
Ari yang melihat Davit di tusuk langsung mendorong suami Luna,sedang si diktetif langsung membekap nya.
Mamah dan Luna sampai teriak karena melihat kenekatan suami Luna.
"Mas,,bawa pak Davit ke rumah sakit sekarang,,biar ini orang saya yang urus,,"
Ari yang melihat darah sudah mengalir dari perut Davit langsung memapah Davit.untuk keluar,Ari sangat takut karena Davit langsung pucat.
"Kamu diam lah,,saya seorang diktektif,,"dan langsung membawa suami Luna ke kantor polisi,Suami Luna berusaha kabur tapi si diktetif yang sangat pintar ngga bisa di kelabuhi dengan gampang.
Papah Luna ikut ke.kantor polisi,sedang Luna menangis sambil memeluk Mamahnya.
"Mah,,gimana ini,kenapa jadi begini,,"
"Tenang lah,,Mamah juga bingung ,,"
Ari di mobil merasa takut,dan membawa mobilnya dengan kencang untuk menuju rumah sakit,Davit seperti sudah tidak sadar.
"Vit,,kamu harus kuat,,kita sebentar lagi sampai di rumah sakit,,"kata Ari.
Davit sudah tidak bisa menjawab,akhirnya sudah sampai di rumah sakit,Ari langsung memanggil perawat.
Davit langsung di bawa ke ruang UGD,Ari menunggu di depan,Ari lalu menelfon istrinya dulu,Ari tidak ingin langsung bicara pada Desi karena Desi pasti akan sedih,jadi Ari bilang ke Sari dan Sari lah yang di suruh bilang ke Desi.
__ADS_1
"Mba Desi,,,"Sari sambil mengetuk pintu kamar Desi.
"Iya Mba,,tunggu bentar,,"jawab Desi sambil berjalan membuka pintu.
"Ada apa mba,,?"
"Eemm,,ini tadi Mas Ari telfon,,dan bilang kalau ,,,"Sari berhenti bicara karena bingung bicaranya.
"Iya Mba bilang apa,,?"
"Suami Mba Desi,,dia,,dia,,,di tusuk pisau ,dan sekarang ada di rumah sakit,,"
"Apa,,,,Trus gimana keadan nya,,"
"Desi mau ke sana Mba,,"Desi langsung mengambil hp dan tasnya,Sari juga ikut dan anaknya yang sudah tidur di titipkan sama mba di rumah.
Desi dan Sari di antar supir menuju rumah sakit,di jalan Desi terus menangis karena takut terjadi sesuatu pada Davit.
Sampai di rumah sakit keduanya menuju UGD,dan melihat Ari langsung mendekat.
"Mas,,gimana bisa Mas Davit ke tusuk pisou ,bukanya Mas Ari bersama Mas Davit,?"sambil nangis.
Ari langsung menceritakan kejadian penusukan dan siapa pelakunya.
__ADS_1
"Jadi Luna sudah menikah,,"Ari mengangguk.
"Mba,,Mba duduk aja dulu,dan banyak berdoa semoga suami Mba baik baik aja,"Desi menurut lalu duduk,dan Sari terus menemaninya.
Desi terus berdoa, Desi juga menelfon ke Mertuanya dan Orang tuanya untuk memberi tau tentang Davit,dan meminta untuk mereka mendoakannya.
Tidak lama Dokter keluar,Desi langsung mendekat ke Dokter,begitu juga Ari dan Sari.
"Gimana keadaan suami saya Dok,,?"
"Suami Ibu banyak sekali mengeluarkan Darah,untungnya persediaan Darah di rumah sakit cukup ,sekarang Suami Ibu sudah melewati masa kritis,,jadi tinggal menunggu sadar saja,"Desi dan lainya mengucap sukur.
Dokter lalu pergi,dan sebelum pergi Desi di suruh ke bagian administrasi untuk mendaftar dan memilih kamar mau kelas mana berapa.
Desi menyuruh Ari untuk yang mengurus semuanya,Ari langsung mengerjakan nya,Desi lalu menelfon keluarganya lagi dan mengabari kalau Davit sudah melewati masa kritisnya.
Setelah Davit di pindah ke kamar rawat,Ari dan Sari pamit pulang,dan besok akan datang lagi sambil membawa baju ganti untuk Davit dan Desi.
Sampai di rumah Ari dan Sari masuk kamar,sekarang sudah jam satu malam.
Keduanya saling pelukan dan sama sama langsung tidur karena sangat mengantuk.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1