
Arnita yang merasa kehilangan dokumen-dokumen. Sangat-sangat marah. Ia mengutus komisi miliknya, menindak keras pencurian itu. Cecil sadar dirinya membahayakan kedudukan Amanda. Dengan mengabsen seminggu sekali untuk mengajar. Akhirnya mau tidak mau dirinya mintakan Puspita menjadi wakil bimbingan.
Maria yang memburu-buru keterangan mendapat pengakuan menggeletar dari Arnita. Memang sebagian sudah hilang, pengawas tidak memberitakan kunjungan terakhir, mereka sudah punahkan bukti-bukti, bahwa benar pernah seorang perempuan datang. Itu kejelasaannya. Maria tidak percaya begitu saja.
Bersitegang hebat dengan sekertariat jendral sama dungunya, maka Maria menuliskan keberatan pada Melissa, perempuan belakang ini langsung meniup suara sumbang atasan ke pusatnya. Sri Ratu. Amanda yang tidak tahu menahu menjadi sasaran Maria, perempuan peranakan itu memohon untuk dilakukan komisi penyidikan, jika perlu pemecatan harus dilaksanakan. Kalau-kalau pencurinya sudah mereka tarik gerak-geriknya. Amanda menyanggupi permintaan itu.
Sementara mana itu: pelunasan-pelunasan belum samasekali diambil dari bank, penugasan menemui kelesuan: Arnita yang sebelumnya sudah memasukan keterangan-keterangan, kehilangan juga pendapatan dalam himpunan tahunan, karena semua prodak mau pun bahan-bahan sudah diendapkan ke dalam surat-surat hilang itu.
Sarah sangat senang dengan keadaan itu. Ia berusaha membantu Maria untuk menuntaskan pelaku penyitaan dokumen. Maria yang mudah terbakar akhir-akhir ini; menyilakan Sarah turun bahkan terjun menemukan bukti-bukti baru. Seminggu sudah dilampaui, tidak diketemukan apa pun, tidak sebuah jejak atau barang-barang mengarah ke maling arsiv itu—Sarah pun sendirinya tidak mengerti. Mengapa pelaku sekarang sangat matang dalam bentuk dan tidakan. Sarah keluar untuk membesarkan anak-anaknya.
__ADS_1
Maria melenggang sendiri memasuki kantor-kantor untuk menemukan titik temu. Namun tidak seorang pun sanggup melacaknya, seseorang berpendapat; perempuan itu bukan sembarangan, ia sudah lebih dulu mengenal astana sampai asrama untuk melaksanakan tindakan besar-besaran ini. Maria yang merasa kejahatan itu memukau seisi organisasi termasuk dirinya. Sekarang yang harus dilakukannya tidak lain menembus palung pelaku, sampai benar-benar pengaruh daripadanya tercerai binasa di atas tangan miliknya.
Maria diam-diam membuka alat-alat lamanya, ia mengambil puntung setan untuk memasuki masa lalu, maka dengan korek api dan pantulan cermin, kembali dirinya gunakan sabuk perak miliknya, berhasil menerobos tiga tahun bangunan itu hanyalah gedung tua tidak terawat.
Ia berkelana sendirian dengan jas putih dan topi polkah, selama menelusuri daerah-daerah ibukota, tidak sengaja dirinya berpapasan dengan Paulette. Paulette yang sedang buron menangkap Maria. Maria dibawanya ke sebuah apartemen, perempuan bongsor itu membiarkan Maria menceritakan kejadian-kejadian haridepan.
Paul yang meragukan hanya tertawa, komite kami tidak pernah libur untuk mengurusi sesuatu tidak berguna. Begitu katanya meminum soda.
Sebenar-benarnya ia sudah merencanakan makar pada ketentuan organisasi, ia mengatakan tidak pernah membenci siapa pun termasuk Amanda, semua dilakukannya untuk selamat dari keluarga Dvorak. Maria masih tidak mengerti. Paulette yang sekarang berada didepannya bukan Paulette asli. Paulette sesungguhnya sudah dihabisi Cecil. Maria yang mendengar itu hampir meremat rambutnya.
__ADS_1
Paulette meneruskan ceritanya, Mei 1987, Cecil mengajaknya pergi untuk bermain ke swalayan tetapi perempuan itu justru memberikan kesaksian. Bahwa Cecil berniat menumpas golongan-golongan yang terlibat Holocoust. Paulette sebuahnya. Moyangnya pernah habisi ratusan Yahudi. Cecil tanpa ragu-ragu menarik revolver colt kemudian menembak Paulette. Maria yang mendengar itu sangat marah. Paulette mengatakan ia kembali hidup akibat seseorang melempar waktu ke dunia berlawanan, sekarang ia putuskan keluar Ordo Phantom. Dan perempuan itu sudah kalian habisi. Lusiana Dvorak.
Bukankah Maria tidak pernah mendengar atau bahkan mengingat Paulette? Setelah dua tahun lamanya? Maria menyadari. Menyadari Paulette sudah punah entah ke mana. Katanya: Cecil bisa saja menggantikan Amanda. Ia perempuan cerdas tidak mudah mengalah. Cecil keras kepala. Tetapi kekuatannya tidak bisa kau kucilkan. Perempuan itu pasti menguasai Phantom dalam mendatang.
Maria mengajak Paul kembali. Perempuan itu menolak, aku sudah putuskan hidup dengan tanpa kalian, tetapi percayalah semua kita akan bersama suatu hari nanti. Maria terharu mendengarkan pengakuan besar sudarinya.
Sepulang dari sana Maria tidak segera menuliskan keterangan, ia masih sukar mengetahui Cecil sekejam itu, mana mungkin perempuan diplomat yang sudah mereka besarkan dengan perasaan dan cinta. Tega menindak keras sesamanya? Paulette sebuahnya. Maria menjadi waspada dengan Cecil. Juga sudara besarnya, Puspita. Sadar tidaknya mereka sudah berkuasa di seluruh hasil kerja dan pengabdian. Ordo Phantom. Benar katanya; Gladys pernah menaruh curiga pada Cecil, tetapi Maria memilih untuk mengampuni Cecil, ia tidak bisa mendepak perempuan itu keluar sayap pengaruh Phantom.
Siapa sadar Cecil hanya kurban seperti Lusiana? Siapa sadar Maria mampu mengubah Cecil dengan terus berbaik hati padanya?
__ADS_1
Dari sana Maria tahu pelakunya tidak bukan diplomat itu. Ia belum melapurkan Arnita. Cecil selangkah sudah mempelajari seluruh isi dengan cepat dan praktis, aku terpaksa menyeretmu Amanda, karena hanya kau benar-benar mengertiku. Tidak mungkin aku jujur padamu, Paulette sudah pudar ditiup pestol dariku.
Bersambung