
Hari Minggu pun tiba,dan Ari hari ini akan ke rumah Davit untuk menjemput Desi,karena hari ini Desi akan menemani Ari untuk belanja oleh oleh untuk anak dan istrinya.
Sampai di rumah Davit,Ari menunggu Desi yang sedang bersiap,sedang Davit dia juga akan pergi main golf bersama teman bisnisnya.
Davit pergi duluan,Desi dan Ari pergi setelah Davit pergi.
"Kita mau langsung ke Mal Mas,?"
"Ngga,,kita ke hotel dulu gimana,?"Ari sambil tersenyum.
"Iihh,,ke hotel mau ngapain,,"
"Kita bercinta lah,,gimana mau,,?"
"Ngga ah,,Desi takut,,"
"Takut kenapa hemm,,"Sambil mengusap rambut Desi.
"Takut aja,,takut ketagihan,,"keduanya tersenyum.
Mobil langsung menuju mal,Ari tadi hanya bercanda,dan Desi juga tau itu.
Keduanya menuju tempat mainan,Desi membantu memilih Kanya.
"Mas,,yang ini bagus loh,"Desi menujukan Pesawat pesawatan yang bisa terbang.
"Bagus sih Yang,tapi itu mahal,"Ari sambil melihat bandrolnya.
"Kamu tau kan saya hanya karyawan biasa,"
"Desi ada uang,biar Desi yang belikan,"
"Ngga usah,biar saya aja yang beli,kamu ngga usah repot repot,"
Ari memilih lagi,tapi Desi tanpa Ari tau langsung mengambil pesawatan itu dan di bawa ke kasir,Desi meminta di bungkus kan.
Ari sudah mendapatkan mobil Remot,tapi yang kecil,dan Ari membayar ke kasir.
"Itu kamu beli apa Yang,"saat melihat Desi menenteng kantong besar.
"Oh ini Desi pengin beli boneka tadi,"Desi berbohong.
Ari lalu mengajak Desi ke tempat alat elektronik,Ari rupanya mencari pemanggang kue listrik tapi yang kecil.
"Istri Mas suka bikin kue yah,"
"Iya,,makanya Saya mau belikan open,tapi yang mana ya Yang,,Saya bingung,"
__ADS_1
"Coba telfon aja istri Mas,dan tunjukan mau yang mana,"
"Oh iya,,baiklah Saya Vc dulu,,"
Ari menelfon istrinya,setelah terhubung Ari menujukan pada Istrinya untuk memilih open kecilnya.
"Semuanya bagus ya Mas,Sari jadi bingung,"
"Iya semuanya bagus,pilihlah Mas aja bingung mau pilih mana,?"
Sari lalu Menujuk yang warna merah ada gambar bunganya,Ari pun mengiyakan.
"Mas,,belikan cetakan kue nya juga yah,besok kan saat Mas pulang Dedek ulang tahun,jadi biar sari buatkan kue,"
"Iya Mas akan belikan,ya udah dulu yah,"
"Iya Mas,,"
Telfon mati lalu Ari ,"Sayang,Kita cari cetakan kue yuk,"Desi mengangguk dan mereka berjalan menuju tempat cetak kue.
Setelah semuanya dapat,Ari mengajak Desi makan siang.
"Kita makan siang dulu yuk,"ajak Ari.
"Boleh,,mau makan di mana Mas,?"
"Bisa,kenapa emang,tapi cuman goreng telur sama mi instan,"Ari tersenyum mendengarnya.
"Kita pulang ke kontrakan saya yuk,Temen saya lagi pulang ke kampung,kita nanti bisa masak di sana,gimana mau ngga,,?"
"Boleh ayo,,kita ke supermaket dulu kalau gitu Mas,beli bahan masakan,"
"Iya sayang,,ayok kita pergi sekarang,"
Keduanya menuju supermaket,dan langsung memilih bahan masakan,keduanya sepakat untuk goreng ikan dan sambal,juga mau lalapan.
