediakala. Kami tidak butuh absolutisme. Kami hanya butuh dimanusiakan.
Emma tersentuh dengan suratkabar itu. Emma justru menyokong golongan tani, untuk bangkit kembali, menyumbang sebidang tanah luas dengan jaminan kebutuhan dapur, anggaran, sewa tanah akan ditemurunkan ke nilai rendah, enam ratus bisa dicicil lima bulan pelatihan.
Usahanya buahkan hasil. Meski sebagian punya pendapat, harusnya sejak dulu begini, kenapa baru sekarang, semestinya darah dan pedang bisa dicegah, kata seseorang.
Dalam kelonggaran itu Chintami tahu-tahu muncul, perempuan itu menawarkan didirikannya fasilitas, untuk menampung pekerja-pekerja lepas, mereka akan bisa makan dan mandiri tanpa harus bergantung industri pokok. Emma ajaibnya luluh.
Ia menerima kerjasama itu, sebanyak seratus perempuan sudah diletakan ke Wisma hasilnya mereka benar-benar kerja keras, sebulan saja pendapatan kapita mengalahkan Studie Club presiden. Emma menguatirkan muncul gelumbang serupa, Nov Berdarah. Perempuan itu mengantisipasi, gejolak politik harus dicegah, ia berusaha buka belenggu sudah lima tahun mencengkam Phantom, berhasil, apalah lacur orang keburu tidak suka padanya.
Emma mengadakan konperensi buru-buru, antaranya perbaikan sarana-sarana pertanian, perkebunan dan peternakan, karena semula milik Hammersmith Servant, sekarang miliknya, dan dimusuhinya. Emma menuliskan surat damai ke Julianna, tetapi tidak mendapat jawaban, kemuncaknya datang rombongan petani, mereka menyerang industri Wisma, mereka kalah akibat landreform hasil didikan Emma tidak mencapai hasil semestinya.
Perempuan itu mengadakan komisi penyidik, mereka mengatakan sudah lima orang putri punya saham serupa Phantom. Emma geram setengah mati, ia memohon sekali lagi audiensi Julianna. Julianna memang tidak ambil peduli, perempuan itu semalam sudah adakan rapat, bahwa servant akan berikan kebebasan pada golongan mana pun kerjasama, tidak peduli terpelajar atau hantu dari baka sekali pun.
Chintami yang kembali muncul seperti menyulut api; Julianna harus bisa ungguli hasil lebih banyak dari Emma. Emma yang tidak tahu, Julianna dengan lima tahun kerja, sudah punya anggaran seratus lima belas juta, menggondol lahan-lahan Emma dengan konsesi tanpa presiden tahu. Emma menyerukan pemboikotan total, Julianna pun memanas, perempuan itu menyerang Emma untuk saling adu kekuasaan. Chintami kesenangan dengan kerusuhan itu.
Puspita bertamu ke pondok sembunyi mereka, sebaiknya rencana kita seperti semula, kita harus temukan Amanda, Amanda sudah mati. Chintami meninggalkan suara sumbang. Puspita tidak terima kerjasama dengan Chintami, mereka bermusuhan, dan penggantinya laksana ratu dari kahyangan; Shelly tidak pernah muncul. Sekarang meletakan bantuan ke pundak Phantom. Kita masih bisa keluar situasi politik ini, katanya tenang,
Puspita gembira menyambutnya. Sarah justru keluar, ia tidak akan kembali sebelum pertentangan hebat Phantom selesai, kalian sudah habisi birokrasi Emma secara membabi buta, aku akan pulang setelah Emma sudah tidak jadi presiden. Katanya putuskan tangan kerjasama. Maria pun mengikuti contohnya. Melissa keluar untuk kehidupan normal. Gladys pun tidak pedulikan lagi, aku tanpa Maria sama saja padang pasir, kalian tuangkan laut pun semua akan habis punah, hatiku gersang. Katanya pergi.
