Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Lututnya Berdarah


__ADS_3

Ari dan Desi yang sadar langsung melihat ke yang lainya,Ari merasakan jantungnya deg degan karena saling pandang mata dengan Desi.


Ari membawa Desi sampai ke bangku dekat parkir mobil.


"Saya lihat lutut nya apa boleh,,"Desi pakai celana panjang jadi harus di buka biar liat lukanya.


"Boleh Mas,tapi pelan yah,sakit banget"di celana Panjang Desi juga sudah ada darahnya,Ari menjawab Iya.


Ari dengan pelan menaikan celana Desi dengan pelan,sampai di lutut benar saja,ternyata lutut nya tergores cukup dalam karena tadi terkena batu.


"Saya cari obat dulu yah,kamu tunggu sini ngga papa kan,,?"


"Iya Mas,Desi ngga papa,,"


Ari pergi ke warung untuk beli kapas dan obat merah untuk mengobati lukanya,juga plester tapi semua warung ngga ada,hanya ada tisu dan plester saja,Ari tetap membelinya.


Ari beli dengan buru buru karena kuatir dengan Desi,Ari menuju mobil untuk ambil air minum milik Desi.


"Ini minum dulu,,"Desi pun mengambilnya dan minum.


Ari mengusap lukanya dengan tisu yang di basahi air dulu sambil berjongkok depan Desi,Ari meniupinya agar Desi tidak terasa pedih.


"Mas,,sakit,,perih,,,"sambil mencengkram pundak Ari.


"Tahan dulu,,ini biar darahnya hilang,,"Ari terus mengusap lukanya dengan tisu,setelah darahnya sudah tidak ada,Ari memberi plester ke lukanya.


"Kita pulang aja yah,,kamu juga ngga bisa jalan kan,,"

__ADS_1


"Iya sudah,,kita pulang aja,,"


Ari membantu Desi untuk bangun dari duduknya,tangan satu Ari merangkul pundak Desi,satu tanganya memegang tangan Desi, Desi menggenggam tangan Ari dengan kencang karena kakinya sakit buat jalan.


Ari melirik ke tangan nya yang di genggam Desi,dan badan mereka juga menempel,Ari benar benar tarik nafas karena benar benar merasa deg degan.


Sampai di mobil Ari membukakan pintu mobil belakang,Desi lalu masuk dengan pelan.


Desi lalu mengangkat kakinya agar naik ke jok,setelah Desi nyaman Ari masuk ke mobil.


Ari membawa mobilnya menuju kota,Desi di mobil sedang telfon dengan Davit,Desi menceritakan kejadian tadi saat di tempat wisata.


"Kalau ngga parah lukanya,kamu pulang dan istirahat,nanti sore Mas pulang belikan salap untuk lukanya,dan obat biar nyerinya hilang yah,,"


"Iya Mas,,"


Ari turun dari mobil duluan,lalu membukakan pintu mobil untuk Desi,Ari membantu Desi keluar.


Ari memapah Desi lagi untuk masuk ke dalam rumah,mba yang melihat Desi jalanya pincang langsung mendekatinya.


"Ya Tuhan,,Non Desi kenapa,,kok jalanya pincang,,"


"Tadi saya jatuh mba,tapi ini sudah mendingan kok,,"


"Oh sukurlah,,sinih Mas saya aja yang bantu non Desi jalan,"Ari lalu melepaskan rangkulannya,Mba yang menggantikan.


Ari ikut masuk ke dalam,setelah Desi duduk di sofa,Ari berpamitan untuk pergi ke kantor,tapi Desi melarangnya pergi langsung,Desi menyuruh Ari untuk makan siang dulu,karena ini sudah jam makan siang.

__ADS_1


"Mba udah masak kan,,?"


"Sudah Non,,"jawab mba.


"Ayo Mas Ari kita makan dulu,pasti mas Ari lapar kan,,"


"Tapi,,"


"Sudah ngga usah tapi tapian,Mba bantu Saya ke meja makan yuk,,"


"Iya Non,,ayo Mas Ari kita ke meja makan,"


Ari akhirnya mau,Ari duduk dan Desi juga duduk,keduanya duduk berhadapan.


"Mas,,ayo makan,,Bi,,ambilkan minumnya yah,Buat saya sama Mas Ari,,"


"Iya Non,,,"


Desi tanpa di sadari mengambilkan nasi serta lauk ke piring Ari,Desi seperti ke Davit kalau makan selalu meladeninya.


"Sudah,,saya bisa sendiri kok,,ngga enak masa di ladeni kamu,,"Desi mengangguk dan tersenyum.


"Maaf,,saya soalnya terbiasa meladeni mas Davit,,"


Keduanya makan dengan lahap,Ari sesekali sudah melirik ke arah Desi,,sampai akhirnya mata mereka pun bertemu lagi dan saling pandang.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2