
Desi yang bingung mau pergi kemana akhirnya memutuskan untuk pulang ke orangtuanya.
Sampai di rumah orang tuanya Desi masuk ke kamar,Mamah nya yang melihat Desi masuk lalu mengejarnya.
"Desi,,kamu kenapa,,kok datang datang sedih gini,,"mamah sambil mengusap punggung Desi yang tiduran di kasur.
"Desi lagi kesel sama mas Davit Mah,,"
"Kesel kenapa,,?"
"Kesel aja,,"
"Ya udah kalau gitu Mamah mau masak dulu yah,kamu istirahat aja,ngga usah sedih lagi,nanti juga kalian baikan lagi namanya suami istri pasti ada aja masalah,"Desi hanya mengangguk.
Sore harinya Davit pulang ke rumah,dan di bawah sepi,lalu Davit masuk ke kamarnya.
"Sayang,,kamu di mana,,"kata Davit saat masuk kamar.
Tapi ranjang kosong,Davit menuju kamar mandi,pintu pun di buka ternyata kosong juga.
"Kemana sih dia,,"Davit lalu turun ke bawah.
"Mba,,,Mbaaa,,,"teriak Davit.
"Iya Pak,,,"
"Istri saya mana,,?"
"Non Desi pergi dari siang pak,,dan belum pulang sampai sekarang,,"
__ADS_1
"Belum pulang,,masa sih,,"
"Iya Pak,,non Desi belum pulang,"
Davit mengambil hpnya dan menelfon Desi,tapi nomernya tidak aktif.
"Kemana sih dia,,kenapa no nya ngga aktif juga,,apa dia benar benar marah,,ya Tuhan,,,"Davit menjambak rambutnya sendiri.
"Pak Supir mana mba,,panggil ke sini,,"Davit tadi saat masuk ke rumah lihat mobil yang suka di pake pak supir dan Desi.
Pak Supir pun masuk,"Istri saya tadi sama bapak kan,,kenapa bapa ada di rumah,,?"nada suara Davit cukup kencang.
"Tadi Non Desi memang sama Saya pak,tapi saat tadi siang keluar dari kantor Bapak,Non Desi menyuruh saya pulang,dan Non Desi pergi naik taxsi,,"
"Kenapa di boleh kan,,harusnya Bapak itu ikuti kemana istri saya pergi,,cari sekarang sampai.ketemu,,kalau belum ketemu jangan kembali,,mengerti,,,!!"Pak supir ketakutan.
"Ta,,tapi Pak,,sa,,saya cari di mana,,?"
Pak Supir dengan ketakutan langsung pergi,Davit lalu menelfon teman Desi ,tapi semuanya tidak ada yang tau.
Davit lalu berfikir ke rumah mertuanya,"Halo Mah,,"kata Davit menelfon mertua nya.
"Iya halo Vit,,kamu cari Desi,,"
"Iya Mah,,apa Desi ada di situ,,"
"Iya Desi ada di sini,tadi siang dia datang sambil menangis,kamu mau jemput Desi kan,"
"Iya mah,,maaf ya Mah Desi di situ jadi repotin,,"
__ADS_1
"Ngga repotin kok,,kamu datanglah ke sini,jemput Desi,,"
"Iya Mah,,Davit akan ke situ sekarang,,"
Davit lalu mau pergi,dan bilang ke mBa untuk bilang ke Pak supir kalau suruh pulang,karena Desi ada di rumah orang tau nya.
Ari di kaontrakannya juga terus berusaha menelfon Desi tapi Desi tetap tidak bisa di hubungi.
"Ya Tuhan,,kenapa telfonya ngga bisa di hubungi sih,,semoga kamu ngga kenapa ke apa,,"kata Ari.
Davit membawa mobilnya dengan kencang,dan menuju rumah mertuanya,Sampai di rumah mertuanya Davit sekitar jam 9 malam,karena macet dan jauh.
Davit terlihat lelah,Desi baru masuk ke kamar setelah tadi habis makan Malam bersama keluarganya.
"Malam Pah Malam Mah,,"Davit cium tangan,Kaka Desi dan suaminya sedang pergi ke rumah orangtuanya.
"Malam,,kamu jemput Desi,,?"
"Iya Pah,,,"
"Desi ada di kamarnya,Sanah naik lah,,"
"Iya Pah Mah,,makasih,Davit ke kamar Desi dulu,"Papah dan Mamah menjawab Iya.
Davit masuk ke kamar Desi,"Sayang,,,Mas cari kamu loh,,kenapa hp kamu di matikan,"Kata Davit sambil mendekati Desi yang sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.
Desi diam saja,Davit duduk di sebelah Desi,Davit lalu menggenggam tangan Desi dan menciumnya.
"Mas minta maaf yah sayang,,sudah jangan marah yah,Mas akan turuti semua kemauan kamu asal kamu jangan marah lagi,,yah,,,"
__ADS_1
"Desi ingin Luna di Pecat,,,!!!"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...