Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Davit Di Suruh Memilih


__ADS_3

Davit kaget saat dengar permintaan Desi,dan Davit tidak langsung menjawab,Davit masih diam.


"Kenapa,,ngga mau pecat Luna,ya udah kalau gitu Desi ngga akan mau pulang,"


"Sayang,,kenapa kamu begini,,"


"Begini gimana,Desi kan memang dari dulu minta ke Mas untuk ganti sekertaris Nya,Desi pengin sekertaris mas itu cowok,tapi Mas selalu banyak alasan,Desi ngga suka Mas sama Luna, Desi cemburu padanya,karena Desi merasakan kalau kalian ada hubungan,,"Nada suara Desi sedikit tinggi.


"Desi,,bisa kan nada suaranya di kecilkan,ngga enak kalau mamah sama papah dengar,"


"Biar mereka dengar,Desi sudah sangat ingin meluapkan semua rasa di dada Desi yang selama ini di pendam,Desi sudah sangat sabar menghadapi Sifat Mas yang makin cuek ke Desi,Desi sudah ngga kuat,,kalau Mas masih pertahankan Luna berarti Mas harus siap kehilangan Desi,Mas pilih Desi apa Luna,,silakan Mas pilih,,Desi sudah ngga kuat,,"


Desi langsung masuk ke kamar mandi,Desi di kamar mandi menangis dengan kencang,karena merasa sedih dengan apa yang tadi di katakan,Desi sebenarnya ngga mau buat pilihan, Desi juga takut kalau nanti Davit akhirnya memilih Luna,karena Desi merasa tidak bisa memberi kan Davit keturunan.


"Ya Tuhan,, ampuni Aku ya Tuhan,,Aku tadi salah bicara,,Aku sekarang takut kalau mas Davit memilih Luna,Aku tadi hanya emosi,"Desi terus menangis.


Davit di kamar langsung bangun dari duduknya,dan mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang,,buka sayang,,Mas minta maaf , Mas akan turuti kemauan kamu,Ayo sayang,,buka pintunya,,"Tapi Desi tetap tidak mau buka.


"Mas besok akan pecat Luna,Mas tidak mau kehilangan kamu,ayo sayang buka pintunya,,"Desi dengar perkataan Davit dan langsung mengucap syukur.


Desi lalu membuka pintu kamar mandi,saat pintu di buka Davit langsung memeluk Desi.


"Mas akan turuti kemauan kamu,Mas ngga mau kehilangan kamu,Mas sangat mencintai kamu,,Mas minta maaf kalau selama ini kamu tersakiti dengan sikap Mas,,"Keduanya saling pelukan,Desi menangis bahagia Davit menciumi kening Desi dengan sayang.

__ADS_1


"Ayo kita duduk,,,"Desi mengangguk dan keduanya duduk di kasur.


"Sudah yah jangan nangis lagi dan jangan sedih lagi,,Mas ngga mau lihat kamu menangis,,"


"Iya mas,,Maafin Desi yah,"


"Kamu ngga salah,,Mas yang salah,,"Davit mengambil tangan Desi lalu di ciumnya.


"Sayang,,Mas lapar nih,,"Desi melihat ke jam.


"Mas ini sudah jam 10 loh,,"


"Iya,,makanya Mas lapar ,,"


"Ya udah yuk kita ke luar,,"


"Sudah baik ,,sudah ngga marah marahan lagi,?"mamah meledek.


"Mamah apaan sih,,"semua tersenyum.


"Kalian nginep kan disini,?"Desi melihat Davit.


"Iya Pah kita akan menginap,,"


"Iya,,ini kan udah malam,ngga baik juga,,"

__ADS_1


"Iya Pah,,"


"Mah,,Pah Desi mau temani Mas Davit maka dulu yah,"


"Oh iya udah sanah,kalian makanlah, kita juga mau istirahat,,"


Desi dan Davit ke meja makan,Mamah dan Papah masuk ke kamar,Desi menyiapkan makan untuk Davit Desi sudah makan jadi hanya menemani saja.


"Makanya yang pelan Mas,,"


"Iya sayang,,ini masakan mamah yah,"


"Iya,,enak yah,"


"Iya,,sangat enak,,"


Davit makan sampai tambah,setelah kenyang Davit dan Desi ke kamar lagi,Desi mengambilkan baju di lemari buat Davit pakai,di lemari kamar Desi baju Davit juga banyak,karena di sengaja kalau Davit menginap.


Selesai bersih bersih,keduanya tiduran sambil saling peluk.


"Sayang,Mas pengin,,"


"Emang sudah sembuh,?"


"Sudah,,kamu mau kan,?"Desi mengangguk.

__ADS_1


Malam ini Davit dan Desi pun menikmati malam yang panjang dengan hati yang bahagia.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2