Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Davit Bingung


__ADS_3

Paginya sekitar jam setengah 6 Desi dan Davit pulang ke rumahnya,karena Davit akan pergi ke kantor .


"Mas,,kalau Mas masih ngantuk Desi aja yang bawa mobilnya,"kata Desi,saat ini keduanya sudah di mobil yang melaju.


"Ngga kok,,Mas ngga ngantuk,,biar Mas aja yang bawa,,"


"Iya udah,,"karena jalanan masih sepi jadi tidak kena macet dan mobil Davit sudah sampai di rumah.


Davit langsung ke kamar karena Davit mau istirahat dulu.


Sampai di kamar Davit langsung tiduran,Desi menyiapkan baju untuk Davit pakai,semalam mereka tidur jam satu malam dan jam 5 pagi tadi sudah bangun,jadi Davit masih mengantuk.


"Mas,,ini baju nya Desi taro sini yah,Desi mau ke bawah dulu,Desi mau buat jus,,"


"Iya,,Mas buatkan kopi juga yah,"


"Iya Mas,,"


Jam 8 lewat 15 menit Davit selesai sarapan,dan Davit mau langsung berangkat ke kantor,Davit akan di antar Pak supir hari ini.


"Mas berangkat yah,,"


"Iya Mas,,"Desi mengantar sampai mobil.


"Mas tunggu,,"Desi menahan Davit dulu.


"Ada apa,,?"


"Eemmm,,, Mas ngga bohong kan tentang Luna,Desi ingin Mas pecat Luna hari ini juga,"Davit diam Sebentar.

__ADS_1


"Iya,,Mas berangkat,"Davit pun masuk mobil.


Di mobil Davit terus berfikir Gimana caranya bicara pada Luna kalau dirinya harus di pecat.


Sedang di rumah Desi sedang berkirim pesan dengan Ari,"Kamu kemarin kemana,kenapa susah di hubungin,bikin kuatir aja sih,,?"


"Desi pulang ke rumah Papah,,"


"Kamu sama Davit berantem,,masalah apa,,?"


"Iya,, Desi berantem sama Mas Davit Masalah Luna,,Desi sudah baikan tapi Desi meminta Mas Davit pecat Luna,,"


"Emang mau Davit pecat Luna,,?"


"Kok Mas ngomong gitu,,ya harus mau dong,,dan Mas Davit juga mau kok pecat Luna,dan Mas Davit sudah berjanji juga ke Desi,"


"Ya ngga kan Luna sudah kerja lama,susah loh cari sekertaris yang langsung bisa tentang kerjaan,"


"Ngga lah,Mas belum tau semuanya,"


"Pokoknya Luna harus keluar hari ini juga,kalau Mas Davit sampai ngga memecatnya Desi ngga akan memaafkannya,,Mas Davit sudah janji soalnya Sama Desi,"


"Iya,,semoga keinginan kamu di wujudkan Davit,,"


"Iya,,ya sudah ya Mas,, Desi mau tidur ,Desi ngantuk,,"


"Iya,,"


Saat Ari baru selesai berkirim pesan,Davit datang,dan Langsung menyuruh Ari masuk ke ruang kerjanya.

__ADS_1


"Ada apa,,?kaya ada yang genting aja ,sampai tampang kamu kusut gitu,,"


"Desi,,Desi ingin Luna di pecat,,"Ari pura pura kaget.


"Serius,,kok bisa,,"kata Ari.


"Dia cemburu ke Luna,,dan kemarin Desi pulang ke rumah orang tuanya lagi,,"


"Kamu susulin ke sana,,?"


"Iya lah,,gila aja kalau Aku ngga nyusulin,,"


"Kok Istri kamu ingin Luna di pecat,apa istrimu tau tentang hubungan kamu dengan Luna,,"


"Ngga sih,,tapi Desi seperti sudah punya filing,,makanya Desi ingin Luna di pecat,,"


"Trus keputusan kamu apa,,?"


"Aku bingung,,,"


"Bingung gimana,,kamu berat dua duanya,,"Davit diam.


"Aku bingung Ri, serius,,"


"Aku ngga bisa bantu dan ngga mau ikut campur ya Vit,itu urusan kamu,,"


"Aku pilih nya ke istriku,tapi Aku juga bingung mau bilang ke Luna nya kalau mau memecat nya,,"


"Apa Pecat,,Saya di Pecat,,,"Ari dan Davit melihat ke sumber suara.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


__ADS_2