Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Desi Ikhlas


__ADS_3

Darrr...


Desi merasakan ada petir yang menyambar di dalam tubuhnya saat mendengar perkataan Luna yang mengatakan hamil anak Davit.


Sari juga kaget mendengarnya,tapi Sari tetap diam karena tidak tau masalahnya,Sari mengajak anaknya untuk masuk ke dapur,dan menitipkan anaknya ke mba,karena Sari mau menemani Desi.


Sari mengambil hpnya lalu mengirim pesan pada Ari dan bilang kalau ada wanita yang bernama Luna datang dan bilang ke Desi sedang hamil anak suaminya.


"Oh kamu hamil anak Mas Davit,,silakan duduk dulu,biar bicaranya lebih enak,,"Luna sedikit aneh pada Desi ,nada suaranya jadi lembut.


Luna pun duduk,begitu juga dengan Desi,"Apa ada surat keterangan dari Dokter tentang kehamilan kamu,,?"


"Ada,,ini,,"Luna memberikanya pada Desi,dan Desi langsung membacanya.


"Kandungan kamu sudah masuk 5 Minggu,,kapan kamu dan Mas Davit melakukanya,?"


"Kita terakhir melakukanya saat di luar negri,hari terakhir kita melakukanya sampai berapa kali,dan Pak Davit tidak memakai pengaman,,"Di dalam hati Desi rasanya ingin menangis dan teriak ,Desi menahan amarah,karena Desi ingin menyelidiki apa benar yang di kandung Luna itu benar anak Davit,makanya Desi berusaha tenang.


"Apa sebelum ke luar negri kalian juga sering melakukanya,,"

__ADS_1


"Iya,,kita sering ke hotel hanya untuk melakukan itu,"


"Kapan waktunya,?"


"Kadang pas makan siang kadang waktu pulang kerja,,"Desi rasanya benar benar hancur.


"Pengaman,apa tidak,,?"


"Kadang pakai kadang tidak,saya hanya menuruti permintaan pak Davit,"Desi lalu mengangguk.


"Kenapa kamu mau di tiduri,bukanya kamu sudah tau kalau pak Davit itu sudah punya istri,,apa karena uang atau jabatan,,"


"Bukan karena itu,tapi Karena saya kasihan sama Pak Davit,Pak Davit sudah ingin punya anak,tapi ibu tidak kunjung hamil juga,kayanya Ibu mandul,,"


Davit rupanya datang dan mendengar apa yang barusan Luna katakan,Davit terlihat marah karena Luna mengatai kalau Desi mandul.


Luna kaget saat melihat Davit datang,tapi Luna juga pintar,dia bisa menutupinya,apa lagi Luna sedang hamil.


"Kenapa,,benar kan apa yang saya katakan,ibu Desi itu mandul,buktinya saya hamil anak bapak,,"

__ADS_1


"Diam kamu,,pergi dari sini,dan jangan sekali kali kamu katakan kalau istri saya mandul,"Davit menarik tangan Luna agar pergi dari rumahnya.


"Mas,,hentikan,,Luna sedang hamil anak kamu,kamu jangan kasar seperti itu,"


"Tidak,,itu bukan anak Mas,,itu pasti anak orang lain,mas pertama melakukannya dengan dia,dia juga bukan perawan,bisa kan dia jebak Mas,,"


"Tapi Mas melakukan nya juga kan,,jadi kemungkinan juga itu anak Mas,"


"Memang saya sudah tidak perawan,tapi saat saya sering melakukanya dengan Bapak saya tidak pernah melakukanya dengan orang lain,"


Desi sudah sangat pasrah saat ini,tapi dalam hati Desi itu bukan anak Davit,untuk membuktikannya Desi hanya butuh waktu sedikit lama,menunggu kandungan Luna besar,dan Desi sudah punya rencana.


"Sekarang mau kamu apa,,?"tanya Desi ke Luna.


"Saya ingin di nikahi,karena saya tidak mau anak ini lahir tanpa seorang Ayah,"


"Saya Tidak mau,,"Jawab Davit dengan jelas.


"Kalau bapak tidak mau saya akan laporkan bapak ke polisi dan itu pasti akan merusak citra bapak sebagai Pemilik perusahaan ,infestor bapak pasti akan mundur dan bapak akan mengalami kebangkrutan,ingat pak saya kerja di tempat bapak cukup lama,dan saya tau di mana titik kelemahan perusahaan bapak,,"Davit sudah mengepalkan tanganya.

__ADS_1


"Nikahin Luna Mas,,Desi ikhlas,,"


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2