Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Luna Tidak Mau Di Mandu


__ADS_3

Luna sudah pulang di antar oleh Ari dan Sari,itu permintaan Desi,kata Desi Luna sedang hamil anak Davit jadi harus di pastikan selamat sampai rumah.


"Sayang,,kenapa kamu suruh Mas nikahin Luna,,Mas ngga mau,,,"kata Davit bicara pada Luna saat rumah sudah tidak ada orang.


"Ya karena Luna bilang itu anak Mas,,ya Mas harus tanggung jawab,,emang Desi mau Mas nikahin Luna,Desi ngga mau Mas,Mas pengin tau perasaan Desi sekarang,,hati dan perasaan Desi hancur,,Mas tega berselingkuh dan sampai berhubungan badan dengan Luna,apa Desi tidak bisa memuaskan Mas,,sampai Mas melakukanya ke Luna,,kamu jahat Mas,,kamu jahat,,,"Desi menangis dan Davit langsung diam karena melihat Desi yang terlihat sangat sedih.


"Maafkan Mas Sayang,,Mas memang salah,Mas khilaf,,kamu adalah wanita satu satunya di hati Mas,,percayalah Mas sangat mencintai kamu,,"sambil Davit ingin memeluk Desi.


"Setop,,,jangan sentuh Desi,,Desi ngga mau di sentuh Mas,,Mas bilang cinta sama Desi tapi kenapa bisa menghamili wanita lain, sekarang sudah kejadian dia hamil baru bilang khilaf,sungguh enak sekali Mas kamu bicara,kalau sampai anak yang di kandung Luna itu benar anak kamu Mas,,Desi minta cerai,,Desi tidak ingin di madu,,"


"Ngga,,,Mas ngga mau bercerai,kamu ngga boleh bicara seperti itu,,Mas akan buktikan kalau yang di kandung Luna bukan anak Mas,"


"Silakan Mas buktikan,tapi kalau sampai itu terbukti anak Mas,,tetap dengan keputusan Desi,,Desi ingin bercerai,,"Desi langsung masuk ke kamar dan menguncinya,agar Davit tidak bisa masuk.


"Brengsek,,,,"Davit marah marah sendiri.


Davit lalu berfikir gimana caranya untuk menyelidiki tentang kehamilan Luna.


Davit menelfon temanya dan meminta Carikan direktif untuknya.


"Aku kasih no telfonya aja yah,kamu telfon sendiri,"kata Teman Davit.

__ADS_1


"Iya,,baiklah,,trimakasih,"Telafon Mati.


Lalu tidak lama ada pesan masuk dan no telfon direktif di kirimkan oleh temanya.


Davit langsung menelfonnya,cukup lama Davit berbicara,dan si diktetif meminta no telfon Luna,alamat rumah Luna dan foto Luna.


Davit tidak pakai lama langsung mengirim semua apa yang di minta si direktif.


Ari dan Sari datang,"Kita mau ke kantor ngga Vit,,?"tanya Ari.


"Kita kekantor,,mba Sari saya minta tolong ,jagain Desi ,dia sedang tidak baik ,kalau ada apa apa dengannya langsung hubungi saya,"


"Terimakasih,,ayo Ri kita berangkat,,"


Davit dan Ari keluar menuju mobil,tapi sebelum masuk mobil Davit memanggil pak satpam,"Jangan biarkan istri saya pergi dari rumah,kalau sampai istri saya pergi bapak saya pecat,,ngerti,,"


"Iya Pak,,saya mengerti,,"


"Dan satu lagi,,kalau ada tamu jangan di bukakan pintu,bapak telfon dulu ke saya,, jangan biarkan tamu masuk sebelum dapat izin dari saya,"


"Siap Pak,,"

__ADS_1


"Ya sudah saya berangkat dulu,,"


Davit dan Ari berbakat ke kantor,"Di mobil Luna bicara ngga RI,,"


"Ngga,,dia diam saja,,"


"Apa menurutmu dia hamil beneran,,?"


"Ya Aku lihat sih iya dia hamil beneran,,karena dulu Sari juga kaya Luna saat hamil,pucat dan kurus,,"


"Apa menurutmu itu anaku RI,,,"


"Ya kalau itu mana Aku tau,,tapi kamu kan memang melakukanya waktu di.luar negri,ya kemungkinan besar dia anak kamu,,"


"Kalau benar dia anaku,,Desi minta cerai Ri,dia ngga mau di madu,,"


"Aku ngga bisa ikut campur kalau masalah itu,,tapi ini semua kan memang hasil dari perbuatanmu sendiri,jadi kamu harus terima ,"Davit diam dan mengusap wajahnya kasar,Davit terlihat lesu.


Di rumah Desi mengambil kertas hasil pemeriksaan Davit dan dirinya yang terakhir dari dokter,semuanya tertulis dengan jelas,bahwa sepr*ma Davit tidak lah subur,sedangkan dirinya yang sangat subur,makanya di anjurkan untuk melakukan bayi tabung kalau mau punya anak,itu pun Desi dan Davit sudah gagal dua kali melakukan bayi tabung.(Maaf kalau ada salah,ini hanya karangan ku saja)


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2