Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Berkirim Pesan


__ADS_3

Saat mata mereka saling pandang,untung ada mba yang datang,keduanya langsung menunduk karena merasa malu sendiri.


Selesai makan Ari pamit untuk pergi ke kantor,"Des,,,Saya pamit dulu,mau langsung balik ke kantor soalnya,"


"Oh iya Mas,,Mas bawa mobilnya aja yah,"


"Ngga usah,saya naik ojek onlaine aja,"


"Ngga papa bawa aja,mobil juga di rumah ngga di pake,,dari pada mas ngojek,,"Ari akhirnya mau.


Desi tidak mengantar ke depan karena masih sakit lututnya,Ari membawa mobil langsung ke kantor.


Saat di jalan Davit menelfon Ari,menanyakan sudah sampai mana.


"Kalau sudah sampai kantor ,langsung masuk ke ruangan ku,,"


"Iya siap,,"jawab Ari dan telfon pun mati.


20 menit kemudian Ari sudah sampai di kantor,Ari langsung masuk ke ruangan Davit setelah menyapa Luna.


"Siang Vit,,"


"Siang,, duduk,,"Ari lalu duduk.


"Kenapa Desi bisa terluka,apa kamu ngga menjaganya,,?"suara Davit terlihat kesal.


"Maaf,,Aku bukanya tidak menjaganya,Aku jalan di belakangnya Desi pas,tapi dua anak kecil lari dari belakang ku dan langsung menabrak Desi,,"


"Tapi lukanya ngga parah kan RI,,?"


"Ngga,,hanya tergores satu lututnya saja,tadi Aku sudah bantu bersihkan dan kasih plester,"


"Lain kali kamu harus menjaga istriku dengan baik Ri,jangan sampai terulang kaya gini lagi,Aku ngga mau istriku terluka,,"

__ADS_1


"Iya,,Lain Kali Aku akan menjaganya dengan lebih baik lagi,Aku minta maaf yah,,"


"Ya sudah,,ngga papa untuk kali ini,untuk kedepannya kamu harus menjaganya dengan benar,,sekarang lanjut kerja Sanah,,"


"Iya Baik,,,permisi,,"Ari langsung keluar sambil menarik nafas dan membuangnya.


"Kenapa Mas,,kok wajahnya gitu,,?"tanya Luna saat Ari keluar dari ruang Davit.


"Ngga papa,,cuman ngantuk aja,,"


"Oh,,bikin kopi aja Mas,,"


"Iya deh biar segar,,"


Setelah Ari buat kopi ,Ari membawanya ke meja kerja,Ari sambil kerja sesekali meminum kopinya.


Hukkk,,,hukkk,,,,


"Mas Ari kenapa,,,?"Luna langsung bangun mendekat ke Ari karena Ari terus batuk.


Luna membantu mengambil air minum untuk Ari minum,setelah Minum Ari sudah lebih baik.


"Sudah enak kan Mas,,"


"Iya sudah,,makasih ya Lun,,"


"Iya Mas,,ya sudah Luna lanjut kerja ya Mas,"Ari jawab iya.


"Ya Tuhan kenapa jadi gini ,Kenapa mataku melihat Desi,,"kata hati Ari berkata.


Ari mengusap wajahnya dengan kasar,agar wajah Desi tidak terbayang lagi.


Sore harinya Davit akan pulang duluan karena mau lihat ke adaan Desi ,juga mau beli obat untuknya.

__ADS_1


"Ari,,Aku pulang dulu,, Lun mau ikut pulang sekalian ngga,,"


"Iya pak saya ikut ,,"


"Ya sudah ayo,,"


"Pak,,itu saya bawa gimana yah,apa di tinggal di kantor aja apa Aku anter ke rumah bapak,?"


"Kamu bawa pulang aja dulu,besok pagi kamu antar ke rumah,kita bisa berangkat bareng,"


"Oh iya pak siap,,"


Davit dan Luna pulang duluan,padahal waktu pulang masih satu jam lagi,tapi Luna sudah di ajak pulang duluan ,tinggal Ari sendirian di kantor.


Ari lanjut kerja agar waktu cepat berlalu,jam pulang kerja pun tiba, Ari bersiap untuk pulang,Ari membawa mobilnya menuju kontrakannya,di mobil Ari video cal dengan istri dan anaknya.


Sampai kontrakan Ari menyudahi Vc nya bersama anak istri,Ari masuk dan langsung ke kamar untuk tidur,karena hari ini sangat lelah dan ngantuk.


Andi pulang melihat mobil di depan kontrakannya merasa aneh,tapi Andi sudah berfikir Ari yang bawa karena mobil itu pasti milik bosnya,mobilnya edisi terbatas soalnya.


Malam hari sekitar jam 9 Ari terbangun,karena merasa lapar,Ari mengusap wajahnya dan melihat ke hp.


Ari melihat ke Wa karena mau balas pesan dari temanya,mata Ari melihat ke no Desi dan ternyata sedang aktif.


Ari tiba tiba reflek mengirim pesan pada Desi,"Apa lukanya sudah lebih baik,apa masih sakit?,,"isi pesan Ari.


Desi melihat pesan dari Ari langsung membacanya,Desi lalu membalasnya.


"Sudah lebih baik Mas,,"


Keduanya rupanya terus lanjut berkirim pesan,Davit rupanya ada di ruang kerja sedang Desi ada di kamar sendirian.


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2