
Ari memeluk Desi dan Desi terus saja berontak,Desi sebenarnya ngga mau tapi kalau dia teriak pasti akan jadi masalah.
"Mas,,lepas jangan seperti ini,,ini di rumahmu,"Desi terus saja mencoba melepaskan diri dari pelukan Ari.
"Suutt,,diam lah,,nanti Sari bangun,,"sambil tangan Ari menutup mulut Desi.
Ari lalu membawa Desi ke kasur,sampai di kasur Desi langsung di suruh naik,Desi mundur karena ingin menghindar saat sudah terlepas dari tangan Ari,tapi Ari menarik kaki Desi.
"Sayang,,kamu mau kemana sih,,diam lah,,"kata Ari suaranya pelan.
"Jangan Mas,,kamu mau apa,,"
"Saya mau bikin kamu puas juga,,"Ari sambil menarik celana Desi, Desi menahannya,tapi tenaga Desi kalah dengan Ari.
Celana pun terlepas,dan Ari langsung membuka kaki Desi dengan lebar,Ari langsung saja mengunakan mulutnya menikmati inti tubuh Desi.
Tangan Desi mendorong kepala Ari tapi kepala Ari sangat kuat dan masih tetap bertahan.
Sampai akhirnya Desi pun kalah dengan rasa nikmat yang di buat Ari.
Desi sudah tidak lagi mendorong kepala Ari tapi Desi justru menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara kenikmatan yang di buat Ari di inti tubuhnya.
__ADS_1
Ari terus saja memainkan lidah dan bibirnya,jari tangan Ari juga ikut bermain, sampai Desi merasa melayang,dan kepala Desi ambruk ke bantal.
"Aaahhhh,,,Massss,,,"akhirnya suara keluar dari mulut Desi yang membuat Ari makin semangat.
Sampai akhirnya Desi merasakan seperti kejang dan kepala Ari di jepitnya dengan kedua kakinya.
Desi menutup mulutnya sampai dua tangan agar suara tidak lolos dari mulutnya.
Ari membiarkannya walau merasa tidak bisa bernafas,saat Desi mengendorkan kakinya baru Ari bisa bernafas,dan wajah Ari sudah basah terkena air kenikmatan milik Desi.
Desi tergeletak lemas karena baru saja merasakan pelepasan,dengan nafas yang sedikit memburu.
Ari lalu dengan semangatnya menikmati air kenikmatan dari inti tubuh Desi,setelah bersih Ari lalu menyelimutinya,dan mencium kening Desi.
Ari lalu keluar dari kamar Desi,dan menuju dapur untuk minum.
"Mas,,,Mas Ari,,,"Sari ternyata keluar dari kamarnya,Ari yang mendengarnya langsung bersyukur.
"Mas di dapur sayang,,"jawab Ari,Desi lalu ke dapur.
"Untung Aku sudah keluar,,"kata Ari berkata dalam hatinya.
__ADS_1
"Mas ngapain,,?"
"Ini lagi minum,,kenapa kok bangun,,?"
"Sari dingin,pengin di peluk,,"
"Oh,,ya udah yuk ke kamar lagi,mau minum dulu ngga,,?"
"Iya deh,,Sari minum dulu,"
Selesai Sari minum,keduanya masuk ke kamar,dan Keduanya saling peluk dalam selimut,Desi tadi ingin keluar tapi dengar ada suara Dari jadi tidak jadi.
Setelah mendengar pintu kamar tertutup Desi keluar ,Desi ke kamar mandi untuk pipis dan mencuci miliknya,setelah selesai Desi juga minum.
Desi masuk ke kamar lalu tiduran,Desi menarik nafas karena tadi benar benar merasakan kegilaan dengan Ari.
Karena sudah malam,Desi pun tertidur,pagi harinya Desi bangun cukup siang,karena semalam kurang tidur,Sari dan Ari juga sama merasa cape dan ngantuk,tapi kalau Sari tetap bangun pagi.
Wajah Sari terlihat berseri pagi ini,gimana tidak semalam benar benar merasakan nikmat sampai terasa melayang setelah cukup lama tidak merasakan.
Sedang Ari di teras rumah sedang menemani anaknya bermain,karena nanti sore pulang,jadi Ari ingin menemani anaknya bermain dengan puas.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...