Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Saling Peluk


__ADS_3

Malam harinya Desi tetap tidak mau tidur sekamar dengan Davit,makan malam mereka tadi bersama tapi Desi ke Davit sangat acuh,membuat Ari dan Sari merasa tidak enak.


Selesai makan malam Desi langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu langsung.


Davit akhirnya tidur di kamar tamu,dan di kamar pun Davit tidak bisa tidur,karena Davit biasa selalu tidur bersama Desi.


"Ya Tuhan,,Aku menyesal,dan Aku berjanji tidak akan bermain wanita dan selingkuh lagi dari istriku,Aku sangat mencintai istriku dan tidak ingin berpisah dengannya,semoga bayi yang di kandung Luna bukan anaku ya Tuhan,dan Aku mohon semoga masalah ini cepat selesai,,,"Davit bicara sambil meneteskan air mata.


Desi di kamarnya tidur biasa dengan nyenyak,karena Desi tidak di buat pusing,karena Desi sudah punya rencana akan melakukan tes DNA saat nanti usia kandungan Luna menginjak usia 8 apa 10 Minggu.


Ari dan Sari yang sedang posisi tidak enak tinggal di rumah Davit ,mereka sedang mengobrol mau gimana mereka.


"Mas,,Sari ngga enak loh tinggal di sini,"


"Mas juga ngga enak,tapi Mba Desi dan Davit butuh kita di sini sebagai teman,Kamu hibur Mba Desi dan begitu juga Mas membantu Davit yang sedang takut dan bingung,"


"Mas,,Sari boleh ngga tetap tinggal di kota sama Mas,,"


"Kenapa emangnya,tumben mau tetap tinggal di sini,katanya dulu sayang rumah kalau di tinggal,,"


"Sari takut Mas kaya suaminya mba Desi,selingkuh dan hamilin orang,"Ari langsung diam karena merasa pernah selingkuh.


"Jangan berfikir yang jelek jelek,kadang itu juga seperti doa,"

__ADS_1


"Iya,,Mas,,gimana Mas boleh ngga Sari ikut tinggal di sini sama Mas,?"


"Boleh aja kalau kamu mau,tapi kamu juga harus bilang orang tua kamu,dan kita nanti cari kontrakan yang murah aja,ngga papa kan,hidup di kota semua nya pada mahal jadi kita harus pintar ngatur uang,"


"Iya Mas ngga papa,"


"Ya udah ayo kita tidur ,ini sudah malam,"


Sari menurut dan keduanya tidur,Dede sudah tidur duluan.


Jam 11 malam Davit belum juga tidur,Davit lalu menelfon diktetif yang dia sewa ,Davit ingin tau perkembangannya.


"Gimana,,apa sudah ada hasil,,?"


"Sejauh ini saya baru menyelidiki orang yang ada di rumahnya,"


"Di rumahnya ada orang tua Luna,tapi ini ada laki laki masuk ke rumahnya,dan sangat mencurigakan,,apa Luna punya Kaka laki laki atau adik laki laki pak,?"


"Setau saya Luna anak tunggal ,dan apa kamu memfoto laki laki yang masuk ke rumah Luna,"


"Iya Pak saya memfotonya,,"


"Kirim ke saya,saya pengin melihatnya,"

__ADS_1


"Baik Pak,,saya akan kirim kan,tapi sebisa mungkin Bapak jangan bicara dulu dengan Luna tentang kecurigaan bapak,,biar saya cari bukti dulu baru Bapak boleh bicara ke Luna,"


"Iya,,saya tau,,saya kasih kamu waktu satu Minggu untuk mengungkap semuanya,masalah bayaran kalau kamu sampai berhasil saya akan tambah uang buat kamu jadi dua kali lipat,,"


"Siap pak,,saya akan lakukan tugas dari bapak dengan baik,,"


Telfon mati lalu tidak lama ada pesan masuk ternyata diktetif itu mengirimkan foto laki laki yang masuk ke rumah Luna.


"Saya seperti pernah melihatnya ,tapi siapa,,"kata Davit dalam hatinya saat melihat foto yang di kirim.


"Aku harus menyuruhnya mendapatkan foto orang ini keadaan pagi atau siang biar fotonya jelas,,,"


Davit lalu mengirim pesan ke diktetif itu agar memfoto laki laki yang tadi masuk ke rumah Luna saat pagi apa siang,agar jelas gambarnya.


Sekitar jam 12 akhirnya Davit tertidur,pagi harinya sekitar jam 7 Davit belum juga bangun,Davit kesiangan.


"Saya tau kamu marah dan Kecewa pada Davit,tapi dia juga sudah menyesal ,coba kamu lihat Davit takutnya dia sakit,,Davit saat ini masih tetap suamimu,,dan dia juga butuh kamu,,"Ari bicara pada Desi saat Sari masih di kamarnya mengurus Dede.


"Davit juga manusia biasa yang punya khilaf dan dosa,kita juga sama kan,,Davit butuh kamu,,Sanah lihat dia ,,kasihan,,,Saya tau kalian sama sama tersiksa,dan kalian sama sama saling mencintai,,jadi buka pintu maaf kamu untuk Davit ,walau pun nantinya memang benar yang di kandung anak Luna adalah anak Davit,berati itu semua sudah takdir dari Tuhan,,kamu sekarang tinggal banyak berdoa semoga apa yang di talut kan tidak benar terjadi,"


Desi meneteskan air mata,dan Desi juga baru sadar kemarin telah berkhianat ,bermain api dengan Ari.


Desi berjalan pelan ke arah kamar tamu,di mana Davit tidur,lalu dengan pelan membukanya,terlihat Davit yang sedang duduk karena baru bangun tidur.

__ADS_1


Mata mereka saling tatap dengan tatapan sama sama sedih,Davit mengeluarkan air mata sambil merentangkan tanganya,Desi langsung berlari masuk lalu memeluk Davit,keduanya saling peluk dan menangis.


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2