Emma menyita aset-aset kami, ia tidak berikan pesangon sedikit pun, dan tidak lain Shelly semakin yakin; kedaulatan perempuan setan itu bukan lain akibat politiek rechtspaark, kedaulatan absolut tidak butuh penguat hukum semacam lindungan, forum priveligiatum.
Shelly sarankan, sebaiknya kalian ikut kami, jangan pedulikan Emma yang dursila. Amanda sedikit meragukan. Tetapi setelah melihat Shelly mencopot taring miliknya, pegang gigi palsu itu, kau akan tahu betapa aku begitu butuhkanmu. Amanda menyimpan gigi palsu itu. Mereka memulai jaminan kerjasama dengan sepotong gigi palsu.
Arnita telah kembali dari Phantom. Emma akan mengubah Phantom menjadi mutlak miliknya, perempuan garang itu akan mengubah wajah Phantom, Emma mengumumkan nama pengganti Phantom akan jauh lebih baik. Justru tidak, bantah Amanda. Emma tidak punya wewenang mengubah sedikit pun milik kami, kekuasaan sudah membunuhnya.
Malam jauh itu dalam Bohemian Vrijzinnige, Puspita membuka dagangan, setumpuk koran dan epos-epos tebal, telah lepas dari benang dan ikatan-ikatan, Moderne Civilisten, “Kita akan gunakan gagasan sudah lama ada.” Puspita menarik tinta track pen, “hukum-hukum Eropa modern, sejatinya butuhkan kesetaraan atas kerjasama dan dagangan dunia. Jika kekuasaan mutlak mampu absolut, berarti jalan tengahnya, kita mesti gunakan akal lain; reformasi, revolusi satu kesatuan berbeda, kita tidak punya sumbangan sebesar itu, tidak ada dukungan konstitusi.”
“Lihat saja, jaman budak jauh lebih buruk lagi, mereka tidak diupah, melawan pun tidak punya kekuatan.” Amanda mengetuk-ngetuk jarinya.
“Setahuku, Sir. John Hawkins, hanya pemuka mula-mula dan pelopor perbudakan, tetapi jika kita ambil acuan jaman itu, akan semakin menyakitkan, begitu banyak korban, jangan.”
“Aku sadar kau bermaksud mulia.” Shelly keluarkan kertas, “tidak ada yang mustahil, kita gunakan rumusan liberte, kebebasan akan terus manusia idamkan, mereka berusaha keras memburunya bahkan sampai akhir jaman.”
“Nah, kau bisa mulai sekarang.” Arnita berikan selongsong kertas,
“Amanda cetuskan pasal-pasal lama, bunyi butir pertama. Phantom sebagai korporasi berhak punya properti veste sendiri. Phantom sebagai korporasi boleh pinjamkan saham ke sebagian pemilik modal. Phantom sebagai korporasi berhak satukan semua golongan putri-putri ke dalam asrama, baik sudah sekolah atau telantar dari keluarganya.”
__ADS_1
“Kita harus angkat kesadaran semula, mengangkat putri-putri buangan, justru itu tujuan semula Phantom.” Amanda gegap gempita mengetik, semangat membuncah diubun-ubun; “Jika mengambil langkah pertama, kebebasan sebagai syarat penentu, sukses tidaknya gerakan, mungkin masih ada waktu, pasal dalam butir pertama sudah tidak ada, perusahaan sudah habis di tangan Emma, begitu pun butir pasal kedua. Tidak ada bedanya.”
“Jadi? Haruskah revolusi?” Cecil sarankan.
Arnita menggeleng. “Jangan, kau sendiri tolol atau pura-pura bodoh? Kau pergi ke September tiga puluh tahun lamanya, kau tidak pikir, mereka kalah akibat revolusi tidak matang, tidak diperhitungkan.”
“Tetapi kita sudah satu sekarang. Hanya tidak ada Paulette.”
“Mengapa Paulette?”
“Kita anggota pertama-tama. Kita lebih berhak menentukan semua sudah dibangun ini.”
