
Ari langsung membawa anaknya untuk makan di tempat makan tenda pinggir jalan,,karena ini masih terlalu pagi juga untuk langsung ke rumah Davit.
"Kita makan di sini aja ya Sayang,ngga papa kan,,?"tanya Ari ke Sari saat mobil sudah berhenti di pinggir jalan.
"Iya Mas ngga papa,,"
"Kita sambil nunggu pagi,,kalau kita ke rumah Mba Desi pagi gini kan ngga enak,,"
"Iya Mas,,benar,,"Ari lalu menggendong anaknya dan bersama Sari menuju tempat makan.
Ari pesan pecel ayam sedang Sari pecel lele,,tahu dan tempe tidak ketinggalan di pesan,buat anaknya Ari pesan soto biar ada kuahnya hangat di badan.
"Mas,,jauh ngga sih rumah mba Desi dari sini,,"keduanya sambil mengobrol ,sembari menunggu makanan datang.
"Lumayan,,kalau macet bisa satu jam,kalau lancar 30 menit juga sampai,,"
Anak Ari sedang main hp miliknya,jadi diam dan anteng,Makanan pun datang, keduanya langsung makan.
Sari sambil sesekali menyuapi anaknya,"Enak ngga Yang,,?"
"Enak Mas,,,"
"Mau nambah,,"
"Ngga ah,,ini aja dah kenyang,,"
Jam setengah 4 mereka lanjut jalan,Ari sengaja ajak muter muter dulu,agar sampai rumah Davit sekitar jam 6, Sari sangat suka melihat pemandangan pagi di kota Jakarta,Anak mereka tertidur di bangku belakang.
Sari membuka kaca mobilnya ,lalu melihat ke samping yang terlihat gedung tinggi serta sudah banyak orang yang berlalu lalang.
"Sebentar lagi kita akan sampai rumah Mba Desi,,"
"Iya mas,,"
__ADS_1
Mobil masuk ke gerbang perumahan elit,Sari sampai bengong lihat kanan kiri nya rumah rumah yang sangat bagus.
"Mas,,rumah Mbay Desi di sini,,?"
"Iya,,rumah Mba Desi lebih bagus dan besar dari rumah rumah ini,,"
"Ya Tuhan,,suami Mba Desi benar benar kaya ya Mas,,"
"Ngga kaya lagi,,orang dia punya perusahaan,uangnya aja ngga bakalan bisa kehitung sama tangan ,,"
"Enaknya Mba Desi punya suami kaya,,"
"Kamu pengin punya suami kaya mba Desi,,jadi nyesel nih nikah sama mas,,"
"Apa sih Mas,,ya ngga lah,,ngapain nyesel,,kamu itu tetap suami terbaik bagi Sari,,Sari tuh cinta dan sayang sama Mas apa adanya,,"
"Ngga bohong kan itu,ngga cuman di mulut doang,,"
Ari langsung tersenyum dan mencium kening Sari,,"Tetap lah bersama Mas,walau pun Mas sedang ada di titik terendah,,Mas butuh kamu di setiap langkah Mas,,Maaf kalau kemarin kemarin Mas ada Khilafah,,tapi percayalah kamu dan Dedek adalah prioritas Mas,,"ternyata Ari menyesal kemarin sudah selingkuhi sari,tapi tetap di dalam hati Ari belum bisa menghapus sepenuhnya rasa cinta untuk Desi,tapi Ari akan terus berusaha untuk melupakan Desi.
"Iya Mas,,,"
Mobil sudah masuk di halaman rumah Desi setelah tadi di bukakan gerbangnya.
Sari masih diam di mobil karena tidak menyangka rumah Desi sangat besar,halaman rumahnya juga sangat luas.
"Ayo kita turun,,"
"Iya Mas,,"
Keduanya turun,Ari lalu membangunkan anaknya,setelah anaknya bangun Ari mengambil koper di bagasi.
"Ayo sayang kita masuk,,"
__ADS_1
Desi yang sudah menunggu, lalu menyambutnya sambil buka pintu.
"Selamat datang Mba Sari,,Dede,,,"
"Mba Desi,,,"Keduanya cipika cipiki.
"Dede,,sayang,,sinih sama Tante,,"Desi langsung menggendong Dede.
"Ayo mba masuk,mas Ari ayo,,"saat mengajak masuk ke Ari Desi tidak mau tatap muka Ari ,dan langsung masuk gendong Dede.
Sampai di dalam Desi menyuruh duduk di sofa,Desi juga menyuruh Mba buatkan minuman buat Sari dan anaknya.
Mata Sari melihat ke sekeliling dalam rumah Desi,yang sangat bagus.
Davit turun dari atas,dan mata Sari dan Davit bertemu,Sari langsung menganggukan kepalanya tanda sopan,Davit tersenyum.
Davit turun ke bawah dan langsung ikut kumpul,"Mas,,ini kenalin mba Sari istrinya mas Ari,,"Davit lalu bersalaman.
"Ini anak kamu Ri,,?"
"Iya Vit,,"
"Wah ganteng juga nih anakmu,,"sambil mengusap kepala Dede.
"Iya Dong,,Ayahnya aja ganteng gini,"
"Ganteng dari mananya,pede banget kamu,,"
Mereka Semua mengobrol sambil becanda Ria,sampai akhirnya Desi menyuruh Sari untuk istirahat.
Ari dan Sari bersama dede masuk ke kamar karena mau istirahat.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1