Mereka cari yang praktis,setelah selesai keduanya pulang menuju kontrakan Ari,dan barang yang Ari beli rupanya langsung di kirimkan melalui pake ke kampung sekalian,milik Desi pun ikut di kirim tanpa Ari tau,Ari taunya milik Desi di kirimkan ke rumahnya.
Sampai di kontrakan keduanya turun,Ari mengajak Desi masuk,"Maaf yah tempatnya kecil dan kotor,"kata Ari setelah keduanya masuk.
"Iya ngga papa kok mas,"
Ari mengajak Desi menuju dapur,keduanya langsung mengerjakan bersama,Keduanya sambil mengobrol,Sebelum memasak tadi Ari menyuruh Desi ganti baju dengan kaosnya,karena takut bau masakan,Desi menurut dan ganti di kamar mandi.
"Sayang,,diam lah,wajahmu keringetan,"Ari mengusapkan keringat di kening Desi saat keduanya sudah memasak.
"Pasti kamu kegerahan yah,maaf yah,"
__ADS_1
"Ngga papa Mas,Desi senang kok,"Ari tersenyum lalu memeluk Desi sebentar,dan mencium keningnya.
"Ya udah kita lanjut masak yah,kamu jangan pegang pisou takut terluka nanti Saya yang di marahin Davit,"
"Iya Mas,,"
Setengah jam kemudian ikan,sambal ,nasi sudah siap juga lalapan,keduanya lalu makan siang bersama.
"Mas rupanya pintar masak yah,ini enak semuanya,"Semua yang masak memang Ari,Desi hanya menemaninya saja.
"Masa sih enak,ini kan cuman ikan goreng aja,"
"Sambelnya pedas tapi nagih,"Ari hanya tersenyum.
Lalu selesai makan Ari yang mencuci semua piring dan bekakas yang kotor,Desi hanya menemaninya saja.
Selesai dengan semuanya,Ari mengajak Desi melamarnya,karena di kamar ada kipas dan juga tempatnya bersihan.
"Enaknya,,,"kata Desi sambil rebahan di kasur.
"Yang,,mau ikut ke kampung saya ngga,?"Sabil duduk dekat Desi yang lagi tiduran.
"Mana mungkin boleh sama mas Davit,"
"Tapi kalau nanti di izinin mau ikut,,"Desi sedikit berfikir.
"Nanti kita bisa jalan jalan bareng,"
"Emang Mas berani bilang ke Mas Davit,"
"Berani,,kamu tenang aja,yang penting kamu ikut,"Desi mengangguk.
Ari dan Desi saling senyum,karena di tempat yang adem dan cukup gelap,membuat suasananya berubah untuk keduanya,Ari ikut tiduran di samping Desi,dan Ari langsung mencium bibir Desi dengan pelan,Desi membuka mulutnya dan mereka pun ciuman.
Ari yang mencium aroma tubuh Desi yang wangi membuatnya makin berna*fsu,tangan Ari sudah ada di dada Desi yang cukup besar.
Desi sangat menikmatinya,karena sekarang sudah sering di sentuh Davit.
"Mass,,,eeemmmm,,"kata Desi saat Ari menji*lati lehernya.
Ari yang gemas dengan dada Desi,masih terus mere*masinya.
Baju yang Desi pakai di lepaskan nya,Ari bisa melihat tubuh bagian atas Desi,Ari mulai menciumi tangan Desi,lalu ke ketek yang putih bersih,Desi kegelian dan nikmat,dan kedua tangan Desi di ciuminnya,Ari rupanya sangat suka bau badan Desi yang wangi,karena orang kaya sabun dan minyak wanginya juga berbeda.
Ari lalu memainkan Dada Desi yang cukup besar,Ari benar benar bisa membuat Desi seperti terbang hanya dengan bermain di dada.
"Maasss,,,oohh,,Mas,,,"
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...