
Esok harinya Davit dan Ari akan berangkat kerja,desi mengantar Davit ke depan setelah sarapan,Sedang Ari sudah ke depan duluan bersama anak dan istrinya.
"Mas Nanti siang kita makan siang bareng yah di restoran biasa kita,,Desi ajak Mba sari,,"
"Boleh,,iya nanti Mas akan datang ,dan akan ajak Ari juga,"
"Iya Mas,,makasih ya Mas,,"
"iya Sayang,,perginya di antar supir,jangan pergi sendiri,,"
Desi jawab Iya,lalu Davit mencium kening Desi dan Desi cium tangan Davit,setelah Davit masuk mobil Sari mengambil Dede yang sedang duduk di pangkuan Ari.
"Ayo sayang,Ayah mau berangkat kerja sama Om,,"Sambil menggendongnya.
"Iya Bu,,"
"Mas berangkat dulu,,"
"Iya Mas,,hati hati di jalan,,"
Ari membawa mobilnya meninggalkan rumah,Desi dan Sari masuk ke dalam rumah.
"Mba nanti kita makan siang di luar yah,,Mas Davit nanti juga ajak Mas Ari,,"
"Iya mba,,"
__ADS_1
Keduanya lalu duduk di sofa sambil mengobrol,"Mba Sari ngga pengin tinggal di kota biar bisa nemenin Mas Ari,,?"
"Kepengin sih Mba,,tapi rumah yang di kampung kan sayang kalau di tinggal,,"
"Kan ada orang tua Mba yang bisa merawatnya,,lebih enak tinggal dekat suami kan mba,,kalau ada apa apa enak ,,"
"Iya Mba,,tapi kontrakan kan mahal,,"
"Mas Ari kan gajihnya besar ,buat ngontrak sebulan satu juta bisa kali mba,,"
"Oh iya ya mba,,nanti coba saya tanya ke Mas Ari boleh ngga saya ikut dia tonggal di sini,"
"Iya Mba,,kalau mba tinggal di sini nanti kita bisa usaha bareng Mba,gimana,,?"
"Ya kita lihat nanti aja,,saya juga belum tau,yang penting biar kita ada kesibukan,saya bosen di rumah terus sendiri lagi,saya kan belum ada anak,,"
"Iya bener sih mba,,eemm Mba saya boleh tanya ngga,,?"
"Boleh,,tanya apa mba,,?"
"Tapi Maaf yah kalau nanti pertanyaan saya ngga ngenalin,,"Desi tersenyum dan jawab iya.
"Eemm Mba sudah periksa ke dokter belum tentang kandungan mba,,dan kesuburan Suami mba,,maaf ya Mba kalau pertanyaan saya ngga ngenalin,,"
"Ngga papa,santai saja Mba,,Saya sama mas Davit sudah periksa,dan kita baik baik saja,di keluarga kita juga ngga ada yang mandul,"
__ADS_1
"Oh gitu,,"
"Ya Memang sih ada sedikit masalah di mas Davit Mba,,"
"Masalah apa ya Mba,,"
"Jadi seper*ma Mas Davit tuh tidak bagus,jadi sedikit encer,jadi kata Dokter tidak begitu bagus dan subur,,tapi kalau kita mau melakukan bayi Tabung kemungkinan bisa,tapi Mas Davit nya yang ngga mau,karena saya sudah dua kali gagal,dan itu memang sakit sih mba,makanya mas Davit tidak mau lagi saya melakukan bayi tabung,Mas Davit tidak ingin melihat saya kesakitan"(ini hanya karangan ku ya Kaka Kaka,maaf kalau salah)
"Apa kata dokter ngga ada cara buat mengentalkan itu seper*ma nya,,"
"Ya ada ,Mas Davit harus hidup sehat,ngga boleh cape ,ngga boleh banyak Pikitan dan harus konsumsi obat,tapi Mas Davit ngga mau melakukanya karena Mas Davit pernah melakukan semua anjuran Dokter tapi Saya ngga hamil hamil juga jadi Mas Davit nyerah gitu,,"
Saat keduanya masih mengobrol ada tamu yang datang,,Mba mambuakakan pintu,"Ibu maaf ada tamu ,,"kata mba.
"Siapa Mba,,?"tanya Desi.
"Saya,,,"Desi langsung kaget melihat Luna yang datang.
"Luna,,ada apa kamu ke sini,,bukanya kamu sudah tidak kerja lagi di perusahaan Mas Davit,,"sambil bangun dari duduknya dan mendekat ke Luna,Sari yang tidak kenal hanya diam saja.
"Iya Saya memang sudah tidak kerja lagi,saya kesini tidak mencari Pak Davit,tapi Saya mencari anda,,saya ingin memberi tau ke Anada kalau saya sedang hamil anak Pak Davit,,,"
Darrr......
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1