
Davit diam di kamarnya,Desi tau kalau Davit sedang tidak baik, Desi duduk di sebelah nya.
"Mas kenapa,,ngga usah terlalu di pikirkan ,,kalau nanti memang itu anak Mas,, Mas juga harus menerimanya,,itu berarti sudah takdir dari Tuhan,,"
"Mas lebih baik ngga punya anak dari pada harus kehilangan Kamu,,"Davit menatap Desi dengan tatapan sedih,Desi teringat atas ucapannya waktu itu yang mengatakan kalau itu terbukti anak Davit ,Desi akan minta cerai.
"Maafin perkataan Desi waktu itu ya Mas,Desi saat itu sedang marah jadi tidak terkontrol bicaranya,Desi tidak akan meninggalkan Mas Desi janji,walau nanti akhirnya Mas harus menikahi Luna,,Desi akan selalu ada di sisi Mas,"Davit langsung memeluk Desi dan sambil menangis.
"Maafkan semua kesalahan Mas,Mas janji tidak akan melakukan kesalahan lagi yang bisa membuatmu terluka,,"
"Mas ngga usah berjanji, tapi Mas harus buktikan ,"
"Iya sayang,,Mas akan buktikan,,"sambil melepaskan pelukannya dan mencium kening Desi .
Esok harinya Davit sudah dapat bukti tentang pria yang sering datang ke rumah Luna.
Diktetif yang di sewa Davit datang ke kantor untuk menunjukan bukti bukti tentang Luna.
"Jam berapa biasanya laki laki itu datang ke rumah Luna,?"
"Jam 10 malam Bos,"
Davit sambil melihat Foto laki laki itu,dan Davit sudah ingat siapa laki laki itu,laki laki itu dulu pernah menjemput Luna saat pulang kerja.
__ADS_1
"Nanti malam kamu ikut saya ke rumah Luna,kita bongkar semua biar mereka di penjara,,"
"Baik Bos,,"
"Ya sudah kamu boleh pergi,saya sudah transfer uang bayaran kamu,bonusnya nanti malam setelah kebusukan mereka terbongkar,"
"Iya Bos,,trimakasih,,saya pamit dulu,nanti malam kita ketemu di sana saja,"Davit menjawab iya.
Setelah diktetif itu pergi,Davit langsung menelfon Desi,dan Davit menceritakan semuanya pada Desi tentang bukti bukti yang sudah di dapatnya.
"Semoga semua bukti itu benar adanya ya Mas,,"
"Iya sayang semoga,dan nanti malam Mas di temani Ari dan orang suruhan Mas akan mendatangi rumah Luna,Mas akan selesaikan semua dan penjarakan mereka,,"
"Tenang aja,,Mas akan hati hati,,"
"Tapi sepertinya Luna bersama orang tuanya sangat licik,,"
"Iya,,mereka memang orang orang licik,,mereka harus di kasih pelajaran,,"
"Iya Mas,,"
"Ya udah yah,,nanti Mas telfon lagi,"
__ADS_1
"Iya Mas,,"
Telfon pun mati,,sore harinya Davit dan Ari tidak pulang ke rumah,mereka rupanya membicarakan rencana nanti malam ke rumah Luna.
"Memang Luna saat ini jahat Vit,,tapi kamu juga harus ingat kalau Luna itu pernah baik dan membantu kamu dalam pekerjaan,kamu juga suka menikmati badan Luna,jadi sebagai wanita Luna juga mungkin merasa terhina,setelah kamu puas dengan nya kemarin di buang begitu saja,itu pikiranku saja kalau Luna merasa begitu,"
"Trus maksudmu gimana,,tapi Luna menjebak ku ,dan membuat rumah tanggaku hampir hancur,,"
"Tapi itu juga salah kamu karena bermain api,"
"Ok ,,ok,,Aku salah,,sekarang sudah yah jangan terus menyalahkan Aku,sekarang kita harus gimana dan menurut kamu Aku baiknya gimana,,?"
"Ya menurutku Luna itu memang salah,tapi tidak harus kamu masukan ke penjara karena dia sedang hamil, kasihan Luna nanti kalau anaknya lahir tapi dia masih di dalam penjara,"
"Jadi,,,Aku harus gimana,?"
"Kamu kasih saja dia sama laki laki itu pelajaran,,"
"Pelajaran apa,,?"
"Terserah kamu,,"
***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
__ADS_1
Kita kira pelajaran apa yah enaknya buat Luna***,,,,,,,