Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Mengakhirinya


__ADS_3

Desi kebingungan mau jawab apa,dan Davit sudah menatap Desi dengan tatapan penuh selidik.


"Desi tau karena Mba Sari yang bilang,katanya Mas Ari bilang ke Mba Sari gitu,kontrakannya sempit dan kecil,,"


"Oh,,,kirain kamu pernah ke kontrakan Ari,,"


"Ya ngga lah Mas,,ngapain Desi ke sana,,iya Kan,,"


"Iya Benar juga sih,,"


"Eemm,,,Mas gimana kalau Mba Sari sama Anaknya tinggal di sini selama mereka di Jakarta,kata mba Sari cuman seminggu kok,kemarin Desi saat di rumah Mba Sari di layani dengan baik,,jadi Desi mau balas Budi,boleh yah,,"


"Boleh,,suruh tinggal di sini aja,,sebetah nya dia,,"


"Serius Mas,,Mas izinin,,"


"Iya Sayang,,ini kan rumah kamu juga,,jadi kamu juga berhak untuk mengajak temanmu untuk datang dan menginap,tapi kita juga harus ada pembicaraan dulu,"


"Iya Mas,,makasih,,,"


"Ya udah kita tidur yuk,,"keduanya pelukan dan tidur.


Pagi harinya Saat sedang sarapan Desi menelfon Sari,karena mau bilang kalau suaminya sudah mengizinkan.


"Serius Mba Desi,,jadi saya di bolehin tinggal di rumah mba Desi selama seminggu,"Sari terdengar sangat senang.


"Iya Mba,,seriusan,,"


"Trimakasih ya Mba,ya udah saya mau telfon mas Ari ya Mba,,"


"Iya Mba,,"telfon lalu mati.


"Kenapa senyum gitu,,,?"tanya Davit.

__ADS_1


"Mba sari kedengarannya sangat senang saat dengar Desi bilang di izinkan Mas untuk tinggal di sini,,"


"Oh,,gitu,,"


Siang harinya Desi menelfon Ari dan bilang padanya ,ingin bertemu karena ada yang ingin di bicarakan.


"Ya udah kamu bilang Davit kalau mau ke mal,dan pulang dari mal minta saya yang jemput kamu,,gimana,?"


"Iya Mas benar gitu aja,ya udah Desi matikan dulu,"Ari jawab iya.


Desi benar bilang Davit,dan Davit percaya lalu menyuruh Ari menjemput Desi nanti kalau Desi pulang dari mal,Ari langsung pergi menjemput Desi dua jam kemudian.


Ari dan Desi sudah ada di dalam mobil di parkiran Mal,rupanya Desi ingin bicara di dalam mobil aja.


"Ada apa Hem,,apa ada yang penting,"Sambil mengambil tangan Desi lalu di genggamnya.


"Mas,,Mas Davit sekarang sudah berubah,dia sudah tidak cuek lagi dan makin perhatian sama Desi,semenjak Luna tidak kerja lagi di kantor sepertinya Mas Davit sangat berubah ke Desi,"


"Ya Syukurlah kalau begitu,,kamu bahagia kan sekarang,?"


"Apa,,kok gitu,,kenapa,,"


"Cinta kita hanya cinta sesaat,cinta di mana kita hanya saling membutuhkan,Mas punya istri dan Desi punya suami,hubungan kita salah Mas,kita tidak bisa pertahankan hubungan ini,karena kita sama sama punya pasangan yang kita cintai dan sayangi,,"


"Tapi saya juga ngga mau hubungan kita berakhir,Saya benar benar suka dan sayang sama kamu,"


"Tapi tetap Desi tidak bisa melanjutkan hubungan ini,Desi kasihan ke mba Sari dan anak mas,,mba Sari pasti akan sangat sedih dan sakit kalau sampai tau hal ini,kalau mas benar sayang sama Desi,biarkan Desi bahagia,cinta tidak harus memiliki,"Ari langsung lemas.


"Saya ngga bisa,,"


"Harus bisa Mas,kita masih bisa jadi teman dan kita masih bisa saling bantu,,ayo lah Mas,tolong mengerti Desi,,"


"Baiklah,,saya hanya bisa pasrah,tapi asal kamu tau,saya sampai kapan pun akan mencintai kamu,,"kata Ari dengan lemas.

__ADS_1


"Apa saya boleh memelukmu mungkin untuk terakhir kalinya,,"Desi mengangguk,lalu keduanya berpelukan,Ari juga mencium kening kedua pipi dan terakhir di bibir Desi.


Ari membawa mobilnya ke rumah Desi untuk mengantarnya pulang,keduanya sama sama diam,tapi tangan mereka masih saling genggam,Ari yang memintanya,karena saat nanti Desi sampai rumah hubungan mereka akan benar berakhir.


Mobil sudah berhenti di depan rumah Desi,saat Desi mau keluar dari mobil,Ari sangat berat untuk melepaskannya,Desi memberi senyuman terakhirnya,Ari pun melepaskan genggaman tanganya.


Desi masuk ke dalam,Ari lalu menjalankan mobilnya untuk menuju kantor.


Hari berlalu,,saat ini Sari dan anaknya sedang ada di dalam kereta yang sedang melaju menuju ke Jakarta,Ari dan Desi sudah tidak lagi berkomunikasi,hanya saling sapa kalau bertemu.


Ari masih di rumah dan akan ke setasiun menjemput Sari,Ari meminjam mobil Davit untuk menjemputnya.


Ari juga tanya ke Davit apa benar mengizinkan istrinya untuk tinggal di rumahnya,kata Davit pun boleh dan bilang ngga usah sungkan,sampai mobil juga di kasih pinjam.


Jam satu malam Ari berangkat ke setasiun,karena nanti jam dua kereta yang di naiki Sari akan sampai.


Ari sengaja datang lebih awal karena ingin menunggu di setasiun,Ari ngga mau sampai anak istrinya yang menunggu.


Setengah dua Ari sudah sampai dan Ari mengirim pesan ke Sari,kalau dirinya sudah sampai di setasiun.


Ari merokok sambil menikmati kopi,tidak lupa memainkan hpnya.


Jam dua tepat kereta sudah berhenti,Sari langsung mengajak Anaknya turun dari kereta,tadi Sari sudah membangunkannya dulu.


"Ayo sayang kita turun,Ayah sudah jemput kita,"


"Iya ibu,,"


Sari menarik koper dan tangan satunya menggandeng tangan anaknya,Ari sudah menunggu di pintu penjemputan.


Ari tersenyum saat melihat Sari dan anaknya yang sedang berjalan kearahnya.


"Ayah,,"teriak anak Ari,Ari menghampiri lalu menggendongnya sambil di ciumi pipi anaknya.

__ADS_1


Setelah itu Ari memeluk Sari sambil menggendong anaknya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2