Arnita merenung-renung. Amanda mengikuti contohnya.
“Emma punya artileri. Ia sudah habisi ratusan putri November Berdarah, kau ada saran?” tanya Amanda ke Shelly. Shelly beranjak membuka bungkusan, sesuatu sudah lama dibukanya, “Bisa aku lihat?”
“Sejak itu, aku pergi ke jaman lebih edan, jaman Viktoria, kau baca sendiri.”
Amanda mencangkumi kertas prosesverbal, “Ini luarbiasa, mangnifico, kita bisa kembangkan isi surat, semua perjanjian belaka, jika semisal ratu atau raja sepakat, mereka akan serahkan lima puluh persen sahamnya dan pihak monarki tidak punya kuasa atasnya.”
“Emma tidak mungkin kita temui.” Arnita menyandarkan kepala ke punggung Amanda.
“Bukan tidak mungkin. Sekarang begini saja.”
Amanda menggelar kertas perjanjian Hannah. Mereka betul-betul kerja keras malam-malam jauh itu. “Seperti perjanjian Versailles, bedanya, bedanya Emma menempati Phantom, perempuan itu tidak suka Waddesdon Dee, kita masuk lewat Phantom Tower, kita gerak cepat sebelum landreform benar-benar sukses.”
Amanda menyorong mesin ketik, mereka merumuskan perjanjian, jauh lebih berbukti dan sakti daripada rechtspaark, bahwa monarki Phantom seterusnya akan milik kami. Kata Amanda terus menulis. Kita sebut saja perjanjian revolusi, dalam janji-janji itu, Emma akan membagi wilayah kekuasaan dengan Phantom, kita punya jalan untuk menyaingi Julianna. Julianna pimpinan Phantomon Tower bagian Timur. Sementara Emma barat. Kita coreng-moreng Emma, tetapi melalui Julianna.
Sekali lagi Arnita meneruskan rumusan, Phantom punya komplek tukang jauh lebih banyak ketimbang Emma, ada lima belas lebih industri tekstil, makanan dan pakaian, semenjak Marry pulang ke Belanda. Semua diurus Julianna, seperti dikatakan Hannah, mereka merencanakan fasilitas untuk menyumbat pokok-pokok positif golongan Emma, kita sumbat hasil kerja manusianya, dengan begitu Emma tak mampu bendung revolusi. Kata Amanda.
Cecil mengusulkan sebaiknya ajak propagandis. Kami memang akan menuntun sebanyak mungkin amukan; Arnita bicara sambil mengetik.
Amanda meneruskan. “Phantom harus punya tujuan untuk bisa dirikan korporasi, kita rekrut sebanyak mungkin kubu berlawanan, mereka akan merasakan nikmatnya revolusi.”
Shelly membimbing Cecil untuk menuliskan dasar-dasar Moderne Civil, pemerintahan sipil modern, semua harus menyangkut kebutuhan mendasar, mereka gagal tekstil sebulan lalu, mungkin kita tuntun Julianna untuk pinjamkan tunai ke industri barat.
“Aku selesai rumuskan.” Amanda menyodorkan kertas.
Arnita membacakan disaksikan Puspita, Shelly dan Cecil. “Maka dikukuhkannya, nilai-nilai moral atas bangunnya negeri Phantom, kami memutus selat-selat rechtspaark antaranya, sumbangan sebidang tanah, sumbangan landreform, petani harus cicil lima bulan bahkan gaji mereka sebenggol satu hari, peningkatan Studie Club akan dihapuskan. Kami mendukung penuh pembaruan total, nilai-nilai moral tetap akan diikuti, beberapa antaranya; subsidi untuk servant, tanpa kecuali perlengkapan selar, zirah dan pedang, akan kami biaya dengan satu rumah produksi; restorasi pertama. Sekaligus semuanya sekarang dimulai sejak, Hammersmith Servant.”
__ADS_1
Bersambung ....